About The Game
Senin, 20 Oktober 2014

Other Match

Other Match
Friday, 22 March 2013 23:55 WIB
Maksimir
Wasit:
Jumlah Penonton:

Kualifikasi Piala Dunia: Kroasia 2-0 Serbia

Rivalitas yang Panas, Pertandingan yang Sempat Monoton

Aqwam Fiazmi Hanifan - detikSport
Minggu, 24/03/2013 19:22 WIB
Halaman 1 dari 3
thumbnail AFP/Dimitar Dilkoff
“Kill, Kill,Kill, The Serbs” serempak semua penonton berteriak kalimat itu di Maksimir Stadium, Zagreb. Saat Kroasia bertemu dengan Serbia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup A zona Eropa, Sabtu (23/3) dinihari lalu.

Lewat perkataan tersebut tergambar jelas kebencian mendalam pendukung Kroasia terhadap 11 pemain Serbia yang bermain di lapangan. Tekanan psy war ini terbukti cukup efektif. Anak asuh Sinisa Milhajovic terrsebut pun bermain tak fokus. Mereka kemudian harus menelan kekalahan menyakitkan 0-2 dari Kroasia.

Kekalahan tim berjuluk 'Si Elang Putih' tersebut akan tercatat sebagai kekalahan pertama dalam pertemuan pertama kalinya kedua negara ini pasca perang Bosnia tahun 1990-an silam. Yang lebih menyakitkan, peluang Serbia untuk lolos ke Brasil semakin kecil karena jarak dengan Kroasia, yang berada di posisi runner-up, semakin jauh. Saat ini Serbia bercokol di posisi 4 dan baru mengemas 4 poin sementara Kroasia sudah mengoleksi 13 poin.

Dua gol yang dicetak Mario Mandzukic dan Ivica Olic cukup untuk membuat Kroasia berpesta, dan untuk sementara memenangi head-to-head dalam perang sepakbola melawan Serbia. Kedua tim ini akan bertemu kembali di Beograd tanggal 6 September nanti.

4-4-2 versus 4-2-3-1

Menghadapi laga penuh gengsi di kandang sendiri, pelatih Kroasia Igor Stimac tak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan serangannya. Dengan menggunakan pola 4-4-2 ia memasang 4 pemain bertipikal attacking mielfider di lini tengah yaitu Niko Kranjcar, Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Ivica Olic.

Posisi Modric yang biasanya diplot sebagai playmaker sedikit diturunkan menjadi deep lying, sejajar dengan Kovacic sebagai defensive mieldfider. Sementara itu, Posisi Kranjcar dan Rakitic di pasang melebar ke kedua sayap. Kranjcar di kiri dan Rakitic kanan. Jangkauan area posisi dua pemain ini tak mentok hanya di sayap, secara bergantian mereka harus bergeser ke tengah menjadi playmaker menyalurkan bola ke depan.

Dengan starting eleven seperti ini formasi Kroasia menjadi lebih fleksibel. Saat menyerang, Modric akan naik kedepan mengapit Kranjcar dan Rakitic. Posisi yang ditinggalkan Modric diisi Vedran Vorluca dan formasi menjadi 3-2-3-2.

Yang menarik, sejak menit awal Igor Stimac lebih memilih memasang Ivica Olic untuk mendampingi Mario Mandzukic di lini depan ketimbang Nikica Jelavic. Posisi Olic yang lebih bersifat AM yang menjadi penyebabnya. Kondisi ini membuat Kroasia cukup bisa mengimbangi pertarungan di lini tengah, pasalnya, Serbia menggunakan pola 4-2-3-1.

Di kubu lawan, saat menghadapi tim-tim unggulan di babak penyisihan kualifikasi Grup A seperti Wales dan Belgia, Sinisa Milhajovic memang selalu menggunakan pola itu. Sayangnya, Serbia kehilangan centre back andalannya, Nenad Tumovic, akibat hukuman kartu merah di pertandingan sebelumnya saat menghadapi Siprus. Posisinya kemudian diganti oleh pemain Chelsea, Branislav Ivanovic, yang telah lama absen.
Halaman 1 2 3
(a2s/roz)
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: info[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
email: sales[at]detik.com

Quotes

  • "Arsenal were lucky not to finish with 8 men. If [Danny] Welbeck's isn't a red card, it's an orange card." 

    Jose Mourinho

  • “For years the same old incidents keep happening. I don't know if we were beaten by referees, but we certainly were not beaten by Juventus tonight.”

    Francesco Totti