About The Game
Minggu, 21 Desember 2014

Liga Champions

Liga Champions
Thursday, 11 April 2013 01:45 WIB
Camp Nou
Wasit:
Jumlah Penonton:

Liga Champions: Barcelona 1-1 PSG

Taktik Jitu Ancelotti, Peran Vital Lionel Messi

Vetricia Wizach - detikSport
Kamis, 11/04/2013 14:43 WIB
Halaman 1 dari 3
thumbnail AFP/Jose Jordan
Barcelona berhasil memastikan satu tempat di semi final Liga Champion 2013 setelah bermain imbang 1-1 dengan Paris St Germain. Meski Barcelona maupun PSG tidak ada yang menderita kekalahan dalam dua leg perempat final, Barcelona dinyatakan lolos karena aturan gol tandang.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, PSG sebenarnya berhasil menguasai permainan selama 60 menit. Dengan formula bermain secara sempit di area tengah, dan tidak memanfaatkan lebar lapangan, berkali-kali Zlatan Ibrahimovic dkk menghujam jantung pertahanan La Blaugrana dan membuat Gerard Pique, atau Adriano, ketar-ketir.

Namun, semua berubah saat Lionel Messi masuk dan menggantikan Cesc Fabregas. Barcelona kemudian kembali menguasai permainan melalui penguasaan bola dan gantian berulang kali mengancam gawang Salvatore Sirigu. Sembilan menit setelah Messi masuk, Barcelona pun sukses mencetak gol.

Kekuatan Lini Tengah PSG

Walau menggunakan formasi yang sama dengan minggu lalu, Ancelotti melakukan beberapa perubahan di lini tengah. Duet David Beckham-Blaise Matuidi ditukar dengan Thiago Motta dan Marco Veratti. Motta sendiri ketika masih berkostum Inter Milan pernah menghadapi Barcelona dan fasih menghadapi trio Xavi Hernandez-Andres Iniesta-Sergio Busquets.

Satu hal yang menarik untuk dicatat dari lini tengah PSG adalah bagaimana bentuknya yang berubah saat bertahan maupun saat menyerang. Ketika Barcelona memiliki penguasaan bola, maka keempat orang pemain tengah PSG akan bermain sejajar, sebagaimana formasi 4-4-2 tradisional, untuk memperkecil ruang di antara pemain Barcelona.

Hal inilah yang menyebabkan baik Iniesta maupun Fabregas jarang mendapatkan ruang untuk memberikan umpan-umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Acap kali Iniesta dan Fabregas tertahan di sepertiga lapangan akhir oleh garis lini tengah PSG dan bahkan tak bisa bergerak masuk ke kotak penalti.

 


Grafik passing Iniesta dan Fabregas hingga menit 60 (tak sekalipun berhasil mengirim umpan terobosan ke kotak penalti). Sumber: Squawka.com

 
Namun, susunan lini tengah ini berbeda saat PSG menyerang. Ancelotti membentuk lini tengahnya seperti formasi berlian, yaitu Veratti berada posisi di paling dalam, Motta bergerak naik di kanan, Pastore di kiri, dan Lucas Moura acap kali berada di puncak formasi berlian. Formasi inilah yang sering digunakan oleh Ancelotti ketika masih mengarsiteki AC Milan.

Dengan menggunakan formasi berlian di lini tengah ini, Ancelotti memastikan akan ada minimal 4 pemain yang fasih mendistribusi umpan di area pertahanan Barcelona sekaligus mampu untuk bergerak masuk ke kotak penalti: Moura, Pastore, Ezequiel Lavezzi, dan Ibrahimovic.

Kombinasi keempatnya ini kerap merepotkan duet Pique-Adriano, karena kedua center-back Barcelona tidak memiliki satu pemain yang menjadi titik fokus. Saat Lavezzi bergerak masuk ke kotak penalti, maka Ibra akan menunggu dan mengalirkan bola. Hal yang sama juga dilakukan oleh Moura dan Pastore yang bergantian memasuki area gawang Victor Valdes. Tak heran gol PSG lahir dari proses seperti ini. Ibra mengalirkan bola, sementara Lavezzi dan Pastore bergerak cepat untuk masuk ke kotak penalti.

Tapi, bisa dikatakan para penyerang PSG sendiri kurang efektif dalam menyelesaikan serangan- serangan ini. Terhitung delapan kali mereka bisa menembus kotak penalti Barcelona dan bahkan bisa berhadap-hadapan dengan Valdes, namun hanya satu yang berhasil jadi gol.
 

 

Rebut Bola dari Tengah
Halaman 1 2 3
(krs/roz)
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: info[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
email: sales[at]detik.com

Quotes

  • "I am so proud the fans still sing my name, but I fear tomorrow they will stop. I fear it because I love it. And everything you love, you fear you will lose." 

    Eric Cantona

  • “If someone is too perfect they won't look good. Imperfection is important.”

    Eric Cantona