Senin, 26 September 2016

WIB
Wasit:
Jumlah Penonton:

Liga Inggris: Tottenham 3-1 Man City

Perubahan Taktik yang Sempurna dari Villas-Boas

Zen Rachmat Sugito - detikSport
Senin, 22/04/2013 11:13 WIB
Perubahan Taktik yang Sempurna dari Villas-Boas Shaun Botterill/Getty Images
Tottenham Hotspur mendapatkan apa yang mutlak mereka butuhkan untuk menjaga peluang lolos ke Liga Champions musim depan. Sebaliknya, Manchester City tak bisa lagi menunda pesta juara Manchester United.

Spurs mendapatkan angin segar dengan kembalinya Gareth Bale yang absen dalam beberapa pertandingan karena cedera. Absennya Bale memang sangat mengganggu performa Spurs. Sementara Roberto Mancini mesti merelakan goal-getter mereka, Kun Aguero, duduk di bangku cadangan karena dianggap belum cukup fit untuk jadi starter.

Turun dengan formasi yang hampir serupa, 4-2-3-1, City terlihat lebih berbahaya dan menjanjikan di babak I. Tapi Spurs bisa mengembalikan keadaan hanya dalam waktu 7 menit. Andre Villas-Boas menunjukkan dia punya alternatif yang gagal diantisipasi oleh Mancini.

Babak I: Dominasi Tevez-Milner



Chalkboard di atas adalah semua umpan sukses yang diproduksi oleh City sepanjang babak I. Dari situ bisa digambarkan apa dan bagaimana mereka bisa jauh lebih berbahaya sepanjang babak pertama dibandingkan Tottenham.

Di babak ini Spurs memang mendominasi penguasaan bola dengan perbandingan 55%-45%. Tapi City terlihat jauh lebih berbahaya. Mereka berhasil membuat 7 percobaan mencetak gol, 4 di antaranya di dalam kotak penalti. Kunci dari performa City adalah mengekploitasi sisi kiri pertahanan dan lini kedua Spurs.

Benoit Assou-Ekotto dan Gylfi Sigurdsson di sisi kiri tak mampu mengimbangi agresivitas James Milner dan Pablo Zabaleta. Ditambah dengan pergerakan Tevez yang banyak bergerak di kanan, praktis City sangat mudah mengganggu Spurs dari sisi itu. Chalkboard di atas membuktikan dominasi sisi kanan penyerangan City di final-third.

Satu-satunya gol yang dicetak City pun hasil dari mengeksploitasi area yang dijaga oleh Ekotto. Tevez yang bergerak ke kanan berhasil mengirim umpan kepada Milner yang menusuk ke dalam kotak penalti. Milner lantas mengirim umpan silang yang berhasil dieksekusi oleh Nasri. 1-0.

Kombinasi Milner dan Tevez ini vital dalam setiap upaya City membongkar pertahanan Spurs. Tujuh percobaan mencetak gol City di babak ini 5 di antaranya berasal dari key-passes keduanya: Tevez 3, Milner 2.

Selain merusak pertahanan Spurs dari sisi kanan yang dijaga Ekotto, City juga banyak membuat peluang lewat serangan di jantung pertahanan tuan rumah. Bahkan semua percobaan mencetak gol City di babak I dilakukan di area yang dijaga duet center-back Vertonghen-Dawson ini.



Dan lagi-lagi Tevez menjadi aktor utamanya. Ditandemkan dengan Edin Dzeko, pemain Argentina ini lebih banyak bergerak di belakang Dzeko, mengeksploitasi celah yang ditinggalkan oleh Scott Parker. Sebanyak 3 key-passes yang dibuat Tevez [dalam chalkboard di atas digambarkan dengan warna kuning] berasal dari area di antara lini tengah dan barisan pertahanan Spurs.

Lini tengah Spurs memang kerepotan membendung high-pressing yang diterapkan City. Kombinasi Parker dan Dembele kesulitan melepaskan diri dari tekanan City yang berani menekan sejak bola masih berada di daerah Spurs. Keberadaan Tevez yang gigih menjemput dan membawa bola di lini kedua ini memaksa Parker untuk lebih banyak bertahan di belakang dan meninggalkan Dembele sendirian sebagai penghubung ke lini depan.

Dengan Clint Dempsey lebih sering terpatok di sisi kanan dan Sygurdsson yang sibuk membantu Ekotto, maka ada gap antara lini kedua Spurs dengan Adebayor di depan dan Gareth Bale yang ditempatkan di belakang Adebayor. Ini memudahkan pekerjaan City. Duet Gareth Barry dan Yaya Toure yang menjaga kedalaman City berhasil membuat Bale nyaris tak berguna sepanjang babak I.

Babak II: Perubahan Strategi Spurs

City memulai babak II dengan sebuah kejutan: Milner yang tampil bagus di babak I digantikan oleh Alexandar Kolarov. Keluarnya Milner karena cedera ini berdampak signifikan. Nasri yang kini menempati posisi Milner di kanan dan Kolarov sebagai pengganti yang bermain di sisi kiri tidak cukup tajam dalam membongkar pertahanan Spurs. Tevez yang jadi faktor utama ketajaman City di babak I praktis tak punya tandem sebaik Milner.

Sementara Spurs juga melakukan beberapa perubahan. Beban harus mengamankan tiga angka guna menjaga peluang lolos ke Liga Champions memaksanya untuk lebih agresif.

Ada perubahan penting yang dibuat AVB di awal babak II: menukar posisi Gareth Bale dan Clint Dempsey. Jika di babak pertama Dempsey bermain di kanan, AVB menggesernya lebih ke tengah di belakang Adebayor. Sementara posisi Dempsey sendiri ditempati oleh Bale yang sepanjang babak I praktis tak berkutik menghadapi duet Barry-Toure yang disiplin melindungi pertahanan City.



Tapi perubahan strategi ini tidak banyak mengubah arah permainan. Pada 15 menit awal di babak II, City justru mengambil alih kendali penguasaan bola. Dempsey yang punya kemampuan bertahan jauh lebih baik dari Bale memang bisa membuat pertarungan di lini tengah jadi lebih seimbang. Setidaknya, kendati City lebih mendominasi penguasaan bola, tapi kali ini anak asuh Mancini itu tak cukup berbahaya. Tak ada satu pun percobaan mencetak gol yang bisa dibuat City sepanjang menit 45-60.



Tapi persoalannya masih sama bagi Spurs: lini tengah mereka tetap tak mampu memasok umpan-umpan matang kepada Adebayor sebagai target-man. Ditempatkannya Bale di flank kanan juga belum termaksimalkan karena dia juga tak mendapat umpan-umpan yang bisa memaksimalkan kecepatannya.

AVB merespons situasi ini dengan melakukan dua pergantian pemain dalam waktu yang hampir bersamaan. Dia menarik Sigurdsson dan Parker digantikan oleh Lewis Holtby dan Tom Huddlestone. 10 menit kemudian AVB kembali melakukan pergantian pemain dengan menarik Adebayor dan memasukkan Jermaine Defoe.

Sejak itulah arah permainan berubah cukup drastis. Tim berjuluk The Lilywhites ini lebih berani melakukan pressing kepada City. Kecepatan dan kelincahan Holtby membuat Zabaleta tak lagi leluasa naik ke atas guna menopang Nasri. Sementara agresivitas Huddlestone juga membuat Dembele-Dempsey bisa lebih banyak berada di final-third dibanding sebelumnya.

Semua gol yang dicetak oleh Spurs di babak II, yang lahir dalam interval hanya sekitar 7 menit, berasal dari perubahan taktik dan pergantian pemain yang dirancang oleh AVB dan terbukti berjalan dengan sempurna.

Gol penyama kedudukan Spurs berasal dari perubahan pertama AVB yang menukar posisi antara Dempsey dan Bale. Ditempatkan di posisi naturalnya sebagai flank, Bale berhasil menyodorkan umpan silang matang kepada Dempsey yang tiba-tiba menyeruak ke dalam kotak penalti. 1-1. Semua aktor pada gol pertama ini berasal dari pemain yang diubah posisinya.

Jika gol pertama Spurs buah dari pertukaran posisi pemain, gol kedua Spurs buah dari strategi pergantian pemain AVB. Gol dicetak oleh Defoe yang menggantikan Adebayor itu berasal dari umpan Holtby yang masuk menggantikan Sigurdsson. 2-1. Semua aktor di gol kedua ini adalah para pemain pengganti.

Sementara gol ketiga Spurs adalah buah kombinasi antara perubahan posisi pemain dan pergantian pemain. Bale yang mati kutu sepanjang babak I, ditempatkan kembali di sayap, berhasil menusuk ke dalam kotak penalti untuk menerima umpan pemain pengganti, Tom Huddlestone. 3-1.

Mancini bisa dikatakan sangat terlambat membuat antisipasi. Serangkaian perubahan yang dibuat oleh AVB sama sekali tak direspons dengan memadai oleh dia.

Keberanian dan agresivitas Holtby dalam membawa bola di kiri tampak jelas merepotkan Zabaleta. Ini yang tidak ada dalam diri Sigurdsson sepanjang 60 menit. Dan Holtby lebih leluasa lagi karena Nasri yang menempati posisi di depan Zabaleta tak sebaik Milner dalam hal kemampuan bertahan. Mancini terus membiarkan Zabaleta dieksploitasi oleh Holtby yang sering dibantu Dempsey.

Mancini baru melakukan perubahan di menit 83 saat skor sudah berbalik 3-1 untuk tim tuan rumah. Perubahan ini bisa dikatakan sangat terlambat. Kegagalan mengantisipasi perubahan strategi AVB ini jelas harus dibayar sangat mahal oleh Mancini: nanti malam Manchester United akan merebut juara Liga Inggris jika berhasil mengalahkan Aston Villa.


===

* Akun twitter penulis: @zenrs
* Sumber grafik: www.squawka.com



(din/a2s)


Redaksi: info[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
email: sales[at]detik.com

Quotes

  • Real Madrid is the most important thing that happened to me, both as a footballer and as a person.
    Read more at: http://www.brainyquote.com/quotes/authors/z/zinedine_zidane.html
    "I’d rather have that role (the super sub) and make an impact than play 200 games and be average.."

    Ole Gunnar Solskjaer

  • "Every disadvantage has its advantage."

    Johan Cruyff