About The Game
Selasa, 22 Juli 2014

Catatan Timo Scheunemann

Piala Konfederasi, Pentingkah?

Timo Scheunemann - detikSport
Jumat, 14/06/2013 10:35 WIB
Halaman 1 dari 2
thumbnail Ronald Martinez/Getty Images
Mulai Sabtu ini Piala Konfederasi digelar di Brasil. Turnamen yang pada tahun 1997 diambil alih oleh FIFA setelah di dua episode sebelumnya bernama King Fahd Cup dan selalu digelar di Arab Saudi ini mempunyai tujuan utama mempersiapkan negara tuan rumah Piala Dunia.

Bisa dikatakan Piala Konfederasi adalah semacam gladi resik bagi tuan rumah Piala Dunia. Karena itu, semenjak tahun 2005 Piala Konfederasi tidak lagi dijadwalkan dua tahun sekali melainkan 4 tahun sekali, persis setahun sebelum Piala Dunia digelar.

Siapkah Brasil sebagai penyelenggara? Sebagian Stadion belum rampung, namun menteri olahraga mereka, Aldo Rebelo, dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa persiapan Brasil layak diberi nilai 9, alias nyaris sempurna. Kita lihat saja nanti.

Memang tidak mudah mempersiapkan event terbesar di dunia. Bukan hanya standar stadion yang harus memenuhi syarat dengan sempurna (sampai-sampai harga stadion Sao Paulo, tempat pembukaan Piala Dunia dilangsungkan, membengkak hingga 100%!), tapi juga transportasi penonton, fasilitas komunikasi, keamanan dan dan lain-lain.

Banyak pihak kurang paham betapa kompleksnya persiapan negara host Piala Dunia, sedangkan beberapa tahun lalu Indonesia berani mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Kita semua tentu menginginkan hal tersebut, tapi jujur saja, masih belum waktunya.

So, oke, sebagai gladi resik Piala Dunia, dari segi kepanitiaan Piala konfederasi penting sekali artinya. Lantas bagaimana dengan nilai Piala Konfederasi dari sisi sport?

Untuk menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita melihat data-data yang ada terlebih dahulu. Opini tanpa adanya data yang dibaca/dievaluasi dengan benar, jadi kecil artinya.

Kalau kita bandingkan juara satu sampai tiga Piala Konfederasi dengan juara satu sampai tiga Piala Dunia setahun berikutnya kita dapatkan data sebagai berikut:


Tahun Peringkat 1-3 Piala Konfederasi Tahun Peringkat 1-3 Piala Dunia
1997 Brasil, Australia, Republik Ceko 1998 Prancis, Brasil, Kroasia
2001 Prancis, Jepang, Australia 2002 Brasil, Jerman, Turki
2005 Brasil, Argentina, Jerman 2006 Italia, Prancis, Jerman
2009 Brasil, AS, Spanyol 2010 Spanyol, Belanda, Jerman

Dari data di atas bisa disimpulkan hubungan kesuksesan suatu negara di Piala Konfederasi dan Piala Dunia relatif minim. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada fenomena tersebut.

Faktor utama adalah Piala Konfederasi tidak diikuti oleh banyak tim papan atas dunia. Masing-masing konfederasi yang bernaung di bawah FIFA (UEFA, AFC, OFC, CONCACAF, dan CONMEBOL) hanya mengirimkan juaranya saja. Keenam tim juara tersebut ditambah tuan rumah Piala Dunia yang akan datang, plus negara yang menjuarai Piala Dunia yang lalu melengkapi peta peserta yang berjumlah 8 tim dan dibagi ke dalam dua grup.
Halaman 1 2
(mfi/a2s)
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: info[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
email: sales[at]detik.com

Quotes

  • "We just stuck to our path and at the end we're standing here as world champions. It's an unbelievable feeling. The team stayed calm and patient, we knew that we had something left at the end." 

    Phillipp Lahm, after World Cup final (2014)

  • “Even so, we’re leaving here disappointed not to win the trophy given the way the final played out. That leaves us feeling very annoyed and angry, but we now need to look to the future.”

    Lionel Messi, after World Cup final (2014)