Selasa, 6 Desember 2016

Ini Dia Magista, Sepatu Bola Rajutan dari Nike

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Kamis, 06/03/2014 20:07 WIB
Ini Dia Magista, Sepatu Bola Rajutan dari Nike
"Misteri" Nike Magista akhirnya terkuak. Hari ini, Kamis (6/3/2014), Nike resmi memunculkan wujud sepatu terbaru keluaran mereka untuk Piala Dunia 2014.

Nike sempat membuat penggila sepakbola bertanya-tanya seperti apa Magista yang namanya sudah diregistrasi sejak Oktober 2013, dan video awalnya telah dirilis bulan lalu. Dalam video teaser tersebut ditampilkan sejumlah pemain top seperti Andres Iniesta, Mario Goetze, Arda Turan, Thiago Silva, David Luiz, dan Mamadou Sakho sebagai model iklannya, tapi sepatunya disamarkan alias dibuat blur, supaya jadi "misteri".

"Seperti kaus kaki", kata Iniesta sambil senyum-senyum bersiap mengenakannya. "Tak bisa dipercaya," versi Goetze.

Duo Denmark Christian Eriksen dan Viktor Fischer tertawa-tawa heran melihatnya. "Seperti kulit kedua", kata Eriksen dan Fischer, yang juga menjadi model iklan tersebut. "Ini adalah revolusi yang sesungguhnya," tambah Sakho.



"Sepakbola Tak Akan Pernah Lagi Sama", begitulah tagline yang diusung Nike untuk sepatu ini. Bisa jadi benar, karena seperti yang sudah-sudah Nike akan menyematkan teknologi terbaru di barisan sepatu anyarnya ini.

Adalah 'Flyknit' teknologi unggulan milik perusahaan apparel asal Amerika Serikat itu. Pada Magista 'Flyknit' melakoni debutnya di sektor sepakbola, karena sebelumnya teknologi itu hanya ada di barisan sepatu lari, basket, dan sepatu olahraga general.

Flyknit merupakan teknologi di mana Nike merekayasa benang dan kain demi bobot yang lebih ringan. Gampangnya, ini sepatu rajutan benang. Hanya saja, di ranah sepakbola mereka terbilang kalah start dari rival abadinya, Adidas, yang minggu lalu meluncurkan Primeknit, dan mengklaimnya sebagai sepatu bola rajutan pertama di dunia.

Teknologi Flyknit juga membuat sepatu terasa sangat pas dengan kaki, sehingga pemakainya seolah-olah memakai lapisan kulit kedua. Ia diklaim mampu beradaptasi dengan sempurna untuk setiap gerakan kaki.

Selain itu, teknologi 'Flyknit' memastikan sepatu dibuat hanya dengan satu potongan, sehingga tidak boros bahan dan mengurangi bagian-bagian yang tak diperlukan. Dengan demikian bobot terminimalisir sekaligus memberikan manfaat ramah lingkungan karena hemat bahan.

Nike mengembangkan teknologi ini berdasarkan pengalaman atlet-atlet lari dunia. Tuntutan untuk mencetak catatan waktu yang lebih baik jelas membuat pegiat olahraga lari senantiasa memikirkan cara untuk lebih cepat dan makin cepat, dan Nike menjawabnya dengan teknologi ini.

Rupanya, teknologi ini tak hanya jadi jawaban untuk para pelari, namun juga untuk para pesepakbola. Dengan sepatu yang ringan dan fit sempurna dengan kaki, para pesepakbola tentu bisa bergerak lebih leluasa.



Sepatu yang seolah kulit kedua ini niscaya bakal memaksimalkan kemampuan teknis pesepakbola. Bukankah bermain sepakbola terbaik itu bertelanjang kaki? Seperti yang pernah diungkapkan Neymar kala meluncurkan Nike 'Hypervenom'. 'Magista' mungkin bakal jadi jawaban sempurna di masa sekarang ini.

Berat 'Magista' tidak lebih dari 200 gram. Sebagai perbandingan, barisan sepatu lari Nike yang dibekali 'Flyknit' rata-rata beratnya sekitar 160 gram saja untuk ukuran 9.



'Magista' disebut-sebut bakal menggantikan lini sepatu CTR360 yang sudah 5 tahun beredar dan punya tiga generasi.



Ada lima tipe Magista yang dikeluarkan Nike ini. Versi terbaik, dengan tambahan "kaus kaki" sampai atas mata kaki adalah Magista Obra, yang dibanderol 275 euro. Di bawahnya adalah Magista Opus (200 euro), lalu Magista Orden (110 euro). Dua yang termurah adalah Magista Onda dan Magista Ola.








(a2s/raw)


Redaksi: info[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
email: sales[at]detik.com

Quotes

  • Real Madrid is the most important thing that happened to me, both as a footballer and as a person.
    Read more at: http://www.brainyquote.com/quotes/authors/z/zinedine_zidane.html
    "I’d rather have that role (the super sub) and make an impact than play 200 games and be average.."

    Ole Gunnar Solskjaer

  • "Every disadvantage has its advantage."

    Johan Cruyff