Piala Thomas
Taufik Minta Maaf
Jumat, 16/05/2008 22:12 WIB
(detiksport/Rossi Finza Noor)
Jakarta - Tim Piala Thomas Indonesia gagal memenuhi ekspektasi pencinta bulutangkis nasional untuk melaju ke final karena ditekuk Korea Selatan 0-3. Taufik Hidayat pun minta maaf.
Permintaan maaf yang ditujukan untuk tim Indonesia dan segenap masyarakat penggemar bulutangkis ini diungkapkan Taufik di konferensi pers pasca pertandingan di Istora Senayan, Jumat (16/5/2008).
"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," ucap tunggal kedua 'Merah Putih' ini dengan nada sesal.
"Sebenarnya saya merasa sudah meningkat dari pertandingan sebelumnya. Tapi kalah ya kalah. Saya tidak mau menyalahkan cedera atau apapun," lanjut Taufik kemudian.
Taufik mencoba menganalisis mengapa Indonesia gagal melaju ke partai puncak. "Tim ini bagus. Tapi tim bagus tanpa luck. Kami sudah berusaha keras sekali. Lihat tadi Sony (Dwi Kuncoro, tunggal pertama Indonesa) sudah berjuang mati-matian tapi tetap kalah," ujar Taufik.
"Saya tidak mau saling menyalahkan. Ini adalah tim. Tapi saya sebagai pemain siap bila harus menghadapi cercaan atau pertanyaan dari publik. Saya siap untuk itu," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Dukungan total yang diperlihatkan sekitar 7.500 penonton yang memadati Istora Senayan tak mampu mengubah peruntungan Indonesia. Padahal di babak-babak sebelumnya, sokongan ini cukup ampuh memberi semangat para pemain untuk meraih poin demi poin. Apakah para pemain terbebani?
"Tekanan dan beban itu pasti ada. Tapi saya senang dan bangga dengan dukungan penonton di sini. Meski kami kalah, mereka tetap memberi semangat. Sebelumnya, saya pernah dimaki penonton, tapi kini tidak. Saya bangga mereka bisa menerima kekalahan ini," tegas Taufik.
Ke depan, Taufik berharap dirinya tidak lagi menjadi ujung tombak di pergelaran Thomas Cup 2010. "Bukan saya tidak mau menjadi pemain Piala Thomas lagi. Tapi kalau bisa ada pengganti saya. Pengganti secara prestasi, pencapaiannya harus lebih baik dari saya. Malu kalau saya masih terpilih," tutup Taufik.
( arp / roz )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Permintaan maaf yang ditujukan untuk tim Indonesia dan segenap masyarakat penggemar bulutangkis ini diungkapkan Taufik di konferensi pers pasca pertandingan di Istora Senayan, Jumat (16/5/2008).
"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," ucap tunggal kedua 'Merah Putih' ini dengan nada sesal.
"Sebenarnya saya merasa sudah meningkat dari pertandingan sebelumnya. Tapi kalah ya kalah. Saya tidak mau menyalahkan cedera atau apapun," lanjut Taufik kemudian.
Taufik mencoba menganalisis mengapa Indonesia gagal melaju ke partai puncak. "Tim ini bagus. Tapi tim bagus tanpa luck. Kami sudah berusaha keras sekali. Lihat tadi Sony (Dwi Kuncoro, tunggal pertama Indonesa) sudah berjuang mati-matian tapi tetap kalah," ujar Taufik.
"Saya tidak mau saling menyalahkan. Ini adalah tim. Tapi saya sebagai pemain siap bila harus menghadapi cercaan atau pertanyaan dari publik. Saya siap untuk itu," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Dukungan total yang diperlihatkan sekitar 7.500 penonton yang memadati Istora Senayan tak mampu mengubah peruntungan Indonesia. Padahal di babak-babak sebelumnya, sokongan ini cukup ampuh memberi semangat para pemain untuk meraih poin demi poin. Apakah para pemain terbebani?
"Tekanan dan beban itu pasti ada. Tapi saya senang dan bangga dengan dukungan penonton di sini. Meski kami kalah, mereka tetap memberi semangat. Sebelumnya, saya pernah dimaki penonton, tapi kini tidak. Saya bangga mereka bisa menerima kekalahan ini," tegas Taufik.
Ke depan, Taufik berharap dirinya tidak lagi menjadi ujung tombak di pergelaran Thomas Cup 2010. "Bukan saya tidak mau menjadi pemain Piala Thomas lagi. Tapi kalau bisa ada pengganti saya. Pengganti secara prestasi, pencapaiannya harus lebih baik dari saya. Malu kalau saya masih terpilih," tutup Taufik.
( arp / roz )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
-
Jumat, 25/05/2012 08:24 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
628 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

