'Wasit Harus Hentikan Partai Berbau Rasis'

Muhammad Safrinal Lubis - detikSport
Rabu, 14/05/2008 15:15 WIB
FOTO:(AFP/Franck Fife)
Paris - Makian bernada rasisme makin marak terdengar di lapangan hijau. Wasit pun sudah seharusnya diberi hak untuk menghentikan pertandingan jika rasisme terjadi di Piala Eropa.

Pendapat tersebut dilontarkan bek veteran Prancis Lilian Thuram. "Di Piala Eropa nanti akan lebih bijak jika wasit ikut memikul tanggung jawab. Saya kira hal itu sangat penting. Wasit seharusnya punya kekuasaan menghentikan permainan jika dirasa perlu," tukasnya seperti dikutip YahooSport.

Ia menyatakan pendapatnya dalam konfrensi pers yang diadakan oleh European Commission againts Racism and Intolerance di Paris, Selasa (13/5/2008). Di kesempatan itu pula, kampanye "Unite againts Racism" untuk Euro 2008 secara remi diluncurkan.

Thuram, yang hijrah ke Prancis dari Guadeloupe (berada di kawasan Karibia) sewaktu anak-anak, mengaku sangat khawatir jika perilaku rasial dalam stadion terus berkembang.

"Adalah fakta bahwa dalam beberapa tahun belakangan kita menyaksikan persoalan ini makin bertambah. Rasisme sedang bangkit. Selama tak ada pendidikan yang mendalam tentang rasisme, keadaan tak akan berubah," ujarnya.

Menurut Thuram, pemain butuh merasa dilindungi. Tanpa adanya campur tangan wasit, pemain seperti Samuel Eto'o dan bek asal Maroko, Abdeslam Ouaddou, akan terpaksa mencari jalan keluar menurut caranya masing-masing.

Eto'o pernah melakukan itu sewaktu membela Barcelona melawan Real Zaragoza pada Februari 2006. Ketika bersiap-siap mengambil tendangan pojok, ia dihujani kata-kata "monyet". Striker asal Kamerun itu pun marah dan bermaksud meninggalkan lapangan, namun mengurungkan niatnya karena dibujuk oleh para pemain lain.

"Mengapa hanya Eto'o sendiri yang meninggalkan lapangan? Seharusnya wasit dan seluruh pemain meninggalkan lapangan bersama-sama. Jika hanya Eto'o, pemain berkulit hitam, yang meninggalkan lapangan, berarti itulah masalah yang sesungguhnya," kecam Thuram.

Kasus serupa juga menimpa Ouaddou saat membela Valenciennes menghadapi Metz pada 16 Februari 2007. Di partai Liga Prancis itu, sang kapten mencoba memanjat tribun untuk menantang para fans Metz yang telah menghinanya.

Meski telah menjelaskan duduk perkaranya, ia malah diganjar kartu kuning oleh wasit karena dinilai tidak sportif. Wasit berbohong dengan mengatakan bahwa Ouaddou tidak memberitahunya soal aksi rasial itu. Tapi, kamera TV dan para pemain berkata sebaliknya.

Akhirnya, seorang laki-laki berusia 38 tahun diketahui sebagai pelaku rasial tersebut. Ia dihukum 3 bulan penjara dan dilarang menonoton pertandingan selama 3 tahun. Mengingat profesinya sebagai agen keamanan, ia dikenai tambahan denda Rp 38,7 juta.

Thuram mengkritik cara wasit menangani insiden tersebut. "Ouaddou menjadi korban rasisme, lalu mencari tahu pelakunya sambil mencoba untuk mengerti, dan wasit mengganjarnya dengan kartu kuning," ujarnya terheran-heran. ( a2s / ian )



Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
    Telepon 021-7941177 (ext.524).
    Berita Terbaru +Indeks
    Siaran Langsung
    Channel Hari Tanggal Pertandingan
    RCTI Jumat, 23:00 WIB 15 Juni Ukraina vs Prancis
    RCTI Sabtu, 01:45 WIB 16 Juni Swedia vs Inggris
    RCTI Minggu, 01:45 WIB 17 Juni Yunani vs Rusia
    +Selengkapnya
    Klasemen
    Grup A
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Republik Ceko 0 0 0 0 0-0 0
    2 Rusia 0 0 0 0 0-0 0
    3 Yunani 0 0 0 0 0-0 0
    4 Polandia 0 0 0 0 0-0 0
    +Selengkapnya