Ulas Taktik

Denmark-Portugal: Pergantian Pemain yang Menentukan Hasil

Randy Prasatya - detikSport
Kamis, 14/06/2012 11:59 WIB
FOTO:Martin Rose/Getty Images
Jakarta - Setelah kalah di laga pertama, Portugal membuka peluangnya dengan mengalahkan Denmark 3-2 di pertandingan kedua mereka di Grup B. Strategi apa yang dipakai kedua tim, berikut analisisnya:

Denmark bermain dengan pola 4-2-3-1. Pola ini sama seperti ketika mereka menumpas Belanda di pertandingan pertama. Begitupun dengan Portugal, 4-3-3 menjadi andalan mereka seperti saat menghadapi Jerman.

Strategi pergantian pemain sangat menentukan di laga ini. Cederanya Niki Zimling di menit 16 memaksa Morten Olsen menurunkan Jacob Poulsen dan mengubah kesempatan Portugal dalam menyerang. Tidak maksimalnya Raul Meireles memaksa Paulo Bento menggantinya dengan Silvestre Varela, dan terbukti mengubah hasil akhir.

Ditarik keluarnya Zimiling

Denmark bermain dominan di babak pertama. Simon Kjaer dan Daniel Agger sering kali naik hingga garis tengah lapangan. Dengan sendirinya, dua pemain defensive midfielder (DM), William Kvist dan Zimling, akan naik hingga mendekati final third (sepertiga akhir lapangan). Ini membuat 3 gelandang tengah Portugal (Veloso-Moutinho-Meireles) lebih sering tertahan di daerahnya sendiri dan memaksa Portugal lebih sering bermain dengan bola-bola panjang untuk masuk menembus pertahanan Denmark.



Kombinasi Zimling-Kvist ini memang membuat Denmark seimbang. Ketika menyerang, Denmark banyak melakukannya dari sisi kiri, terutama melalui full-back kiri Simon Poulsen. Tiap Poulsen naik ke wilayah Denmark, Zimling dan/atau Kvist akan segera menutup wilayah yang ditinggalkan Poulsen. Dalam gambar di atas, ketika Poulsen (dalam tanda merah) memasuki daerah Portugal, duet Kvist (dalam tanda hitam) dan Zimling (dalam tanda kuning) menyeimbangkannya dengan menutup posisi Poulsen di sisi kiri pertahanan Denmark.

Namun, kekokohan lini tengah Denmark tidak bertahan lama. Zimling harus digantikan Poulsen di menit 16 karena cedera. Ini kehilangan besar. Saat mengalahkan Belanda, kombinasi Kvist dan Zimling inilah yang sukses melidungi pertahanan Denmark. Di laga itu Kvist memastikan kedalaman lini tengah Denmark aman dengan melacak pergerakan Sneijder, sementara Zimling diberi ruang untuk menopang Christian Eriksen di depan.

Jakob ternyata tidak sebagus Zimling dalam berkombinasi dengan Kvist menjaga keseimbangan tim. Portugal baru bisa leluasa menusuk dari tengah lapangan setelah Zimling keluar. Percobaan mencetak gol Portugal yang pertama baru bisa dilakukan justru setelah Zimling keluar.



Ini terlihat jelas dalam proses gol kedua Portugal. Kombinasi Pereira dan Nani (ada di sudut kiri) benar-benar tidak terjaga. Ketika Pereira mengirim bola ke Nani, Poulsen (dalam lingkaran merah) sudah telanjur berada di kotak penalti dan Poulsen (dalam lingkaran putih) terlambat mengisi posisi yang ditinggalkan Poulsen. Nani dengan leluasa mengirim umpan mendatar pada Helder Postiga yang sudah menunggu di dalam kotak penalti. Gol. 2-0.




Sulitnya menembus lawan dari tengah

Chalkboard umpan kedua tim di final third lawannya bisa menjelaskan bagaimana bola-bola panjang lebih mendominasi di babak pertama. Namun tidak ada satupun long ball yang menemui sasaran jika dilakukan dari area tengah ke depan. Umpan-umpan sukses di final third kedua tim lebih sering datang dari lebar lapangan.

Namun Denmark lebih baik dari segi kreasi permainan. Mereka bisa dengan cepat memindahkan serangan dari kanan dan kiri melalui long ball yang dominan diperankan oleh Kvist dari sisi tengah. Sedangkan Jacobsen lebih dominan menerima bola hasil long ball.

Gol kedua Portugal yang dicetak Postiga dan gol pertama Denmark lewat Nicklas Bendtner semuanya dimulai dari umpan yang datang dari lebar lapangan. Area tengah memang sangat sulit ditembus dan gol terjadi saat para gelandang bertahan kedua tim terlambat dalam menutup atau membantu full-back di sisi lebar lapangan, sebagaimana dijelaskan dalam proses gol Postiga tadi.

Babak II

Jakob Poulsen yang bermain sangat buruk ketika mengantikan Zimling di babak I, di babak II bermain jauh lebih baik. Jika di babak I ia sama sekali tidak mempunyai catatan dalam hal defensive action (tackle, clearance atau intercept), performanya di babak kedua sangat membantu kekuatan lini tengah Denmark, terutama memungkinkan Kvist bisa bermain lebih ke depan membantu Eriksen.

Dengan Poulsen yang konstan menjaga barisan pertahanan Denmark, Kvist bisa bergerak lebih banyak ke depan. Produksi umpan Kvist juga amat dominan. Ia membuat 75 umpan, tertinggi dari kedua tim. Uniknya, kendati banyak bergerak ke depan dan mendominasi produksi umpan, statistik Kvist dalam bertahan tetap menonjol. Dia tercatat membuat 6 intercept, tertinggi dari kedua tim.

Sebaliknya, Veloso yang di laga melawan Jerman berhasil memaksa Mesut Oezil lebih banyak bergerak ke labar lapangan, kali ini menurun. Diberi tugas melindungi barisan pertahanan, catatan defensive action Veloso minimal. Sepanjang laga ia hanya membuat 1 tackle dan 1 intercept serta hanya membuat 29 passing, terendah dari semua starter Portugal. Ini juga yang memaksa Moutinho dan Meireles bekerja lebih keras menambal kinerja Veloso dan berakibat minimnya dukungan pada trio Nani-Postiga-Ronaldo.

Strategi pergantian pemain:

Kendali Denmark mulai hilang saat Bento menggantikan Postiga dengan Nelson Oliveira. Berbeda dengan Postiga yang cenderung stagnan bergerak, Nelson justru lebih aktif bergerak, termasuk turun ke lini tengah. Ini amat signifikan dalam membuka ruang di daerah pertahanan Denmark. Peluang emas Ronaldo di menit 84 lahir karena pergerakan Nelson yang turun ke tengah dan ikut mencoba merebut bola berhasil menarik posisi Kjaer jauh ke depan.



Kita bisa melihat dari gambar di atas ketika Ronaldo gagal menceploskan bola ke gawang Denmark saat Ronaldo sudah 1 on 1 dengan Anderson. Proses dimulai saat Olivera (titik hitam) mengiring bola dan sukses menarik 2 pemain Denmark (Kjaer dan Agger) yang dengan sendirinya meninggalkan lubang di jantung pertahanan Denmark. Nani (titik putih) yang menerima bola dari Olivera, dengan cepat melakukan through pass kepada Ronaldo (titik merah).

Pergantian pemain yang dilakukan Bento kian efektif setelah Valera masuk mengantikan Meireles di menit 84. Skema pergantian pemain yang sama saat menghadapi Jerman di laga pertama ini lagi-lagi efektif. Jika saat menghadapi Jerman masuknya Verela hanya berhasil meningkatkan dominasi dan agresivitas Portugal, di laga ini masuknya Verela juga dikonversi menjadi gol.

Fernando-Ronaldo



Portugal bisa menambah gol jika Ronaldo bisa mengonversi setidaknya 2 peluang emas yang ia miliki. 2 peluang itu bahkan sudah dalam posisi duel satu lawan satu dengan kiper Denmark. Jika menghitung laga melawan Jerman, tercatat Ronaldo sudah tiga kali gagal mengonversi peluang emas berhadapan dengan kiper (sebagaimana Fernando Torres saat menghadapi Italia).

Dalam dua laga yang sudah dijalani, Ronaldo belum sekali pun mencetak gol. Total Ronaldo sudah membuat 10 percobaan mencetak gol (attempt) dan hanya 4 di antaranya yang menemui sasaran (on-target). Performa gemilang Ronaldo di klub, yang mampu mencetak 60 gol 55 pertandingan (dengan rata-rata 1 gol per 6,4 attempt) sama sekali belum terlihat Euro 2012 ini.

Anda bukan Fernando Ronaldo, bukan?

Kesimpulan

Pertandingan ini banyak ditentukan oleh strategi pergantian pemain yang dilakukan kedua tim, terutama Portugal.

Keluarnya Zmiling diganti Poulsen memberi kesempatan pada Portugal di babak I untuk bisa lebih aktif menyerang. Saat Poulsen sudah bisa menemukan ritme permainannya di babak II dan ikut andil membuat Portugal kesulitan besar menembus pertahanan Denmark dari lini tengah, Bento memecahkannya dengan memasukan Nelson dan Verela.

Bendtner dan Kvist adalah senjata utama yang dimiliki Olsen, tapi Olsen tak cukup memiliki alternatif dalam mengimbangi strategi pergantian pemain yang dilakukan Bento.



==
* Penulis adalah analis di Pandit Football Indonesia. @randyprasatya



Baca Ulas Taktik lain:
Ukraina vs Swedia
Prancis vs Inggris
Spanyol vs Italia
Belanda vs Denmark
Jerman vs Portugal



( a2s / din )



Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    page:
    Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
    Telepon 021-7941177 (ext.524).
    Berita Terbaru +Indeks
    Siaran Langsung
    Channel Hari Tanggal Pertandingan
    SCTV Jumat, 01:50 WIB 05 April Chelsea vs Rubin Kazan
    +Selengkapnya
    Klasemen
    Grup A
    No Team M M S K SG Nilai
    1 Republik Ceko 3 2 0 0 4-5 6
    2 Yunani 3 1 1 0 3-3 4
    3 Rusia 3 1 1 1 5-3 4
    4 Polandia 3 0 2 1 2-3 2
    +Selengkapnya