
Prandelli Memang Terbiasa dengan Pemain Bengal
Sabtu, 30/06/2012 05:17 WIB
FOTO:Getty Images/Claudio Villa
Krakow - Dipanggilnya Mario Baloteli (dan Antonio Cassano) ke timnas Italia membuat Cesare Prandelli banyak dikritik. Toh sejauh ini Prandelli sudah membuktikan ia enjoy bekerja dengan pemain-pemain bengal seperti itu.
Balotelli dan Cassano memang jadi andalan Prandelli sejak ia menangani tim ini selepas Piala Dunia 2010. Meski punya track record buruk soal kedisplinan kedua pemain itu relatif tampil bagus selama kualifikasi Piala Eropa.
Khusus Cassano, sebelum absen lama karena operasi jantung ia adalah topskorer Azzurri di kualifikasi dengan enam gol. Wajar jika Cassano selalu ditunggu kesembuhannya oleh Prandelli meski pun masih banyak striker Italia lainnya yang lebih fit.
Lain hal dengan Balotelli di mana striker 22 tahun itu kerap keluar masuk skuad Italia karena aksi kontroversialnya di dalam dan luar lapangan. Bahkan tak lama jelang bergulirnya Piala Eropa, Balotelli berulah saat laga melawan Arsenal yang membuat Roberto Mancini berang dan menghukumnya.
Tapi Prandelli tak menghiraukan segala suara sumbang saat ia tetap membawa Balotelli ke Polandia-Ukraina. Singkat cerita 'Super Mario' membuktikan dengan performa di atas lapangan dan tiga golnya berandil besar membawa Italia lolos ke final.
Ketika ditanya soal "resep rahasia" mengapa ia bisa membuat Balotelli dan Cassano jadi figur berbeda di turnamen ini, Prandelli mengatakan jika ia memang sudah terbiasa melatih pemain dengan tipe seperti itu.
Pengalaman tersebut didapat pria 53 tahun itu saat melatih Parma dan Fiorentina, di mana ada sosok Adriano dan Adrian Mutu. Seperti diketahui kedua pemain itu juga kerap bermasalah dengan indisipliner di mana Adriano terbawa pergaulan dunia malam serta Mutu yang sempat tersangkut kasus penggunaan narkoba.
"Saya sudah pernah melatih Adriano, (Adrian) Mutu, (Antonio) Cassano dan Balotelli," ujar Prandelli seperti dilansir Sportinglife.
"Sangat sulit untuk melatih mereka tapi itu menantang. Pada akhirnya, mereka lebih bisa dipercaya dibanding para pemain yang berpikir mereka adalah seorang juara padahal bukan. Mereka semua adalah pemain berkualitas dan bisa memberi Anda kemenangan," sambungnya.
"Dia (Balotelli) punya potensi luar biasa. Dia punya pelatih bagus di klub dalam diri Roberto Mancini yang membantunya berkembang," pungkasnya.
( mrp / mrp )
Balotelli dan Cassano memang jadi andalan Prandelli sejak ia menangani tim ini selepas Piala Dunia 2010. Meski punya track record buruk soal kedisplinan kedua pemain itu relatif tampil bagus selama kualifikasi Piala Eropa.
Khusus Cassano, sebelum absen lama karena operasi jantung ia adalah topskorer Azzurri di kualifikasi dengan enam gol. Wajar jika Cassano selalu ditunggu kesembuhannya oleh Prandelli meski pun masih banyak striker Italia lainnya yang lebih fit.
Lain hal dengan Balotelli di mana striker 22 tahun itu kerap keluar masuk skuad Italia karena aksi kontroversialnya di dalam dan luar lapangan. Bahkan tak lama jelang bergulirnya Piala Eropa, Balotelli berulah saat laga melawan Arsenal yang membuat Roberto Mancini berang dan menghukumnya.
Tapi Prandelli tak menghiraukan segala suara sumbang saat ia tetap membawa Balotelli ke Polandia-Ukraina. Singkat cerita 'Super Mario' membuktikan dengan performa di atas lapangan dan tiga golnya berandil besar membawa Italia lolos ke final.
Ketika ditanya soal "resep rahasia" mengapa ia bisa membuat Balotelli dan Cassano jadi figur berbeda di turnamen ini, Prandelli mengatakan jika ia memang sudah terbiasa melatih pemain dengan tipe seperti itu.
Pengalaman tersebut didapat pria 53 tahun itu saat melatih Parma dan Fiorentina, di mana ada sosok Adriano dan Adrian Mutu. Seperti diketahui kedua pemain itu juga kerap bermasalah dengan indisipliner di mana Adriano terbawa pergaulan dunia malam serta Mutu yang sempat tersangkut kasus penggunaan narkoba.
"Saya sudah pernah melatih Adriano, (Adrian) Mutu, (Antonio) Cassano dan Balotelli," ujar Prandelli seperti dilansir Sportinglife.
"Sangat sulit untuk melatih mereka tapi itu menantang. Pada akhirnya, mereka lebih bisa dipercaya dibanding para pemain yang berpikir mereka adalah seorang juara padahal bukan. Mereka semua adalah pemain berkualitas dan bisa memberi Anda kemenangan," sambungnya.
"Dia (Balotelli) punya potensi luar biasa. Dia punya pelatih bagus di klub dalam diri Roberto Mancini yang membantunya berkembang," pungkasnya.
( mrp / mrp )
-
Info EURO 2012
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detikSport.com,
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Rabu, 19/06/2013 21:22 WIB
RD Akan Panggil Pemain-pemain dari Luar Negeri
-
Rabu, 19/06/2013 22:25 WIB
Mourinho Senang Chelsea Awali Liga di Kandang
-
Rabu, 19/06/2013 21:43 WIB
West Ham Tuntaskan Transfer Carroll
-
Rabu, 19/06/2013 22:14 WIB
Rusia Tak Akan Lepas Capello ke PSG
-
Rabu, 19/06/2013 19:35 WIB
Setelah Beckham dan Cambiasso, Andik Juga Dapat Kaus Radja Nainggolan
-
Rabu, 19/06/2013 20:01 WIB
Andik Akui Timnas U-23 Masih Kurang Padu
-
Rabu, 19/06/2013 21:04 WIB
RD Sudah Dapat Gambaran Skuat Timnas U-23
-
Rabu, 19/06/2013 19:17 WIB
Meski Capek dan Tak Fit, Radja Enggan Diganti untuk Hormati Fans Indonesia
Berita Terbaru
+Indeks
-
Kamis, 05/07/2012 13:44 WIB
11 Pemain Berewok di Euro 2012
-
Kamis, 05/07/2012 09:40 WIB
Aragones: Gaya Spanyol Bukan dari Barcelona
-
Kamis, 05/07/2012 08:39 WIB
'Spanyol Terbaik? Tidak Jika Lawannya Brasil 1970'
-
Kamis, 05/07/2012 01:18 WIB
Hodgson Puas dengan Performa Inggris di Euro 2012
Siaran Langsung
| Channel | Hari | Tanggal | Pertandingan |
| SCTV | Jumat, 01:50 WIB | 05 April | Chelsea vs Rubin Kazan |
Klasemen
Grup A
| No | Team | M | M | S | K | SG | Nilai | |
| 1 | ![]() |
Republik Ceko | 3 | 2 | 0 | 0 | 4-5 | 6 |
| 2 | ![]() |
Yunani | 3 | 1 | 1 | 0 | 3-3 | 4 |
| 3 | ![]() |
Rusia | 3 | 1 | 1 | 1 | 5-3 | 4 |
| 4 | ![]() |
Polandia | 3 | 0 | 2 | 1 | 2-3 | 2 |





Fantasy



























