Sabtu, 13/08/2005 00:29 WIB

Championship Games IBL 2005

Juara, Aspac Ciptakan Rekor

Meliyanti Setyorini - detikSport
Jakarta - Hewlett Packard Aspac mencatat rekor fantastis dalam perhelatan A mild IBL 2005. Riko Hantono dkk menjadi juara tanpa terkalahkan. Rekor ini tercipta stelah Aspac menundukan juara bertahan Satria Muda Britama dalam gim kedua Championship Game yang berlangsung di Hall A Gedung Basket Senayan Jakarta, Jumat (12/8/2005) malam. Kemenangan Aspac digame kedua ini membuat Aspac unggul 2-0 sekaligus menlengkapi kemenangan Aspac musim ini menjadi menjadi 22-0 (22 kemenangan tanpa terkalahkan). Rekor yang diciptakan Aspac merupakan yang pertama dicapai oleh tim yang pernah berlaga di IBL maupun Kobatama. Selain itu Aspac juga menjadi tim pertama yang menjuara kompetisi basket sebanyak lima kali. Di gim kedua Championship Games yang berlangsung Jumat malam, Aspac mengungguli Britma 52-42. Tanda-tanda kemenangan Aspac telah terlihat sejak kuarter tiga. Setelah di kuarter pertama ketinggalan 9-11, Aspac hanya unggul satu angka di kuarter ke-2 (25-24). Tapi di kuarter 3 skuad besutan Tjetjep Firmansah melejit meninggalkan Britama dalam perolehan angka. Pada kuarter ini beberapa kali shooter-shooter Aspac mampu menciptakan angka dari lemparan jarak jauh. Rommy Chandra misalnya menyumbang 6 angka dari lemparan jarak jauh. Sementara Andy 'Batam' Poejakusuma dan Riko Hantono juga tidak mau ketinggalan dengan masing-masing menyumbang 3 angka dari lemparan jarak jauh. Sumbangan angka Aspac itu ditambah dengan aksi Hary Suharsono yang menyumbang 8 angka dan membuat keunggulan Aspac melebar menjadi 44-38 di akhir kuarter ke-3. Keunggulan 6 angka membuat Aspac semakin percaya diri di kuarter 4. Apalagi di kuarter ini Rico tampil luar biasa dengan sumbangan 8 angka. Rico sendiri akhirnya terpilih menjadi MVP dengan perolehan total 15 angka plus 6 rebound. Dikubu SM Britama Wellyanson Situmorang menjadi penyumbang angka terbanyak dengan sumbangan 14 angka dan 7 rebound. Usai pertandingan pelatih SM Britama Fiktor Roring mengatakan Aspac memang lebih unggul dari timnya dan pantas jadi juara. "Saya ingin mengucapkan selamat pada Aspac karena mereka memang pantas jadi juara. Di babak pertama kami bisa mengimbangi berkat kerja keras anak-anak yang bermain maksimal. Tapi berikutnya ami bermasalah dengan defensif rebound dan turn over," kata pelatih yang akrab dipanggil Ito ini. Ito sendiri memenuhi janjinya dengan menurunkan pemain yang lama cedera Wahyu Hidayat Jati. Meski hanya mencatat 2 angka wahyu tampil baik dalam membantu defense dengan sumbangan 5 rebound. "Turn over memang menjadi masalah, terutama buat Cacing dan Deni (Sumargo), tapi itu bisa dimaklumi karena kondisi fisik mereka pas-pasan, meski begitu buat saya mereka telah tampil luar biasa," lanjut Ito. Sementara Aspac menyatakan kebanggaannya menjadi juara dengan mencatat rekor tak terkalahkan. Padahal sebelumnya mereka tak terlalu yakin bisa menyapu bersih kemenangan. "Saya sebetulnya lebih tegang di gim kedua ini dan sama sekali nggak ada bayangan bisa menang. Meski kami punya rekor bagus di babak reguler kami tidak over confidence. Soalnya kalau merasa super pasti bisa kalah," kata Tjetjep sang pelatih Aspac Selain untuk Aspac, rekor juga dicatat oleh manajernya Irawan Haryono. Pria yang akrab disapa Kim Hong itu berhasil meraih gelar juaranya yang ketujuh selama bergulirnya Kobatama dan IBL.
(erk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru


MustRead close