Selasa, 06/09/2005 18:55 WIB

Kasus Doping

Tonton Kemungkinan Besar Absen di SEAG 2005

Erika Riswanti - detikSport
Jakarta - Kasus doping yang melibatkan pembalap sepeda Tonton Susanto tampaknya akan berakhir buruk. KONI Pusat yakin kemungkinan besar Tonton absen di SEA Games 2005. Pesimis, itulah yang dirasakan oleh Wakil Ketua KONI Pusat Djoko Pramono menanggapi kasus doping yang dialami oleh atlet balap sepeda andalan Indonesia, Tonton Susanto. Menurut Djoko, pihak UCI (Federasi Balap Sepeda Dunia) tampaknya tidak akan mengizinkan Tonton untuk turun di Sea Games 2005 di Filipina akibat kasus tersebut. "Sangat berat Tonton bisa ikut. Sebab sudah dua kali dia melakukan hal yang sama. Di Sea Games 1997 juga pernah kena. Kendati ISSI saat ini masih terus melakukan lobi di organisasi tersebut," ujar Djoko kepada wartawan di Gedung KONI, Selasa (6/9/2005). Pembalap berusia 33 tahun tersebut terkena kasus doping saat mengikuti turnamen balap sepeda di Qinghai, Cina pada Juli lalu. Tonton diindikasikan menelan obat yang mengandung bahan doping jenis efedrin, zat untuk membantu melegakan pernapasan. Hasil uji klinis panitia pertandingan Tour of Qianghai Lake menemukan tablet neo napacin yang diminum Tonton berkadar efedrin sebesar 13.7 ug/ml. Padahal batas yang ditetapkan UCI hanyalah 10 ug/ml. Meski berdalih menelan obat tersebut untuk menyembuhkan penyakit asmanya, namun tambah Joko, dalam dunia olahraga lebih mengedepankan sportifitas. etiap peraturan harus dijalankan atlet tanpa terkecuali. Oleh karenanya Djoko menyesal mengapa Tonton berbuat segegabah itu yang datang ke pertandingan tanpa didampingi dokter olahraga. Dengan kasus ini dua peluang medali SEAG di nomor individual time traiel dan road race akan semakin berat dicapai. "Kalau lobi ISSI ke UCI gagal maka mungkin digantikan atlet lain. Namun kami tidak akan memberangkatkan apabila kualitasnya jauh dibawahnya. Kecuali mereka yakin dapat medali," tandas Djoko.
(erk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com


MustRead close