Senin, 01/05/2006 17:01 WIB

Taufik Gak Suka Sistem Skor Baru IBF

Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
Sendai - Penggunaan sistem skor baru di ajang Piala Thomas dan Uber 2006 di Jepang tidak disukai Taufik Hidayat. Menurut juara dunia 2005 ini, penggunaan sistem ini membuat pertandingan tidak menarik. Federasi bulutangkis dunia (IBF) memang menerapkan sistem skoring baru di kejuaraan dunia badminton beregu putra dan putri kali ini. Reli poin dengan batas akhir poin 21 menggantikan sistem poin 15 angka. Namun banyak yang menilai bahwa sistem skoring ini tidak cukup bagus untuk diterapkan di badminton. Beberapa anggota tim Cina juga mengungkapkan hal ini sebelum Taufik menyepakati komentar tersebut. "Saya tidak menyukainya. Saya tidak mengerti kenapa IBF selalu mencoba untuk merubah peraturan yang ada. Di bawah format baru tidak ada situasi yang mengasyikkan dan juga para penonton tidak menyukainya. Pertandingan jadi terlihat monoton," ujarnya seperti dilansir Daily Times, Senin (1/5/2006). Taufik menambahkan bahwa IBF terlalu memikirkan keinginan sponsor dan rating televisi, sekaligus mengesampingkan keinginan pemain. "Tentu saja sponsor dan televisi terbilang penting, namun mereka seharusnya juga memikirkan para pemain," tuntut Taufik lagi. Bintang Cina Zhang Ning dan Xie Xingfang adalah atlet yang juga memiliki perasaan senada dengan Taufik. Mereka mengungkapkan bahwa sistem skoring baru ini membuat tenaga para pemain gampang terkuras dan membuat pertandingan (untuk putri) dirasakan berjalan sedikit lama dari biasanya (pertandingan dengan sistem skoring 15). Foto: Taufik Hidayat (AFP/Kazuhiro Nogi)
(ian)
Sponsored Link


Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru


MustRead close