Kimi Raikkonen
Dingin itu Emas
Senin, 22/10/2007 07:16 WIB

(AFP/Evaristo Sa)
Jakarta - Amat jarang ditemukan dari lidah Kimi Raikkonen komentar-komentar yang 'luar biasa'. Biarpun dikenal doyan mabuk, ia membuktikan bahwa diam (dingin) itu adalah emas.
"Si Manusia Es" alias Iceman telah memperoleh apa yang sudah lama diperkirakan orang, bahwa suatu saat pada diri pria Finlandia itu akan tersemat titel juara dunia Formula 1.
Mahkota itu tergapai setelah mengikuti 122 balapan, yang menyertai karirnya di Formula 1 sejak melakoni debutnya di tahun 2001 bersama Sauber. Dari jumlah tersebut Kimi hanya mengantongi 15 kemenangan, yang enam di antaranya terjadi musim ini.
Data yang terakhir menunjukkan bahwa pria berusia 28 tahun itu cepat berjodoh dengan Ferrari karena baru tahun ini ia membela "si Kuda Jingkrak". Hubungannya selama lima tahun dengan McLaren rupanya tidak memberinya kejayaan, walaupun dengan tim asal Inggris itu namanya dibesarkan dan kemampuannya terus terasah.
Kimi adalah tipikal pembalap yang penuh perhitungan dalam setiap strateginya. Sebagian bahkan menganggapnya pembalap yang "text book". Namun dari talenta yang dimilikinya, sejak lama ia diyakini bahwa suatu saat predikat juara dunia akan disandangnya. Dan masa itu adalah tahun ini.
Sebagai individu Kimi adalah sosok yang pendiam. Ia adalah contoh orang-orang yang 'sedikit bicara banyak bekerja'. Bos Ferrari Jean Todt pun mengakui Kimi tidak sekomunikatif Michael Schumacher, figur hebat yang ia gantikan di scuderia, tapi ia memiliki tingkat keseriusan yang amat tinggi. Kimi mungkin tidak banyak omong, tapi ia mendengarkan.
Pembawaannya yang dingin menjadikan Kimi jarang terlibat dalam kontroversi pekerjaannya di balik kokpit. Ia tak pernah melontarkan pernyataan-pernyataan "emosional", opini-opininya cenderung normatif. Beda sekali misalnya dengan Juan Pablo Montoya, bekas rekannya saat mereka masih membela McLaren.
Tindak-tanduk Kimi juga terjaga luar biasa. Sulit mendapatkan dia melonjak-lonjak di atas podium, seperti pernah dilakukan secara berlebihan oleh Schumi, yang membuat orang malah memandangnya seperti anak kecil yang habis dibelikan mainan baru.
Dalam berbicara Kimi juga termasuk orang yang tak punya ekspresi. Hampir semua kata-kata yang keluar dari mulutnya terlontar dalam raut wajah datar. Jika mengalami nasib sial ia sedih seadanya saja. Jika mendapatkan kemenangan, ia pun tampak senang seadanya saja.
Itu yang tercermin di sirkuit Interlagos, Brasil, tadi malam. Setelah menembus garis finis pertama, setelah memastikan dirinya keluar sebagai juara, setelah melakoni salah satu balapan terpenting dan terketat dalam karirnya, Kimi cukup mengangkat satu tangannya ke udara. Di atas podium ia tidak menebar tawa lebar-lebar -- tapi tetap tersenyum. Benar-benar "dingin".
Hal paling kontroversi yang pernah terpublikasikan tentang Kimi adalah kegemarannya ber-dugem dan mabuk-mabukan. Tapi itupun tidak meruntuhkan reputasinya sebagai pembalap yang brilian.
Musim ini ia membuktikan itu semua. Ia memenangi seri pembuka di Australia dan memenangi seri penutup di Brasil. Orang mengira ia kalah hebat dari Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, padahal tidak.
Hamilton memang fantastis dengan selalu naik podium pada sembilan seri pertama berturut-turut. Total rookie Inggris itu meraih empat kemenangan dan menaiki podium sebanyak 12 kali. Alonso juara menyabet empat kemenangan dan nampang di podium 12 kali.
Lebih burukkah Kimi? Tidak. Ia boleh retire dua kali, tapi dari 17 seri ia pun 12 kali hadir di podium. Pembedanya adalah Kimi merebut enam kemenangan di Melbourne, Magny Cours, Silverstone, Spa, Shanghai, dan Interlagos. Jelaslah bahwa statistik Kimi lebih baik dibanding duo McLaren itu, dan oleh karenanya mereguk saat keemasan dalam karirnya: menjadi juara dunia.
Biodata singkat Kimi Raikkonen:
Tanggal lahir: 17 Oktober 1979
Tempat lahir: Espoo, Finlandia
Status: Menikah
Tinggi: 175 cm
Berat: 62 kg
Jumlah kemenangan: 15
Total poin: 456
Jumlah balapan: 122
Pole Position: 14
Podium: 48
GP pertama: 2001 (Melbourne, Australia)
Kemenangan pertama: 2003 (Sepang, Malaysia)
Kemenangan terakhir: 2007 (Interlagos, Brasil)
( a2s / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
-
Selasa, 22/05/2012 06:47 WIB
Jelang GP Monako
Button Punya Urusan yang 'Belum Selesai' di Monako
-
Selasa, 22/05/2012 03:55 WIB
Williams Siap Hadapi GP Monako
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 10:21 WIB
Sixers-Celtics Harus Mainkan Game Ketujuh
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 10:13 WIB
Joey Barton dilarang bertanding
- Kamis, 24/05/2012 06:02 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 01:39 WIB
PBSI: Persiapan Sudah Optimal tapi Lawan Lebih Bagus
- Kamis, 24/05/2012 00:05 WIB
Piala Thomas-Uber
Tim Thomas-Uber Indonesia Cuma Sampai Perempatfinal
- Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
453 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
254 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
252 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
220 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
216 Komentar








Sending your message



.gif)

