Sakhir

Rossi Finza Noor - detiksport
Kamis, 05/06/2008 21:58 WIB

Jakarta - Sirkuit yang terletak di Sakhir, Bahrain, ini dibangun berkat usul Shaikh Salman bin Hamad Al Khalifa, Putra Mahkota Bahrain yang merupakan ketua Bahrain Motor Federation. Pembangunannya menghabiskan dana hingga 150 juta dollar AS.

Sirkuit yang berada di tengah-tengah padang pasir ini didesain oleh arsitek asal Jerman bernama Hermann Tilke, yang juga mendesain Sirkuit Sepang. Awalnya panitia setempat meragukan sirkuit ini bisa mengelar balapan F1 tahun 2004. Hal tersebut dikarenakan pembangunannya saat itu belum rampung seratus persen.

Permasalahan lainnya adalah, dikhawatirkan akan banyak pasir yang masuk ke lintasan sehingga mengganggu jalannya balapan.

Panitia pun sempat mengajukan perminataan untuk batal menggelar balapan. Namun, permintaan itu ditolak oleh Bernie Ecclestone. Dan, jadilah Sakhir menggelar balapan F1 pada tahun 2004 meski saat itu belum rampung pembangunannya.

Michael Schumacher menjadi pembalap pertama yang memenangi balapan di sirkuit sepanjang 5,4 kilometer ini. Sementara itu, pada tahun 2005 dan 2006 giliran Fernando Alonso--ketika itu membalap untuk Renault-- yang menjadi penguasa.

Sedangkan pada tahun 2007 dan 2008 giliran driver Ferrari, Felipe Massa, yang menjadi juara di sirkuit ini. Hal tersebut menjadikan Massa dan Alonso menjadi pembalap yang paling sering di sirkuit ini.

Dua kemenangan Massa itu juga membuat Ferrari menjadi pabrikan yang paling sering muncul sebagai juara di sirkuit ini.

Selain menggelar balapan F1, Sakhir juga sering digunakan untuk ajang drag race dan GP2. Pada tahun 2007 FIA memberikan Sakhir sebuah penghargaan bernama Exellence Award. Hal itu disebabkan karena Sakhir memiliki keamanan, kenyamanan, fasilitas medis, dan perawatan kelas atas.

( roz / din )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share:
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com