Valentino Rossi
Minggu, 08/06/2008 10:26 WIB

Jakarta -
Pentas MotoGP kerap menelurkan seorang pembalap legendaris di eranya masing-masing. Valentino Rossi adalah pembalap terakhir yang sudah pantas disemati gelar legenda.
Bagaimana tidak, lima gelar juara dunia telah direngkuh oleh Rossi di kelas tertinggi GP Motor (GP 500cc dan MotoGP). Ditambah satu gelar juara dunia 125 cc (1997) dan satu lagi di kelas 250cc (1999), maka lengkaplah pencapaian Rossi.
Rossi lahir pada 16 Februari 1979, di kota Urbino yang terletak di negeri yang sudah banyak melahirkan pembalap hebat, Italia. Ayahnya, Graziano, juga seorang mantan pembalap.
Ketertarikan Rossi pada dunia kebut-kebutan sebenarnya berawal dari kesukaan ke gokart. Pada usia lima tahun, Rossi kecil sudah mengendarai gokart yang ditenagai oleh sebuah mesin 100cc.
Rossi kemudian masih meneruskan hobinya ngebut dengan gokart di berbagai ajang. Meski begitu, ia juga mulai merambah balap motor. Faktor mahalnya biaya membalap di ajang karting membuat Rossi akhirnya berkonsentrasi diajang roda dua saja.
Setelah malang melintang di Italia, Rossi kemudian melangkah ke GP Motor kelas 125 cc pada tahun 1996 bersama pabrikan Aprilia. Di tahun debutnya ini, Rossi menyabet satu gelar juara, yakni di GP Ceko di sirkuit Brno.
Kejayaan Rossi pun dimulai. Setelah kenyang pengalaman di tahun 1996, Rossi akhirnya berhasil menjadi juara dunia pada tahun 1997. Rossi tampil dominan dengan menjuarai 11 dari 15 seri yang dipertandingkan sepanjang tahun.
Tahun 1998, Rossi naik kelas ke nomor 250 cc, juga masih bareng Aprilia. Gagal di tahun pertamanya, Rossi lantas menangguk sukses besar di tahun 1999. Gelar juara dunia diraihnya dengan memenangi sembilan seri.
Rossi pun naik ke kelas tertinggi, GP 500, pada tahun 2000 bersama Honda. Di tahun pertamanya itu, Rossi banyak dibantu oleh Mick Doohan, mantan juara dunia GP 500, serta mekanik andalannya, Jeremy Burgess.
Lagi-lagi, Rossi tak langsung berhasil di tahun pertamanya. Meski berhasil memenangi satu GP, yakni GP Brasil, Rossi gagal jadi juara dunia.
Tahun 2001, gelar juara dunia akhirnya didekap Rossi. Memenangi 11 GP, Rossi akhirnya sukses menjadi juara dunia di tahun terakhir pergelaran kelas 500cc (kelas MotoGP diperkenalkan pada 2001).
Berikutnya, kisah Rossi adalah sejarah. Gelar juara dunia MotoGP direngkuh pemuda berambut kriwil itu dari tahun 2002 hingga 2005. Artinya, total jenderal Rossi mengemas empat gelar tambahan.
Sinar Rossi sempat meredup di tahun 2006 dan 2007. Nicky Hayden menggondol gelar jawara dunia tahun 2006 dan Casey Stoner merebutnya setahun berikutnya.
Setelah dua tahun terpuruk, Rossi pun perlahan bangkit. Di musim kompetisi 2008, pembalap berjuluk The Doctor itu kembali masuk ke persaingan memperebutkan gelar juara dunia.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
| Profil | |
| Nama | Valentino Rossi |
|---|---|
| TTL | Urbino, 16 Februari 1979 |
| Nomor motor | 46 |
| Tim | Fiat Yamaha |
| Juara Dunia | 1997 (125cc). 1999 (250cc), 2001 (500cc), 2002-2005 (MotoGP) |
| Karir | 1996-1997 (Aprilia, 125cc); 1998-1999 (Aprilia, 250cc); 2000-2003 (Honda, 500cc-MotoGP); 2004-sekarang (Yamaha, MotoGP) |
Pentas MotoGP kerap menelurkan seorang pembalap legendaris di eranya masing-masing. Valentino Rossi adalah pembalap terakhir yang sudah pantas disemati gelar legenda.
Bagaimana tidak, lima gelar juara dunia telah direngkuh oleh Rossi di kelas tertinggi GP Motor (GP 500cc dan MotoGP). Ditambah satu gelar juara dunia 125 cc (1997) dan satu lagi di kelas 250cc (1999), maka lengkaplah pencapaian Rossi.
Rossi lahir pada 16 Februari 1979, di kota Urbino yang terletak di negeri yang sudah banyak melahirkan pembalap hebat, Italia. Ayahnya, Graziano, juga seorang mantan pembalap.
Ketertarikan Rossi pada dunia kebut-kebutan sebenarnya berawal dari kesukaan ke gokart. Pada usia lima tahun, Rossi kecil sudah mengendarai gokart yang ditenagai oleh sebuah mesin 100cc.
Rossi kemudian masih meneruskan hobinya ngebut dengan gokart di berbagai ajang. Meski begitu, ia juga mulai merambah balap motor. Faktor mahalnya biaya membalap di ajang karting membuat Rossi akhirnya berkonsentrasi diajang roda dua saja.
Setelah malang melintang di Italia, Rossi kemudian melangkah ke GP Motor kelas 125 cc pada tahun 1996 bersama pabrikan Aprilia. Di tahun debutnya ini, Rossi menyabet satu gelar juara, yakni di GP Ceko di sirkuit Brno.
Kejayaan Rossi pun dimulai. Setelah kenyang pengalaman di tahun 1996, Rossi akhirnya berhasil menjadi juara dunia pada tahun 1997. Rossi tampil dominan dengan menjuarai 11 dari 15 seri yang dipertandingkan sepanjang tahun.
Tahun 1998, Rossi naik kelas ke nomor 250 cc, juga masih bareng Aprilia. Gagal di tahun pertamanya, Rossi lantas menangguk sukses besar di tahun 1999. Gelar juara dunia diraihnya dengan memenangi sembilan seri.
Rossi pun naik ke kelas tertinggi, GP 500, pada tahun 2000 bersama Honda. Di tahun pertamanya itu, Rossi banyak dibantu oleh Mick Doohan, mantan juara dunia GP 500, serta mekanik andalannya, Jeremy Burgess.
Lagi-lagi, Rossi tak langsung berhasil di tahun pertamanya. Meski berhasil memenangi satu GP, yakni GP Brasil, Rossi gagal jadi juara dunia.
Tahun 2001, gelar juara dunia akhirnya didekap Rossi. Memenangi 11 GP, Rossi akhirnya sukses menjadi juara dunia di tahun terakhir pergelaran kelas 500cc (kelas MotoGP diperkenalkan pada 2001).
Berikutnya, kisah Rossi adalah sejarah. Gelar juara dunia MotoGP direngkuh pemuda berambut kriwil itu dari tahun 2002 hingga 2005. Artinya, total jenderal Rossi mengemas empat gelar tambahan.
Sinar Rossi sempat meredup di tahun 2006 dan 2007. Nicky Hayden menggondol gelar jawara dunia tahun 2006 dan Casey Stoner merebutnya setahun berikutnya.
Setelah dua tahun terpuruk, Rossi pun perlahan bangkit. Di musim kompetisi 2008, pembalap berjuluk The Doctor itu kembali masuk ke persaingan memperebutkan gelar juara dunia.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Minggu, 08/06/2008 10:26 WIB
Valentino Rossi
-
Minggu, 08/06/2008 10:20 WIB
FIAT Yamaha Team
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message




.gif)

