Robert Kubica
Minggu, 08/06/2008 11:09 WIB

Jakarta -
Robert Kubica kini mungkin menjadi olahragawan paling tekenal di Polandia. Itu bisa dimaklumi mengingat dia menjadi satu-satunya orang asal negara tersebut yang pernah berpartisipasi di F1.
Kebanggan publik Polandia pada Kubica juga makin berlipat karena pemuda 23 tahun itu tak Cuma jadi penggembira di lintasan jet darat. Memasuki musim ketiga Kubica sudah menorehkan prestasi yang sangat memuaskan.
Seperti kebanyakan pembalap, Kubica juga merintis karirnya dari ajang karting. Dari sinilah bakat besar membalap Kubica terlihat, tak lagi memiliki lawan di tanah airnya, pada tahun 1998 dia menuntut ilmu ke Italia dan langsung menjadi pembalap non-Italia pertama yang menjuarai International Italian Karting Championship.
Karir profesional Kubica dimulai tahun 2000 sebagai test driver untuk mobil Formula Renault 2000. Perjalanan karirnya berlanjut di berbagai ajang di beberapa negara berbeda seperti Formula Renault Italia, Eropa dan Brasil sebelum terjun ke F3 tahun 2003.
Baru pada tahun 2006 Kubica mulai terjun di F1 setelah direkrut sebagai pembalap ketiga BMW Sauber. Di tahun yang sama, setelah tampil meyakinkan di beberapa sesi latihan, Kubica menjalani balapan pertamanya menyusul absennya Jacques Villeneuve di GP Hungaria.
Dalam debutnya tersebut Kubica tampil meyakinkan dengan finish di posisi tujuh, sayang poinnya kemudian di cabut setelah F1.06 miliknya diketahui menyalahi batasan bobot kendaraan. Tapi keberuntunga Kubica berlanjut setelah dia naik pangkat menjadi pembalap utama menggantikan sang juara dunia tahun 1997.
Dasarnya berbakat, Kubica kemudian selalu berhasil menyelesaikan lomba di lima balapan tersisa musim 2006 dan bahkan naik podium di posisi ketiga pada GP Italia. Dari lima balapan yang dilaluinya musim itu, Kubica duduk di posisi 16 klasemen dengan poin 6.
Di musim 2007 barulah Kubica unjuk gigi setelah. Meski selalu gagal naik podium, Kubica tampil sangat konsisten sepanjang musim untuk kemudian duduk di posisi enam klasemen pembalap dengan poin 39.
Pada musim 2008, Kubica tampil cukup dan mengakhiri musim tersebut dia berada di posisi keempat klasemen akhir pembalap. Ia mengumpulkan 75 poin atau sama dengan yang dikumpulkan oleh pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen. ( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Robert Kubica kini mungkin menjadi olahragawan paling tekenal di Polandia. Itu bisa dimaklumi mengingat dia menjadi satu-satunya orang asal negara tersebut yang pernah berpartisipasi di F1.
Kebanggan publik Polandia pada Kubica juga makin berlipat karena pemuda 23 tahun itu tak Cuma jadi penggembira di lintasan jet darat. Memasuki musim ketiga Kubica sudah menorehkan prestasi yang sangat memuaskan.
Seperti kebanyakan pembalap, Kubica juga merintis karirnya dari ajang karting. Dari sinilah bakat besar membalap Kubica terlihat, tak lagi memiliki lawan di tanah airnya, pada tahun 1998 dia menuntut ilmu ke Italia dan langsung menjadi pembalap non-Italia pertama yang menjuarai International Italian Karting Championship.
Karir profesional Kubica dimulai tahun 2000 sebagai test driver untuk mobil Formula Renault 2000. Perjalanan karirnya berlanjut di berbagai ajang di beberapa negara berbeda seperti Formula Renault Italia, Eropa dan Brasil sebelum terjun ke F3 tahun 2003.
Baru pada tahun 2006 Kubica mulai terjun di F1 setelah direkrut sebagai pembalap ketiga BMW Sauber. Di tahun yang sama, setelah tampil meyakinkan di beberapa sesi latihan, Kubica menjalani balapan pertamanya menyusul absennya Jacques Villeneuve di GP Hungaria.
Dalam debutnya tersebut Kubica tampil meyakinkan dengan finish di posisi tujuh, sayang poinnya kemudian di cabut setelah F1.06 miliknya diketahui menyalahi batasan bobot kendaraan. Tapi keberuntunga Kubica berlanjut setelah dia naik pangkat menjadi pembalap utama menggantikan sang juara dunia tahun 1997.
Dasarnya berbakat, Kubica kemudian selalu berhasil menyelesaikan lomba di lima balapan tersisa musim 2006 dan bahkan naik podium di posisi ketiga pada GP Italia. Dari lima balapan yang dilaluinya musim itu, Kubica duduk di posisi 16 klasemen dengan poin 6.
Di musim 2007 barulah Kubica unjuk gigi setelah. Meski selalu gagal naik podium, Kubica tampil sangat konsisten sepanjang musim untuk kemudian duduk di posisi enam klasemen pembalap dengan poin 39.
Pada musim 2008, Kubica tampil cukup dan mengakhiri musim tersebut dia berada di posisi keempat klasemen akhir pembalap. Ia mengumpulkan 75 poin atau sama dengan yang dikumpulkan oleh pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen. ( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)





.gif)

