Williams F1 Teams
Minggu, 08/06/2008 12:24 WIB

Jakarta -
Sejarah tim Williams di Formula 1 tak bisa dilepaskan dari kiprah pendirinya, Sir Frank Williams. Bersama Patrick Head, Williams mendirikan Williams F1 pada tahun 1977.
Tim Williams untuk kali pertama terjun ke GP Argentina tahun 1978. Kemenangan pertama untuk tim yang bermarkas di Oxfordshire, Inggris, ini akhirnya datang melalui Clay Regazzoni pada GP Inggris 1979.
Williams, bersama McLaren dan Ferrari, adalah tim yang sudah mampu menorehkan 100 kemenangan. Kemenangan nomor 100 itu dicatatkan oleh Jacques Villeneuve pada tahun 1997, tepatnya di GP Inggris.
Sudah banyak pembalap-pembalap hebat yang sukses jadi juara dunia saat bergabung bersama Williams. Tahun 1980, Alan Jones sukses menjadi juara dunia pembalap sekaligus membawa Williams bertengger sebagai juara konstruktor.
Setelahnya, ada nama Keke Rosberg yang menjadi juara dunia 1982, Nelson Piquet pada 1987, Nigel Mansell pada 1992, Alain Prost pada tahun 1993 serta Damon Hill yang jadi jawara dunia 1996 dan 1997.
Selain tujuh gelar juara dunia pembalap, Williams juga memenangi sembilan gelar juara konstruktor. Selain tahun 1980 yang disebutkan di atas, gelar juga datang pada tahun 1981, 1986, 1987, 1992, 1993, 1994, 1996 dan 1997.
Tahun 1994, Williams kehilangan pembalapnya, Ayrton Senna, yang tewas dalam kecelakaan di GP San Marino. Padahal, Senna saat itu dianggap sebagai pembalap terbaik di F1.
Setelah kecelakaan yang merenggut nyawa Senna, Frank Williams, Head dan desainer Adrian Newey diajukan ke pengadilan atas tuduhan penghilangan nyawa orang lain. Kasus ini baru selesai pada tahun 2005, saat ketiganya dinyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.
Bersama Ferrari, McLaren dan Renault, Williams dianggap sebagai empat tim teratas di kompetisi F1 modern. Namun berbeda dengan tiga tim pertama yang dimiliki oleh produsen otomotif terkemuka, Williams dianggap sebagai tim independen karena dimiliki oleh perorangan.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
| Profil |
|
| Nama | AT&T Williams F1 Teams |
|---|---|
| Markas | Grove, Oxfordshire, Inggris |
| Team Principal | Sir Frank Williams, Patrick Head |
| Pembalap | Nico Rosberg (16) dan Kazuki Nakajima (17) |
| Test Driver |
Nicolas Hulkenberg |
| Sasis |
Williams FW31 |
| Mesin | Toyota RVX-09 |
| Ban | Bridgestone |
| Debut | GP Argentina 1978 |
| Juara Dunia Konstruktor |
9 (1980, 1981, 1986, 1987, 1992, 1993, 1994, 1996, 1997) |
| Juara Dunia Pembalap |
7 (1980, 1982, 1987, 1992, 1993, 1996, 1997) |
Sejarah tim Williams di Formula 1 tak bisa dilepaskan dari kiprah pendirinya, Sir Frank Williams. Bersama Patrick Head, Williams mendirikan Williams F1 pada tahun 1977.
Tim Williams untuk kali pertama terjun ke GP Argentina tahun 1978. Kemenangan pertama untuk tim yang bermarkas di Oxfordshire, Inggris, ini akhirnya datang melalui Clay Regazzoni pada GP Inggris 1979.
Williams, bersama McLaren dan Ferrari, adalah tim yang sudah mampu menorehkan 100 kemenangan. Kemenangan nomor 100 itu dicatatkan oleh Jacques Villeneuve pada tahun 1997, tepatnya di GP Inggris.
Sudah banyak pembalap-pembalap hebat yang sukses jadi juara dunia saat bergabung bersama Williams. Tahun 1980, Alan Jones sukses menjadi juara dunia pembalap sekaligus membawa Williams bertengger sebagai juara konstruktor.
Setelahnya, ada nama Keke Rosberg yang menjadi juara dunia 1982, Nelson Piquet pada 1987, Nigel Mansell pada 1992, Alain Prost pada tahun 1993 serta Damon Hill yang jadi jawara dunia 1996 dan 1997.
Selain tujuh gelar juara dunia pembalap, Williams juga memenangi sembilan gelar juara konstruktor. Selain tahun 1980 yang disebutkan di atas, gelar juga datang pada tahun 1981, 1986, 1987, 1992, 1993, 1994, 1996 dan 1997.
Tahun 1994, Williams kehilangan pembalapnya, Ayrton Senna, yang tewas dalam kecelakaan di GP San Marino. Padahal, Senna saat itu dianggap sebagai pembalap terbaik di F1.
Setelah kecelakaan yang merenggut nyawa Senna, Frank Williams, Head dan desainer Adrian Newey diajukan ke pengadilan atas tuduhan penghilangan nyawa orang lain. Kasus ini baru selesai pada tahun 2005, saat ketiganya dinyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.
Bersama Ferrari, McLaren dan Renault, Williams dianggap sebagai empat tim teratas di kompetisi F1 modern. Namun berbeda dengan tiga tim pertama yang dimiliki oleh produsen otomotif terkemuka, Williams dianggap sebagai tim independen karena dimiliki oleh perorangan.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message




.gif)

