Kimi Raikkonen
Minggu, 08/06/2008 12:39 WIB

Jakarta -
Sebelum terjun ke arena F1, Kimi Raikkonen sudah mulai membalap di lintasan karting sejak usia sepuluh tahun. Pada usia 15 tahun, dia menjalani balapan di Monako, yang merupakan debutnya membalap di luar Finlandia. Sialnya, dalam penampilan tersebut dia terkendala oleh patahnya stir mobil.
Masih di arena karting, Monako kembali menghadirkan momen tak terlupakan kali kedua Raikkonen tampil. Pada putaran pertama balapan, tabrakan membuatnya terlontar melewati pagar pembatas dan membuatnya menghadap arah yang salah. Namun Raikkonen tetap melajukan mobilnya sampai pagar pembatas habis dan dia pun menggotong kendaraannya sendiri kembali ke dalam lintasan. Meski mekaniknya mengira dia sudah retire dari balapan, Raikkonen justru bisa menyelesaikan dengan finis di urutan tiga.
Pada tahun 1999, Raikkonen sukses menjuarai Formula Renault 2000 UK Winter Championship. Setahun setelahnya titel jawara Formula Renault 2000 UK ganti digondol. Hal ini lantas membawanya ke arena F1.
Melihat penampilannya yang menjanjikan, Peter Sauber memberinya kesempatan untuk melakukan ujicoba dengan tim F1 Sauber pada September 2000 di Sirkuit Mugello. Setelah sejumlah ujicoba lainnya, Sauber mengikat Raikkonen untuk musim 2001. Problem kemudian timbul karena pengalamannya dinilai masih terlalu minim untuk mendapat Lisensi Super F1, kendati hal ini akhirnya berakhir dengan keuntungan buat Raikkonen.
Pada penampilan debutnya di GP Australia, Raikkonen langsung sukses mendulang poin dengan menempati posisi enam. Pada musim itu dia harus tujuh kali retire, kendati aksinya juga sudah mulai mencuri perhatian dengan dua kali finis di posisi empat, yakni pada GP Austria dan GP Kanada. Raikkonen mengakhiri musim ini dengan menempati posisi sepuluh klasemen pembalap. Bersama rekan setimnya, Nick Heidfeld, dia juga membantu Sauber membukukan hasil terbaik dalam sejarah tim itu, yaitu duduk di posisi empat klasemen konstruktor.
Penampilan menjanjikan membuat Raikkonen mulai dihubung-hubungkan dengan penyedia mesin Sauber, Ferrari. Namun justru McLaren yang menggaetnya di tahun 2002. Balapan pertamanya bersama McLaren berakhir dengan manis setelah bisa finis pada posisi tiga di seri pertama, GP Australia. Di akhir musim perdananya dia menempati posisi enam klasemen.
Prestasi tertinggi Raikkonen bersama McLaren diukir pada musim keduanya bersama tim yang berbasis di Woking, Inggris, itu. Dengan total 91 angka dia jadi runner-up di akhir musim, kalah dari Michael Schumacher. Raihan serupa diulanginya tahun 2005, di mana dia kembali hanya jadi pembalap terbaik kedua di akhir musim. Kali ini Fernando Alonso yang jadi juara dunia.
Pada tahun 2007, Raikkonen hijrah ke Ferrari yang baru saja ditinggalkan Michael Schumacher yang pensiun. Memulai dengan jadi juara di seri perdana, GP Australia, Raikkonen akhirnya menutup musim itu dengan sempurna usai menggenapi raihan poinnya jadi 110 angka, unggul satu angka dari duo McLaren Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, untuk jadi juara dunia..
Namun pada musim 2008, Kimi gagal mempertahankan gelarnya setelah pembalap McLaren, Lewis Hamilton berhasil merebutnya di seri terakhir yaitu GP Brasil. Pada musim lalu, Kimi harus puas berada di posisi ketiga setelah rekan setimnya, Felipe Massa. ( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sebelum terjun ke arena F1, Kimi Raikkonen sudah mulai membalap di lintasan karting sejak usia sepuluh tahun. Pada usia 15 tahun, dia menjalani balapan di Monako, yang merupakan debutnya membalap di luar Finlandia. Sialnya, dalam penampilan tersebut dia terkendala oleh patahnya stir mobil.
Masih di arena karting, Monako kembali menghadirkan momen tak terlupakan kali kedua Raikkonen tampil. Pada putaran pertama balapan, tabrakan membuatnya terlontar melewati pagar pembatas dan membuatnya menghadap arah yang salah. Namun Raikkonen tetap melajukan mobilnya sampai pagar pembatas habis dan dia pun menggotong kendaraannya sendiri kembali ke dalam lintasan. Meski mekaniknya mengira dia sudah retire dari balapan, Raikkonen justru bisa menyelesaikan dengan finis di urutan tiga.
Pada tahun 1999, Raikkonen sukses menjuarai Formula Renault 2000 UK Winter Championship. Setahun setelahnya titel jawara Formula Renault 2000 UK ganti digondol. Hal ini lantas membawanya ke arena F1.
Melihat penampilannya yang menjanjikan, Peter Sauber memberinya kesempatan untuk melakukan ujicoba dengan tim F1 Sauber pada September 2000 di Sirkuit Mugello. Setelah sejumlah ujicoba lainnya, Sauber mengikat Raikkonen untuk musim 2001. Problem kemudian timbul karena pengalamannya dinilai masih terlalu minim untuk mendapat Lisensi Super F1, kendati hal ini akhirnya berakhir dengan keuntungan buat Raikkonen.
Pada penampilan debutnya di GP Australia, Raikkonen langsung sukses mendulang poin dengan menempati posisi enam. Pada musim itu dia harus tujuh kali retire, kendati aksinya juga sudah mulai mencuri perhatian dengan dua kali finis di posisi empat, yakni pada GP Austria dan GP Kanada. Raikkonen mengakhiri musim ini dengan menempati posisi sepuluh klasemen pembalap. Bersama rekan setimnya, Nick Heidfeld, dia juga membantu Sauber membukukan hasil terbaik dalam sejarah tim itu, yaitu duduk di posisi empat klasemen konstruktor.
Penampilan menjanjikan membuat Raikkonen mulai dihubung-hubungkan dengan penyedia mesin Sauber, Ferrari. Namun justru McLaren yang menggaetnya di tahun 2002. Balapan pertamanya bersama McLaren berakhir dengan manis setelah bisa finis pada posisi tiga di seri pertama, GP Australia. Di akhir musim perdananya dia menempati posisi enam klasemen.
Prestasi tertinggi Raikkonen bersama McLaren diukir pada musim keduanya bersama tim yang berbasis di Woking, Inggris, itu. Dengan total 91 angka dia jadi runner-up di akhir musim, kalah dari Michael Schumacher. Raihan serupa diulanginya tahun 2005, di mana dia kembali hanya jadi pembalap terbaik kedua di akhir musim. Kali ini Fernando Alonso yang jadi juara dunia.
Pada tahun 2007, Raikkonen hijrah ke Ferrari yang baru saja ditinggalkan Michael Schumacher yang pensiun. Memulai dengan jadi juara di seri perdana, GP Australia, Raikkonen akhirnya menutup musim itu dengan sempurna usai menggenapi raihan poinnya jadi 110 angka, unggul satu angka dari duo McLaren Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, untuk jadi juara dunia..
Namun pada musim 2008, Kimi gagal mempertahankan gelarnya setelah pembalap McLaren, Lewis Hamilton berhasil merebutnya di seri terakhir yaitu GP Brasil. Pada musim lalu, Kimi harus puas berada di posisi ketiga setelah rekan setimnya, Felipe Massa. ( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)





.gif)

