Felipe Massa
Minggu, 08/06/2008 12:43 WIB

Jakarta -
Massa memulai aktivitas balapan di lintasan lewat ajang karting ketika dirinya berusia 8 tahun. Di akhir musim pertamanya itu, dia langsung bisa duduk di posisi empat. Selama tujuh tahun Massa terus bergelut di ajang itu baik di dalam dan luar negeri sebelum akhirnya banting setir ke Formula Chevrolet tahun 1998.
Pada tahun pertamanya, posisi lima berhasil dicatatkan Massa. Setahun setelahnya, dia jadi jawara usai memenangi tiga dari 10 balapan. Setelah dua tahun tampil di Formula Chevrolet, di tahun 2000 Massa beralih ke Eropa untuk menjajal seri Formula Renault Italia, yang kemudian dimenanginya bersama Formula Renault Eropa di tahun yang sama.
Setelah itu Massa berpeluang masuk ke ajang Formula 3 kendati dia memilih mengikuti seri Formula 3000 Eropa, di mana dia tampil dominan untuk jadi juara usai memenangi enam dari delapan balapan.
Ajang F1 baru dijajaki Massa tahun 2002 di bawah bendera Sauber. Di sana dia tampil cukup meyakinkan meski beberapa kali melakukan kesalahan. Di akhir musim dia mencetak empat poin, dengan finis di posisi lima pada GP Spanyol jadi raihan terbaik.
Tampil cukup menjanjikan tak bikin Massa dipertahankan Sauber yang malah kembali merekrut Heinz-Harald Frentzen untuk musim 2003. Massa sendiri menimba ilmu dengan jadi test driver Scuderia Ferrari --yang adalah penyedia mesin Sauber-- pada musim tersebut. Setelah semusim berlalu, Sauber akhirnya kembali memboyong Massa yang dinilai sudah punya pengalaman cukup.
Setelah bergabung kembali dengan Sauber Massa menutup musim 2004 itu dengan 12 poin, di mana raihan terbaiknya adalah finis di posisi empat di GP Belgia. Massa kembali mencatatkan hasil terbaik dengan finis di urutan empat pada musim 2005, yang sekaligus jadi tahun terakhirya bersama Sauber.
Massa kembali ke Ferrari tahun 2006, kendati kali ini statusnya bukan lagi test driver melainkan pembalap resmi tim itu, berdampingan dengan Michael Schumacher. Musim pertamanya bersama Ferrari dijalani dengan sukses dan Massa meraih podium teratas pertamanya pada musim ini di GP Turki. Di seri terakhir, dia juga menorehkan prestasi spesial dengan menjadi orang Brasil pertama yang juara di Interlagos --GP Brasil-- setelah kematian Ayrton Senna tahun 1993. Musim ini ditutup Massa dengan menempati posisi tiga klasemen pembalap di belakang juara dunia Fernando Alonso dan Schumacher.
Musim 2007 Massa mendapat rekan baru, Kimi Raikkonen, yang mengisi posisi Schumacher yang pensiun. Penampilannya kian membaik dari musim sebelumnya dan sukses menjuarai tiga seri. Performanya di GP Brasil yang adalah seri terakhir juga jadi salah satu penentu gelar juara dunia yang akhirnya jadi milik Raikkonen. Massa sendiri akhirnya duduk di posisi empat klasemen akhir pembalap dengan 94 poin, raihan tertingginya sejauh ini dalam semusim.
Sedangkan di musim 2008, Ferrari sempat berharap banyak pada pembalap asal Brasil ini. Namun Massa akhirnya gagal untuk merebut juara dunia F1 setelah terpaut hanya satu poin dari pembalap McLaren, Lewis Hamilton. ( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Massa memulai aktivitas balapan di lintasan lewat ajang karting ketika dirinya berusia 8 tahun. Di akhir musim pertamanya itu, dia langsung bisa duduk di posisi empat. Selama tujuh tahun Massa terus bergelut di ajang itu baik di dalam dan luar negeri sebelum akhirnya banting setir ke Formula Chevrolet tahun 1998.
Pada tahun pertamanya, posisi lima berhasil dicatatkan Massa. Setahun setelahnya, dia jadi jawara usai memenangi tiga dari 10 balapan. Setelah dua tahun tampil di Formula Chevrolet, di tahun 2000 Massa beralih ke Eropa untuk menjajal seri Formula Renault Italia, yang kemudian dimenanginya bersama Formula Renault Eropa di tahun yang sama.
Setelah itu Massa berpeluang masuk ke ajang Formula 3 kendati dia memilih mengikuti seri Formula 3000 Eropa, di mana dia tampil dominan untuk jadi juara usai memenangi enam dari delapan balapan.
Ajang F1 baru dijajaki Massa tahun 2002 di bawah bendera Sauber. Di sana dia tampil cukup meyakinkan meski beberapa kali melakukan kesalahan. Di akhir musim dia mencetak empat poin, dengan finis di posisi lima pada GP Spanyol jadi raihan terbaik.
Tampil cukup menjanjikan tak bikin Massa dipertahankan Sauber yang malah kembali merekrut Heinz-Harald Frentzen untuk musim 2003. Massa sendiri menimba ilmu dengan jadi test driver Scuderia Ferrari --yang adalah penyedia mesin Sauber-- pada musim tersebut. Setelah semusim berlalu, Sauber akhirnya kembali memboyong Massa yang dinilai sudah punya pengalaman cukup.
Setelah bergabung kembali dengan Sauber Massa menutup musim 2004 itu dengan 12 poin, di mana raihan terbaiknya adalah finis di posisi empat di GP Belgia. Massa kembali mencatatkan hasil terbaik dengan finis di urutan empat pada musim 2005, yang sekaligus jadi tahun terakhirya bersama Sauber.
Massa kembali ke Ferrari tahun 2006, kendati kali ini statusnya bukan lagi test driver melainkan pembalap resmi tim itu, berdampingan dengan Michael Schumacher. Musim pertamanya bersama Ferrari dijalani dengan sukses dan Massa meraih podium teratas pertamanya pada musim ini di GP Turki. Di seri terakhir, dia juga menorehkan prestasi spesial dengan menjadi orang Brasil pertama yang juara di Interlagos --GP Brasil-- setelah kematian Ayrton Senna tahun 1993. Musim ini ditutup Massa dengan menempati posisi tiga klasemen pembalap di belakang juara dunia Fernando Alonso dan Schumacher.
Musim 2007 Massa mendapat rekan baru, Kimi Raikkonen, yang mengisi posisi Schumacher yang pensiun. Penampilannya kian membaik dari musim sebelumnya dan sukses menjuarai tiga seri. Performanya di GP Brasil yang adalah seri terakhir juga jadi salah satu penentu gelar juara dunia yang akhirnya jadi milik Raikkonen. Massa sendiri akhirnya duduk di posisi empat klasemen akhir pembalap dengan 94 poin, raihan tertingginya sejauh ini dalam semusim.
Sedangkan di musim 2008, Ferrari sempat berharap banyak pada pembalap asal Brasil ini. Namun Massa akhirnya gagal untuk merebut juara dunia F1 setelah terpaut hanya satu poin dari pembalap McLaren, Lewis Hamilton. ( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message




.gif)

