Jarno Trulli
Minggu, 08/06/2008 12:48 WIB

Jakarta -
Jarno Trulli lahir dari keluarga penyuka balapan, sehingga nama depannya pun diambil dari nama pembalap Finlandia Jarno Saarinen yang terbunuh di Monza tahun 1973.
Setahun setelah menjuarai Formula Tiga Jerman tahun 1996, Trulli direkrut Minardi dan menjalani debutnya di ajang F1 pada GP Australia. Setelah tujuh seri, dia diboyong Prost untuk mengantikan Olivier Panis yang cedera. Di sini Trulli menutup musim pertamanya dengan menjanjikan, di mana hasil terbaiknya adalah bisa finis di posisi empat pada GP Jerman.
Di musim terakhirnya bersama Prost, tahun 1999, Trulli sukses menjejakkan kakinya untuk kali pertama ke podium setelah finis di urutan kedua pada GP Eropa. Setelah musim tuntas, Trulli hijrah ke tim Jordan yang dibelanya selama dua musim.
Kurang puas akan performa Jordan, Trulli akhirnya bergabung dengan Renault tahun 2002. Di musim pertamanya, dia belum bisa tampil maksimal kendati Renault tetap mempertahankan Trulli untuk dipasangkan dengan Fernando Alonso, test-driver yang baru dipromosikan, pada musim 2003.
Di musim 2003, Trulli akhirnya kembali bisa menaiki podium setelah tahunh 1999. Kali ini dia finis di posisi tiga pada GP Jerman. Namun performa Trulli musim ini secara umum terlihat kurang mengilap dibandingkan rekan setimnya, Alonso.
Pada tahun 2004, Trulli tampil luar biasa di seri-seri awal, sebelum akhirnya merengkuh gelar juara pertama di seri keenam musim itu, GP Monako. Sayang hubungannya dengan tim jadi tidak harmonis di paruh kedua musim ini dan Trulli pun dipecat saat musim masih menyisakan tiga seri lagi.
Trulli kemudian memulai petualangan baru bersama Toyota. Pada musim 2005, dia membuat torehan terbaiknya di tim itu sejauh ini. Pada GP Malaysia dan Bahrain dia sukses finis di posisi dua dan posisi ketiga ditempatinya di GP Spanyo.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Jarno Trulli lahir dari keluarga penyuka balapan, sehingga nama depannya pun diambil dari nama pembalap Finlandia Jarno Saarinen yang terbunuh di Monza tahun 1973.
Setahun setelah menjuarai Formula Tiga Jerman tahun 1996, Trulli direkrut Minardi dan menjalani debutnya di ajang F1 pada GP Australia. Setelah tujuh seri, dia diboyong Prost untuk mengantikan Olivier Panis yang cedera. Di sini Trulli menutup musim pertamanya dengan menjanjikan, di mana hasil terbaiknya adalah bisa finis di posisi empat pada GP Jerman.
Di musim terakhirnya bersama Prost, tahun 1999, Trulli sukses menjejakkan kakinya untuk kali pertama ke podium setelah finis di urutan kedua pada GP Eropa. Setelah musim tuntas, Trulli hijrah ke tim Jordan yang dibelanya selama dua musim.
Kurang puas akan performa Jordan, Trulli akhirnya bergabung dengan Renault tahun 2002. Di musim pertamanya, dia belum bisa tampil maksimal kendati Renault tetap mempertahankan Trulli untuk dipasangkan dengan Fernando Alonso, test-driver yang baru dipromosikan, pada musim 2003.
Di musim 2003, Trulli akhirnya kembali bisa menaiki podium setelah tahunh 1999. Kali ini dia finis di posisi tiga pada GP Jerman. Namun performa Trulli musim ini secara umum terlihat kurang mengilap dibandingkan rekan setimnya, Alonso.
Pada tahun 2004, Trulli tampil luar biasa di seri-seri awal, sebelum akhirnya merengkuh gelar juara pertama di seri keenam musim itu, GP Monako. Sayang hubungannya dengan tim jadi tidak harmonis di paruh kedua musim ini dan Trulli pun dipecat saat musim masih menyisakan tiga seri lagi.
Trulli kemudian memulai petualangan baru bersama Toyota. Pada musim 2005, dia membuat torehan terbaiknya di tim itu sejauh ini. Pada GP Malaysia dan Bahrain dia sukses finis di posisi dua dan posisi ketiga ditempatinya di GP Spanyo.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)





.gif)

