Timo Glock
Minggu, 08/06/2008 12:51 WIB

Jakarta -
Narir Glock dalam dunia otomotif dimulai pada tahun 1998 ketika dirinya masih berusia 15 tahun. ADAC Formula Junior Cup dijuarainya dua tahun berselang, dan satu tahun selanjutnya giliran BMW ADAC Formula Junior yang dimenanginya.
Glock lantas tampil di Formula Tiga Jerman tahun 2002 dan Formula Tiga Seri Eropa tahun 2003. Di sana dia masing-masing memenangi tiga lomba untuk menempati posisi tiga klasemen akhir di Formula Tiga Jerman dan lima pada Formula Tiga Seri Eropa.
Pada tahun 2004, tim F1 Jordan merekrut Glock sebagai test-driver, namun masalah kontrak pembalap tim itu, Giorgio Pantano, membawa berkah. Akibat masalah tersebut, Glock tampil untuk kali pertama di ajang F1 pada GP Monako untuk menggantikan Pantano.
Pada debutnya itu, Glock hanya finis di posisi 11, tapi posisinya terkatrol ke posisi 11 menyusul didiskualifikasinya Williams dan Toyota. Glock kembali mengisi posisi Pantano untuk tiga seri terakhir musim 2004, kendati dia tak bisa lagi mendulang poin tambahan. Meski begitu, nama Glock tetap tercatat sebagai salah satu pembalap yang sukses mengemas poin dalam penampilan debutnya di ajang kejuaraan F1.
Di tahun 2005, Glock banting setir ke ajang Champ Car. Hanya semusim dia bertarung di kompetisi ini karena dia kemudian mulai menjajal balapan GP2 pada tahun 2006. Di tahun yang sama Glock juga sempat mengujicoba mobil F1 kepunyaan BMW Sauber.
Pada musim 2007, Glock menjuarai GP2. Ini membuat namanya disebut-sebut akan kembali ke ajang F1, apalagi saat itu dia tercatat sebagai test-driver resmi BMW. Glock akhirnya memang mencebur kembali ke arena F1 tapi dengan mengusung panji Toyota. Sempat bermasalah karena masih terikat kontrak dengan BMW, dia akhirnya diperbolehkan bergabung dengan Toyota.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
| Profil |
|
| Nama | Timo Glock |
|---|---|
| TTL | Lindenfels, Jerman, 18 Maret 1982 |
| Nomor Mobil | 10 |
| Tim | Toyota F1 |
| Juara Dunia |
- |
| Debut | GP Kanada 2004 |
| Kemenangan Pertama | - |
| Karir | -2004: Jordan -2008-sekarang: Toyota |
Narir Glock dalam dunia otomotif dimulai pada tahun 1998 ketika dirinya masih berusia 15 tahun. ADAC Formula Junior Cup dijuarainya dua tahun berselang, dan satu tahun selanjutnya giliran BMW ADAC Formula Junior yang dimenanginya.
Glock lantas tampil di Formula Tiga Jerman tahun 2002 dan Formula Tiga Seri Eropa tahun 2003. Di sana dia masing-masing memenangi tiga lomba untuk menempati posisi tiga klasemen akhir di Formula Tiga Jerman dan lima pada Formula Tiga Seri Eropa.
Pada tahun 2004, tim F1 Jordan merekrut Glock sebagai test-driver, namun masalah kontrak pembalap tim itu, Giorgio Pantano, membawa berkah. Akibat masalah tersebut, Glock tampil untuk kali pertama di ajang F1 pada GP Monako untuk menggantikan Pantano.
Pada debutnya itu, Glock hanya finis di posisi 11, tapi posisinya terkatrol ke posisi 11 menyusul didiskualifikasinya Williams dan Toyota. Glock kembali mengisi posisi Pantano untuk tiga seri terakhir musim 2004, kendati dia tak bisa lagi mendulang poin tambahan. Meski begitu, nama Glock tetap tercatat sebagai salah satu pembalap yang sukses mengemas poin dalam penampilan debutnya di ajang kejuaraan F1.
Di tahun 2005, Glock banting setir ke ajang Champ Car. Hanya semusim dia bertarung di kompetisi ini karena dia kemudian mulai menjajal balapan GP2 pada tahun 2006. Di tahun yang sama Glock juga sempat mengujicoba mobil F1 kepunyaan BMW Sauber.
Pada musim 2007, Glock menjuarai GP2. Ini membuat namanya disebut-sebut akan kembali ke ajang F1, apalagi saat itu dia tercatat sebagai test-driver resmi BMW. Glock akhirnya memang mencebur kembali ke arena F1 tapi dengan mengusung panji Toyota. Sempat bermasalah karena masih terikat kontrak dengan BMW, dia akhirnya diperbolehkan bergabung dengan Toyota.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message




.gif)

