Casey Stoner
Minggu, 08/06/2008 12:55 WIB

Jakarta -
Stoner mulai berkompetisi dalam balapan pada usia muda, empat tahun, di Gold Coast Australia. Pada usia sembilan tahun, dia memenangi balapan pertamanya.
Pada usia 14 tahun, Stoner dan keluarga sepakat menuju Inggris untuk memupuk bakat membalapnya di road race. Hal ini dikarenakan usia minimal Australia untuk turut serta di road race adalah 16, sedangkan Inggris memiliki batas dua tahun lebih dini.
Dari tahun 2000 sampai 2002, ajang 125cc di Inggris dan Spanyol ditekuni Stoner. Salah satu capaiannya adalah memenangi Kejuaraan 125cc Aprilia di Inggris, sebelum akhirnya menjajal ajang 250cc tahun 2002 bersama Aprilia. Dari 15 balapan, Stoner sama sekali tak mampu menjejak podium.
Kategori 125cc kembali diikuti Stoner tahun 2003. Di sini dia sukses memenangi GP pertamanya dan tiga kali finis di posisi dua. Di akhir musim dia menempati posisi delapan klasemen pembalap.
Di musim 2004, Stoner masih tampil di 250cc kendati kali ini di bawah panji Red Bull KTM. Pergantian tim tak mengendala dia untuk tampil lebih baik. Satu GP lagi-lagi dimenanginya, plus dua kali runner-up dan tiga kali finis di posisi tiga. Urutan lima di akhir musim pun jadi ganjaran.
Pada musim 2005 Stoner mencoba peruntungannya lagi di 250cc bersama Aprilia. Kali ini dia tampil mengilap dan jadi salah satu penantang kuat gelar juara, bersaing dengan Dani Pedrosa. Namun kecelakaan yang dialami Stoner di GP Phillip Island membuatnya harus kehilangan poin berharga dan akhirnya harus puas di posisi dua dalam klasemen akhir.
Stoner berkiprah di MotoGP pada musim 2006 bersama Honda, meski sempat bernegosiasi dengan Yamaha. Pada balapan keduanya di kategori ini, dia sudah mampu mencatatkan posisi pole. Sayang penampilannya masih belum stabil hingga akhirnya hanya menempati posisi delapan di akhir musim, dengan raihan terbaik jadi runner-up di GP Turki.
Babak emas karir Stoner terjadi semusim setelahnya, yakni musim 2007, setelah bergabung dengan Ducati. Sepuluh seri, dari total 18, musim itu mampu dimenangi Stoner di atas Desmosedici GP7 untuk mengukuhkan diri jadi juara dunia.
Di musim 2008, Stoner didampingi oleh Marco Melandri yang menggantikan Loris Capirossi di Ducati.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
| Profil | |
| Nama | Casey Stoner (Australia) |
|---|---|
| TTL | Kurri Kurri, New South Wales, Australia /16 Oktober 1985 |
| Nomor motor | 1 |
| Tim | Ducati Marlboro Team |
| Juara Dunia | MotoGP (2007) |
| Karir | Honda 125cc (2001), Aprilia 250cc (2002), Aprilia 125cc (2003), KTM 125cc (2004), Aprilia 250cc (2005), Honda MotoGP (2006), Ducati MotoGP (2007-sekarang) |
Stoner mulai berkompetisi dalam balapan pada usia muda, empat tahun, di Gold Coast Australia. Pada usia sembilan tahun, dia memenangi balapan pertamanya.
Pada usia 14 tahun, Stoner dan keluarga sepakat menuju Inggris untuk memupuk bakat membalapnya di road race. Hal ini dikarenakan usia minimal Australia untuk turut serta di road race adalah 16, sedangkan Inggris memiliki batas dua tahun lebih dini.
Dari tahun 2000 sampai 2002, ajang 125cc di Inggris dan Spanyol ditekuni Stoner. Salah satu capaiannya adalah memenangi Kejuaraan 125cc Aprilia di Inggris, sebelum akhirnya menjajal ajang 250cc tahun 2002 bersama Aprilia. Dari 15 balapan, Stoner sama sekali tak mampu menjejak podium.
Kategori 125cc kembali diikuti Stoner tahun 2003. Di sini dia sukses memenangi GP pertamanya dan tiga kali finis di posisi dua. Di akhir musim dia menempati posisi delapan klasemen pembalap.
Di musim 2004, Stoner masih tampil di 250cc kendati kali ini di bawah panji Red Bull KTM. Pergantian tim tak mengendala dia untuk tampil lebih baik. Satu GP lagi-lagi dimenanginya, plus dua kali runner-up dan tiga kali finis di posisi tiga. Urutan lima di akhir musim pun jadi ganjaran.
Pada musim 2005 Stoner mencoba peruntungannya lagi di 250cc bersama Aprilia. Kali ini dia tampil mengilap dan jadi salah satu penantang kuat gelar juara, bersaing dengan Dani Pedrosa. Namun kecelakaan yang dialami Stoner di GP Phillip Island membuatnya harus kehilangan poin berharga dan akhirnya harus puas di posisi dua dalam klasemen akhir.
Stoner berkiprah di MotoGP pada musim 2006 bersama Honda, meski sempat bernegosiasi dengan Yamaha. Pada balapan keduanya di kategori ini, dia sudah mampu mencatatkan posisi pole. Sayang penampilannya masih belum stabil hingga akhirnya hanya menempati posisi delapan di akhir musim, dengan raihan terbaik jadi runner-up di GP Turki.
Babak emas karir Stoner terjadi semusim setelahnya, yakni musim 2007, setelah bergabung dengan Ducati. Sepuluh seri, dari total 18, musim itu mampu dimenangi Stoner di atas Desmosedici GP7 untuk mengukuhkan diri jadi juara dunia.
Di musim 2008, Stoner didampingi oleh Marco Melandri yang menggantikan Loris Capirossi di Ducati.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)





.gif)

