Marco Melandri
Minggu, 08/06/2008 12:57 WIB

Jakarta -
Melandri mulai terlibat dunia balapan pada usia enam tahun. Adalah pembalap Italia lainnya, Loris Capirossi, yang memperkenalkan Melandri pada dunia tersebut.
Pada tahun 1997, Melandri keluar jadi juara kejuaraan 125cc Italia, selain meraih posisi empat dalam kejuaraan 125cc Eropa. Dia juga mulai mencicipi kejuaraan dunia 125cc di Brno sebagai pembalap wild card.
Penampilan reguler di ajang kejuaraaan dunia 125 cc akhirnya didapatkan Melandri pada musim 1998. Dengan membela tim Benetton Honda, dia tampil memesona. Di seri keempat, Melandri sudah bisa melangkah ke podium dengan finis pada urutan kedua di Mugello, Italia.
Makin impresif setelah dia memenangi GP Belanda yang jadi seri ketujuh, pada usia 15 tahun 324 hari. Satu kemenangan lain ditorehkan Melandri di GP Ceko, Brno untuk menutup musim 1998 di posisi tiga klasemen. Performanya kian luar biasa di musim 1999, di mana Melandri jadi runner-up di akhir musim dengan lima kali menjuarai seri GP.
Apik di 150cc, tantangan baru dijalani Melandri di 250cc setelah Aprilia merekrutnya untuk mengisi posisi Valentino Rossi yang hijrah ke kelas ke 500cc. Debut Melandri di 250cc belum berjalan sesuai harapan, di mana raihan terbaiknya hanya empat kali finis di posisi tiga dalam balapan musim 2000. Ini membuatnya hanya duduk di posisi lima klasemen akhir.
Penampilannya meningkat pesat di musim 2001 dan di akhir musim Melandri pun sukses merengkuh posisi tiga, di belakang juara Daijiro Kato dan Tetsuya Harada, yang lantas pindah ke kelas MotoGP. Kepindahan dua pembalap Jepang itu ke membuat Melandri jadi favorit juara musim 2002.
Setelah tampil dominan --sembilan kali menjuarai GP musim 2002-- Melandri akhirnya dinobatkan jadi juara dunia 250cc di saat usianya masih 20 tahun dan 74 hari. Melandri lantas tercatat sebagai pembalap termuda yang jadi juara dunia 250cc, sebelum rekor itu dipecahkan Dani Pedrosa tahun 2004.
Melandri akhirnya memantapkan kaki di kelas MotoGP pada musim 2003 setelah digaet Yamaha. Sayang di balapan pertamanya dia mengalami kecelakaan patah kaki. Ini membuat transisinya ke kelas baru kian sulit dan akhirnya hanya tercecer di posisi 15 klasemen akhir, tanpa sekalipun menjejak podium.
Tahun keduanya di Yamaha pada musim 2004 berjalan lebih baik dan Melandri pun dua kali sukses menuntaskan balapan di posisi tiga. Namun serangkaian kecelakaan dan retirement bikin dia terpuruk di urutan 12 klasemen akhir. Gagal di Yamaha, Melandri diboyong Honda.
Melandri langsung menggebrak setelah bergabung dengan Movistar Honda pada musim 2005. Usai bikin sejumlah hasil mengensankan, Melandri menjuarai dua seri penutup untuk bertengger dengan nyaman di posisi dua klasemen akhir. Ini tetap menjadi hasil terbaiknya di ajang MotoGP.
Pada musim 2006, Melandri mencuat sebagai salah satu unggulan bersama Loris Capirossi (Ducati) dan Nicky Hayden-Dani Pedrosa (Honda). Di akhir musim, Melandri finis di posisi empat, tertinggal satu angka di belakang Capirossi. Di musim terakhirnya bersama Honda, tahun 2007, Melandri menutupnya dengan berada di posisi lima klasemen akhir tanpa sekalipun menjuarai seri GP.
Pada seri ke-11 musim 2007 Ducati mengumumkan bahwa Melandri akan menjadi pembalap barunya di musim 2008 untuk mendampingi juara dunia MotoGP 2007, Casey Stoner.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
| Profil | |
| Nama | Marco Melandri (Italia) |
|---|---|
| TTL | Ravenna, Italia, 7 Agustus 1982 |
| Nomor motor | 33 |
| Tim | Ducati Marlboro Team |
| Juara Dunia | 250cc (2002) |
| Karir | Honda 125cc (1996-1999), Aprilia 250cc (2000-2002), Yamaha MotoGP (2003-2004), Honda MotoGP (2005-2007), Ducati MotoGP (2008-sekarang) |
Melandri mulai terlibat dunia balapan pada usia enam tahun. Adalah pembalap Italia lainnya, Loris Capirossi, yang memperkenalkan Melandri pada dunia tersebut.
Pada tahun 1997, Melandri keluar jadi juara kejuaraan 125cc Italia, selain meraih posisi empat dalam kejuaraan 125cc Eropa. Dia juga mulai mencicipi kejuaraan dunia 125cc di Brno sebagai pembalap wild card.
Penampilan reguler di ajang kejuaraaan dunia 125 cc akhirnya didapatkan Melandri pada musim 1998. Dengan membela tim Benetton Honda, dia tampil memesona. Di seri keempat, Melandri sudah bisa melangkah ke podium dengan finis pada urutan kedua di Mugello, Italia.
Makin impresif setelah dia memenangi GP Belanda yang jadi seri ketujuh, pada usia 15 tahun 324 hari. Satu kemenangan lain ditorehkan Melandri di GP Ceko, Brno untuk menutup musim 1998 di posisi tiga klasemen. Performanya kian luar biasa di musim 1999, di mana Melandri jadi runner-up di akhir musim dengan lima kali menjuarai seri GP.
Apik di 150cc, tantangan baru dijalani Melandri di 250cc setelah Aprilia merekrutnya untuk mengisi posisi Valentino Rossi yang hijrah ke kelas ke 500cc. Debut Melandri di 250cc belum berjalan sesuai harapan, di mana raihan terbaiknya hanya empat kali finis di posisi tiga dalam balapan musim 2000. Ini membuatnya hanya duduk di posisi lima klasemen akhir.
Penampilannya meningkat pesat di musim 2001 dan di akhir musim Melandri pun sukses merengkuh posisi tiga, di belakang juara Daijiro Kato dan Tetsuya Harada, yang lantas pindah ke kelas MotoGP. Kepindahan dua pembalap Jepang itu ke membuat Melandri jadi favorit juara musim 2002.
Setelah tampil dominan --sembilan kali menjuarai GP musim 2002-- Melandri akhirnya dinobatkan jadi juara dunia 250cc di saat usianya masih 20 tahun dan 74 hari. Melandri lantas tercatat sebagai pembalap termuda yang jadi juara dunia 250cc, sebelum rekor itu dipecahkan Dani Pedrosa tahun 2004.
Melandri akhirnya memantapkan kaki di kelas MotoGP pada musim 2003 setelah digaet Yamaha. Sayang di balapan pertamanya dia mengalami kecelakaan patah kaki. Ini membuat transisinya ke kelas baru kian sulit dan akhirnya hanya tercecer di posisi 15 klasemen akhir, tanpa sekalipun menjejak podium.
Tahun keduanya di Yamaha pada musim 2004 berjalan lebih baik dan Melandri pun dua kali sukses menuntaskan balapan di posisi tiga. Namun serangkaian kecelakaan dan retirement bikin dia terpuruk di urutan 12 klasemen akhir. Gagal di Yamaha, Melandri diboyong Honda.
Melandri langsung menggebrak setelah bergabung dengan Movistar Honda pada musim 2005. Usai bikin sejumlah hasil mengensankan, Melandri menjuarai dua seri penutup untuk bertengger dengan nyaman di posisi dua klasemen akhir. Ini tetap menjadi hasil terbaiknya di ajang MotoGP.
Pada musim 2006, Melandri mencuat sebagai salah satu unggulan bersama Loris Capirossi (Ducati) dan Nicky Hayden-Dani Pedrosa (Honda). Di akhir musim, Melandri finis di posisi empat, tertinggal satu angka di belakang Capirossi. Di musim terakhirnya bersama Honda, tahun 2007, Melandri menutupnya dengan berada di posisi lima klasemen akhir tanpa sekalipun menjuarai seri GP.
Pada seri ke-11 musim 2007 Ducati mengumumkan bahwa Melandri akan menjadi pembalap barunya di musim 2008 untuk mendampingi juara dunia MotoGP 2007, Casey Stoner.
( krs / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message




.gif)

