Melandri Tunggu Didepak
Kamis, 24/07/2008 16:10 WIB

Melandri (AFP/Uwe Meinhold)
Jakarta - Lenyap dari persaingan membuat Marco Melandri dalam posisi di ujung tanduk. Nasibnya di tim Ducati -- dipertahankan atau segera didepak -- akan diputuskan dalam waktu dekat ini.
Meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Ducati di musim ini, Melandri gagal memberi kesan positif buat tim barunya. Hanya mendulang 32 poin dari 10 seri jelas statistik yang buruk untuk pembalap setenar Melandri.
Ducati mulai tak sabar karena apa yang dihasilkan rider Italia itu terlalu timpang dengan pembalap lainnya, Casey Stoner. Sang juara bertahan sudah mengantongi 187 poin, termasuk empat kemenangan.
Dua balapan terakhir di Jerman dan AS disebut-sebut sebagai tolok ukur krusial yang ditetapkan Ducati buat Melandri. Hasilnya? Di Sachsenring ia terjatuh, sedangkan di Laguna Seca tercecer di urutan ke-16.
Melandri pun sadar posisinya jauh dari menguntungkan. Apalagi Sete Gibernabeu sudah stand by untuk menggantikan dirinya karena sudah dua kali melakukan tes bersama Ducati.
"Minggu ini akan menentukan, apakah aku masih bisa menyelesaikan musim ini di atas sadel Ducati. Atau, Gibernau akan mengambil tempatku," tulis Melandri dalam situs pribadinya.
Jika akhirnya tergusur, Melandri bahkan sudah berterima kasih pada timnya itu. Ducati ia sebut sebagai tim dengan atmosfer yang baik. "Tak pernah ada yang lepas kendali. Keseimbangan hubungan pun terjaga sangat baik," ungkapnya.
Sebelum keputusan diambil Ducati, Melandri tetap memiliki niat baik untuk timnya tersebut. "Aku sangat ingin memperoleh podium paling tidak satu kali saja, untuk kepuasan mereka," tukasnya.
Terlambatkah?
( a2s / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Ducati di musim ini, Melandri gagal memberi kesan positif buat tim barunya. Hanya mendulang 32 poin dari 10 seri jelas statistik yang buruk untuk pembalap setenar Melandri.
Ducati mulai tak sabar karena apa yang dihasilkan rider Italia itu terlalu timpang dengan pembalap lainnya, Casey Stoner. Sang juara bertahan sudah mengantongi 187 poin, termasuk empat kemenangan.
Dua balapan terakhir di Jerman dan AS disebut-sebut sebagai tolok ukur krusial yang ditetapkan Ducati buat Melandri. Hasilnya? Di Sachsenring ia terjatuh, sedangkan di Laguna Seca tercecer di urutan ke-16.
Melandri pun sadar posisinya jauh dari menguntungkan. Apalagi Sete Gibernabeu sudah stand by untuk menggantikan dirinya karena sudah dua kali melakukan tes bersama Ducati.
"Minggu ini akan menentukan, apakah aku masih bisa menyelesaikan musim ini di atas sadel Ducati. Atau, Gibernau akan mengambil tempatku," tulis Melandri dalam situs pribadinya.
Jika akhirnya tergusur, Melandri bahkan sudah berterima kasih pada timnya itu. Ducati ia sebut sebagai tim dengan atmosfer yang baik. "Tak pernah ada yang lepas kendali. Keseimbangan hubungan pun terjaga sangat baik," ungkapnya.
Sebelum keputusan diambil Ducati, Melandri tetap memiliki niat baik untuk timnya tersebut. "Aku sangat ingin memperoleh podium paling tidak satu kali saja, untuk kepuasan mereka," tukasnya.
Terlambatkah?
( a2s / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 06:21 WIB
Lorenzo Sempat Takut & Benci 'Basah-basahan'
-
Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
-
Senin, 21/05/2012 02:36 WIB
Kemenangan Manis Lorenzo di Le Mans
-
Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
-
Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message






_4.gif)

