'Ferrari Tak Butuh Kimi'
Rabu, 06/08/2008 02:20 WIB

AFP/Bertrand Guay
Budapest - Tak pernah menang dalam tujuh seri membuat peluang Kimi Raikkonen mempertahankan gelarnya makin tipis. Menyusul hasil buruk lain di Hongaria, kritikan pedas datang padanya.
GP Spanyol di penghujung April lalu menjadi kali terakhir Kimi menjejak podium tertinggi. Setelahnya, hingga balapan di Hungaroring akhir pekan lalu, hasil terbaik yang didapatnya adalah runner-up di GP Prancis.
Dalam tujuh seri tersebut total cuma 28 poin yang berhasil diraihnya. Jumlah tersebut kalah jika dibanding 42 angka yang diraih Lewis Hamilton, 36 poin hasil raihan Felipe Massa dan bahkan Robert Kubica yang meraup 30 poin.
Keberhasilan duduk di posisi tiga GP Hongaria akhir pekan lalu juga berbau keberuntungan, apalagi sepanjang balapan pembalap Finlandia itu tak mampu menunjukkan penampilan menjanjikan. Rangkaian kondisi tersebut pun mendapat sorotan serius dari media massa di Italia.
"Dia seperti imitasi yang buruk seorang pembalap dari masa lalu," kritik harian olahraga Italia, Tuttosport. "Raikkonen bukanlah pembalap yang dibutuhkan Ferrari. Dia harus bertanya pada dirinya sendiri apakah dia masih memiliki hasrat."
Setelah menjadi juara dunia musim lalu, Kimi dianggap terlalu "mendalami" julukan dirinya sebagai "Si Manusia Es". Pembalap Finlandia itu dianggap terlalu santai saat kegagalan menghampirinya, meski saat menang cara dia menyikapinya juga tak banyak berubah.
Kondisi berbeda dialami Massa. Pembalap Brasil itu mendapat banyak sanjungan menyusul aksi fantastisnya saat start dan dominasi sepanjang balapan, sebelum kerusakan mesin memaksanya gagal finish.
"Apalagi yang bisa diharapkan Ferrari dari seorang pembalapnya?" demikian La Gazzetta dello Sport memuji penampilan Massa seperti diberitakan Crash. ( din / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
GP Spanyol di penghujung April lalu menjadi kali terakhir Kimi menjejak podium tertinggi. Setelahnya, hingga balapan di Hungaroring akhir pekan lalu, hasil terbaik yang didapatnya adalah runner-up di GP Prancis.
Dalam tujuh seri tersebut total cuma 28 poin yang berhasil diraihnya. Jumlah tersebut kalah jika dibanding 42 angka yang diraih Lewis Hamilton, 36 poin hasil raihan Felipe Massa dan bahkan Robert Kubica yang meraup 30 poin.
Keberhasilan duduk di posisi tiga GP Hongaria akhir pekan lalu juga berbau keberuntungan, apalagi sepanjang balapan pembalap Finlandia itu tak mampu menunjukkan penampilan menjanjikan. Rangkaian kondisi tersebut pun mendapat sorotan serius dari media massa di Italia.
"Dia seperti imitasi yang buruk seorang pembalap dari masa lalu," kritik harian olahraga Italia, Tuttosport. "Raikkonen bukanlah pembalap yang dibutuhkan Ferrari. Dia harus bertanya pada dirinya sendiri apakah dia masih memiliki hasrat."
Setelah menjadi juara dunia musim lalu, Kimi dianggap terlalu "mendalami" julukan dirinya sebagai "Si Manusia Es". Pembalap Finlandia itu dianggap terlalu santai saat kegagalan menghampirinya, meski saat menang cara dia menyikapinya juga tak banyak berubah.
Kondisi berbeda dialami Massa. Pembalap Brasil itu mendapat banyak sanjungan menyusul aksi fantastisnya saat start dan dominasi sepanjang balapan, sebelum kerusakan mesin memaksanya gagal finish.
"Apalagi yang bisa diharapkan Ferrari dari seorang pembalapnya?" demikian La Gazzetta dello Sport memuji penampilan Massa seperti diberitakan Crash. ( din / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
-
Selasa, 22/05/2012 06:47 WIB
Jelang GP Monako
Button Punya Urusan yang 'Belum Selesai' di Monako
-
Selasa, 22/05/2012 03:55 WIB
Williams Siap Hadapi GP Monako
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 10:21 WIB
Sixers-Celtics Harus Mainkan Game Ketujuh
- Kamis, 24/05/2012 10:13 WIB
Joey Barton dilarang bertanding
- Kamis, 24/05/2012 11:58 WIB
Tiga kota bersaing jadi tuan rumah Olimpiade 2020
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB
Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru
- Kamis, 24/05/2012 06:02 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
481 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
254 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
253 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
226 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

