Olimpiade Beijing
Terkendala Angin, Oka Tak Gentar
Jumat, 08/08/2008 11:26 WIB

Jakarta - Faktor angin bisa mempersulit langkah atlet layar Oka Sulaksana dalam bersaing memperebutkan medali di Olimpiade. Tapi dia tak khawatir dan siap bersaing.
Hembusan angin yang tidak menentu di Beijing bikin Oka kesulitan. Dia acap tidak bisa melaju sampai kecepatan standar 30 knot. Ini terlihat dari empat kali sesi latihan terakhir yang sudah dilakukan, di mana dia hanya bisa mencapai kecepatan 5 knot.
"Ya, untuk sementara ini kesulitan Oka hanya masalah angin saja. Untuk itu kami akan menjalankan strategi tambahan untuk Oka, yaitu mulai dari curi start agar tidak tertinggal jauh dengan para peselancar lainnya di race-race awal, hingga menerapkan kemiringan layar yang sesuai jika tak ada angin," tutur Pelatih Pelatnas Olimpiade Layar Indonesia, I Wayan Sujana.
Akibat kecepatan angin yang sangat rendah, Oka seringkali kesulitan memacu layar. Ditambah dengan arus air yang kencang, Oka berarti akan lebih banyak tergantung pada arus air. Padahal angin sangat diperlukan untuk mengembangkan layar.
Situasi ini diperparah dengan kondisi lawan-lawan yang terbilang muda, kendati Oka tak terlalu memandang itu sebagai masalah besar. "Ya meskipun peselancar angin lainnya jauh lebih muda dan memiliki tenaga lebih kuat, tapi jika tidak ada angin ya bagaimana lagi, toh sama-sama kesulitan juga. Jadi buat apa takut," tukas Oka. ( krs / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hembusan angin yang tidak menentu di Beijing bikin Oka kesulitan. Dia acap tidak bisa melaju sampai kecepatan standar 30 knot. Ini terlihat dari empat kali sesi latihan terakhir yang sudah dilakukan, di mana dia hanya bisa mencapai kecepatan 5 knot.
"Ya, untuk sementara ini kesulitan Oka hanya masalah angin saja. Untuk itu kami akan menjalankan strategi tambahan untuk Oka, yaitu mulai dari curi start agar tidak tertinggal jauh dengan para peselancar lainnya di race-race awal, hingga menerapkan kemiringan layar yang sesuai jika tak ada angin," tutur Pelatih Pelatnas Olimpiade Layar Indonesia, I Wayan Sujana.
Akibat kecepatan angin yang sangat rendah, Oka seringkali kesulitan memacu layar. Ditambah dengan arus air yang kencang, Oka berarti akan lebih banyak tergantung pada arus air. Padahal angin sangat diperlukan untuk mengembangkan layar.
Situasi ini diperparah dengan kondisi lawan-lawan yang terbilang muda, kendati Oka tak terlalu memandang itu sebagai masalah besar. "Ya meskipun peselancar angin lainnya jauh lebih muda dan memiliki tenaga lebih kuat, tapi jika tidak ada angin ya bagaimana lagi, toh sama-sama kesulitan juga. Jadi buat apa takut," tukas Oka. ( krs / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Selasa, 22/05/2012 21:53 WIB
Rifat Sungkar Janji Tampil Optimal di Yunani
-
Selasa, 22/05/2012 21:47 WIB
Tim Sepak Takraw Indonesia Terganggu Infeksi Cacing
-
Senin, 21/05/2012 17:47 WIB
Indonesia Baru Loloskan 17 Atlet di Olimpiade 2012
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
KOI Belum Pikirkan Bonus di Paralympic Games 2012
-
Senin, 21/05/2012 15:28 WIB
Demi Indonesia, Ni Nengah Sudah Berlatih Sendiri Hadapi Paralympic Games
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 10:21 WIB
Sixers-Celtics Harus Mainkan Game Ketujuh
- Kamis, 24/05/2012 10:13 WIB
Joey Barton dilarang bertanding
- Kamis, 24/05/2012 11:58 WIB
Tiga kota bersaing jadi tuan rumah Olimpiade 2020
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB
Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru
- Kamis, 24/05/2012 06:02 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
481 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
254 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
253 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
226 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

