Pembukaan Olimpiade Beijing
Urutan Defile Tidak Lazim
Jumat, 08/08/2008 15:43 WIB

Jakarta - Berbeda dengan Olimpiade sebelum-sebelumnya, ada yang unik dengan urutan defile negara peserta dalam Olimpiade Beijing. Seperti misalnya, Australia ada di urutan 203.
Aturan urutan defile negara-negara peserta Beijing 2008 memang berbeda dibanding Olimpiade sebelumnya. Dulu, urutan defile didasarkan pada abjad latin. Contohnya, negara dengan alfabet A muncul di awal dan alfabet Z muncul di akhir.
Di China, urutan itu didasarkan pada aksara China nama negara yang bersangkutan. Lebih tepatnya, aksara yang dipakai adalah aksara China yang disederhanakan (simplified Chinese).
Dalam simpilified Chinese, urutan abjad ditentukan berdasarkan jumlah sapuan kuas dalam membentuk huruf yang dimaksud. Semakin sedikit sapuan kuas, maka huruf tersebut semakin berada di urutan depan.
Sesuai tradisi, Yunani selaku negara inisiator Olimpiade mendapat kehormatan untuk tampil sebagai kontingen pertama yang dikirab. Sedangkan tuan rumah, dalam hal ini adalah China, ditempatkan di urutan terakhir defile.
Di belakang Yunani, ada Guinea (atau disebut Jineiya dalam bahasa China yang dilatinkan), Guinea Bissau (Jineiya Bishao) dan Turki (Tuerqi) serta Turkmenistan (Tukumanistan).
Itulah mengapa Australia yang berabjad depan A justru ditempatkan di posisi 203, satu tempat di depan Zambia. Pasalnya, nama Australia dalam bahasa China disebut Aodaliya, tidak berbeda jauh dari Zambia yang disebut Zanbiya.
Sementara posisi Indonesia ditempatkan di urutan 56. Dalam simplified Chinese, Indonesia dilafalkan sebagai Yindunixiya. Posisi pasukan 'Merah Putih' berada di belakang India (Yindu) dan di depan Lithuania (Litaowan).
( lin / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Aturan urutan defile negara-negara peserta Beijing 2008 memang berbeda dibanding Olimpiade sebelumnya. Dulu, urutan defile didasarkan pada abjad latin. Contohnya, negara dengan alfabet A muncul di awal dan alfabet Z muncul di akhir.
Di China, urutan itu didasarkan pada aksara China nama negara yang bersangkutan. Lebih tepatnya, aksara yang dipakai adalah aksara China yang disederhanakan (simplified Chinese).
Dalam simpilified Chinese, urutan abjad ditentukan berdasarkan jumlah sapuan kuas dalam membentuk huruf yang dimaksud. Semakin sedikit sapuan kuas, maka huruf tersebut semakin berada di urutan depan.
Sesuai tradisi, Yunani selaku negara inisiator Olimpiade mendapat kehormatan untuk tampil sebagai kontingen pertama yang dikirab. Sedangkan tuan rumah, dalam hal ini adalah China, ditempatkan di urutan terakhir defile.
Di belakang Yunani, ada Guinea (atau disebut Jineiya dalam bahasa China yang dilatinkan), Guinea Bissau (Jineiya Bishao) dan Turki (Tuerqi) serta Turkmenistan (Tukumanistan).
Itulah mengapa Australia yang berabjad depan A justru ditempatkan di posisi 203, satu tempat di depan Zambia. Pasalnya, nama Australia dalam bahasa China disebut Aodaliya, tidak berbeda jauh dari Zambia yang disebut Zanbiya.
Sementara posisi Indonesia ditempatkan di urutan 56. Dalam simplified Chinese, Indonesia dilafalkan sebagai Yindunixiya. Posisi pasukan 'Merah Putih' berada di belakang India (Yindu) dan di depan Lithuania (Litaowan).
( lin / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 03:53 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
-
Rabu, 23/05/2012 19:14 WIB
KOI Butuh Dana Rp 980 juta untuk ABG 2012
-
Selasa, 22/05/2012 21:53 WIB
Rifat Sungkar Janji Tampil Optimal di Yunani
-
Selasa, 22/05/2012 21:47 WIB
Tim Sepak Takraw Indonesia Terganggu Infeksi Cacing
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)








.gif)

