Olimpiade Beijing
Dramatis, Nova/Lily ke Final
Sabtu, 16/08/2008 18:40 WIB

(Reuters/Beawiharta)
Beijing - Satu dari dua ganda campuran Indonesia yang tampil di semifinal Olimpiade Beijing sukses maju ke final. Nova Widianto/Lilyana Natsir menundukkan He Hanbin/Yu Yang.
Melalui pertarungan ketat berdurasi tiga set, Nova/Lily menang 15-21, 21-11, 23-21. Setelah menjalani pertarungan selama 1 jam empat menit, Sabtu (16/8/2008), Nova/Lily membungkam seisi stadion BJUT Gymnasium, Beijing.
Dengan demikian, Nova/Lily memastikan satu tempat di final menjadi milik Indonesia. Mereka membuka peluang terjadinya 'All Indonesian Final' di ganda campuran karena satu lagi ganda Indonesia, Flandy Limpele/Vita Marissa, juga akan bertarung di semifinal setelah ini.
Di set pertama, Nova/Lily selalu dalam kondisi tertinggal. Mengejar hingga skor 7-9 dan 11-14, akhirnya unggulan pertama itu harus menyerah dari lawannya yang unggulan empat, 15-21.
Permainan Nova/Lily yang juga duet peringkat satu dunia jauh membaik di set kedua. Mereka langsung unggul 9-3 di awal set. Keunggulan melebar jadi 17-6, sebelum akhirnya set ini dimenangi dengan 21-11.
Pertarungan dramatis terjadi di set ketiga alias set penentuan. Kejar mengejar angka terjadi dari awal set. Pergerakan skor di set ini masing-masing adalah 10-10 hingga 15-15.
Nova/Lily tampak akan dengan mulus mengakhiri set ini dengan melejit dan unggul 19-15. Tak dinyana, He/Yu sukses mengejar hingga 18-19. Match point diperoleh ketika Nova/Lily unggul 20-18.
Lagi-lagi, He/Yu tak mau menyerah begitu saja. Mereka bahkan sukses memaksakan deuce dengan menyamakan skor jadi 20-20.
Nova/Lily mencatat match point kedua dengan unggul 21-20, namun patah karena skor disamakan jadi 21-21. Kemenangan Nova/Lily tak terbendung lagi ketika melaju untuk menang 23-21.
( arp / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Melalui pertarungan ketat berdurasi tiga set, Nova/Lily menang 15-21, 21-11, 23-21. Setelah menjalani pertarungan selama 1 jam empat menit, Sabtu (16/8/2008), Nova/Lily membungkam seisi stadion BJUT Gymnasium, Beijing.
Dengan demikian, Nova/Lily memastikan satu tempat di final menjadi milik Indonesia. Mereka membuka peluang terjadinya 'All Indonesian Final' di ganda campuran karena satu lagi ganda Indonesia, Flandy Limpele/Vita Marissa, juga akan bertarung di semifinal setelah ini.
Di set pertama, Nova/Lily selalu dalam kondisi tertinggal. Mengejar hingga skor 7-9 dan 11-14, akhirnya unggulan pertama itu harus menyerah dari lawannya yang unggulan empat, 15-21.
Permainan Nova/Lily yang juga duet peringkat satu dunia jauh membaik di set kedua. Mereka langsung unggul 9-3 di awal set. Keunggulan melebar jadi 17-6, sebelum akhirnya set ini dimenangi dengan 21-11.
Pertarungan dramatis terjadi di set ketiga alias set penentuan. Kejar mengejar angka terjadi dari awal set. Pergerakan skor di set ini masing-masing adalah 10-10 hingga 15-15.
Nova/Lily tampak akan dengan mulus mengakhiri set ini dengan melejit dan unggul 19-15. Tak dinyana, He/Yu sukses mengejar hingga 18-19. Match point diperoleh ketika Nova/Lily unggul 20-18.
Lagi-lagi, He/Yu tak mau menyerah begitu saja. Mereka bahkan sukses memaksakan deuce dengan menyamakan skor jadi 20-20.
Nova/Lily mencatat match point kedua dengan unggul 21-20, namun patah karena skor disamakan jadi 21-21. Kemenangan Nova/Lily tak terbendung lagi ketika melaju untuk menang 23-21.
( arp / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
-
Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
-
Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
-
Kamis, 24/05/2012 01:39 WIB
PBSI: Persiapan Sudah Optimal tapi Lawan Lebih Bagus
-
Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 10:21 WIB
Sixers-Celtics Harus Mainkan Game Ketujuh
- Kamis, 24/05/2012 10:13 WIB
Joey Barton dilarang bertanding
- Kamis, 24/05/2012 11:58 WIB
Tiga kota bersaing jadi tuan rumah Olimpiade 2020
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB
Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru
- Kamis, 24/05/2012 06:02 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
481 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
254 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
253 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
226 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

