Mengkhawatirkan, Pemain Bola Indonesia Kurang Gizi
Jumat, 22/08/2008 18:20 WIB

ist
Yogyakarta - Standar pemenuhan gizi pemain sepakbola Indonesia belum memenuhi. Berdasarkan hasil penelitian di tiga klub sepakbola di Bantul, Kota Yogyakarta dan Pasuruan, klub-klub sepakbola belum sepenuhnya memperhatikan pemenuhan gizi para pemainnya.
Hal itu diungkapkan pakar gizi, Mirza Hapsari kepada wartawan dalam sosialisasi kegiatan Lustrum prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM),Jumat (22/8).
“Meski didanai APBD setiap tahunnya namun kebanyakan manajemen klub belum memerhatikan pengelolaan makanan secara mandiri dan profesional," katanya.
Jumlah makanan yang diberikan kepada pemain kata dia, juga tidak sesuai dengan kebutuhan gizi pemain. Padahal seorang pemain sepakbola memerlukan status dan asupan gizi yang baik dan seimbang.
Menurut Mirza, dari penelitiannya disimpulkan bahwa belum adanya komitmen dan niat baik dari pemerintah daerah atau pihak manajemen klub untuk mengalokasikan dana secara proporsional untuk keperluan pemenuhan gizi para pemain sepakbola.
Rata-rata pemenuhan gizi yang diberikan kepada pemain sepakbola dari tiga klub yang diteliti hanya 2500-2800 kalori setiap hari atau lebih tinggi sedikit dari kebutuhan orang normal sekitar 2400 kalori setiap hari.
"Idealnya untuk ukuran atlit dan olahragawan indonesia itu sekitar 3000 sampai 3500 kalori," katanya.
Sementara itu, ketua prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Prof Dr Hamam Hadi menambahkan, kurangnya perhatian terhadap pemenuhan gizi bagi para olahragawan dan atlit menyebabkan merosotnya prestasi olahraga yang dicapai bangsa Indonesia. Sedang di negara maju prestasi olah raga diraih sangat cukup bagus karena adanya perhatian dalam hal masalah gizi para atlitnya.
"Tidak bisa tangkasnya para atlit saat bertanding dalam kejuaraan olah raga salah satu faktornya adalah kekurangan gizi dan tidak sedikit dari mereka juga menderita anemia," kata Hamam.
( bgs / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal itu diungkapkan pakar gizi, Mirza Hapsari kepada wartawan dalam sosialisasi kegiatan Lustrum prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM),Jumat (22/8).
“Meski didanai APBD setiap tahunnya namun kebanyakan manajemen klub belum memerhatikan pengelolaan makanan secara mandiri dan profesional," katanya.
Jumlah makanan yang diberikan kepada pemain kata dia, juga tidak sesuai dengan kebutuhan gizi pemain. Padahal seorang pemain sepakbola memerlukan status dan asupan gizi yang baik dan seimbang.
Menurut Mirza, dari penelitiannya disimpulkan bahwa belum adanya komitmen dan niat baik dari pemerintah daerah atau pihak manajemen klub untuk mengalokasikan dana secara proporsional untuk keperluan pemenuhan gizi para pemain sepakbola.
Rata-rata pemenuhan gizi yang diberikan kepada pemain sepakbola dari tiga klub yang diteliti hanya 2500-2800 kalori setiap hari atau lebih tinggi sedikit dari kebutuhan orang normal sekitar 2400 kalori setiap hari.
"Idealnya untuk ukuran atlit dan olahragawan indonesia itu sekitar 3000 sampai 3500 kalori," katanya.
Sementara itu, ketua prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Prof Dr Hamam Hadi menambahkan, kurangnya perhatian terhadap pemenuhan gizi bagi para olahragawan dan atlit menyebabkan merosotnya prestasi olahraga yang dicapai bangsa Indonesia. Sedang di negara maju prestasi olah raga diraih sangat cukup bagus karena adanya perhatian dalam hal masalah gizi para atlitnya.
"Tidak bisa tangkasnya para atlit saat bertanding dalam kejuaraan olah raga salah satu faktornya adalah kekurangan gizi dan tidak sedikit dari mereka juga menderita anemia," kata Hamam.
( bgs / ian )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)








.gif)

