Raja Isa Pelatih Baru PSM
Selasa, 26/08/2008 00:02 WIB

(detiksport/Muh. Nur Abdurrahman)
Makassar - Raja Isa cepat mendapat tempat baru setelah meninggalkan Persipura Jayapura, sebagai buntut insiden pemukulan terhadap dirinya. Ini kini resmi menjadi pelatih PSM Makassar.
Seperti mendapat durian runtuh, pengelola PSM menyambut gembira keputusan pelatih asal negeri jiran Malaysia itu untuk melatih di tanah Anging Mammiri.
Manajer Islah Idrus merasa bersyukur di saat merindukan suasana baru di timnya. Pengurus PSM pun bersepakat memulangkan Radoy Minkovski ke kampung halamannya di Bulgaria. Salah satu pertimbangan Islah, yang diungkap dalam Jumpa Pers di Dunkin Donuts Makassar hari Senin (25/8/2008) petang, adalah budaya melatih Radoy yang sangat khas Eropa Timur dinilai terlalu keras dan cenderung memosisikan pemain seperti robot. Efeknya, menurut Islah, banyak pemain PSM merasa tidak nyaman dan tertekan selama diasuh Radoy.
Selain itu, lanjut Islah, hubungan antara pelatih dan pemain terlihat kurang harmonis. Akhirnya, setelah pengurus PSM mengumpulkan aspirasi pemain PSM, diputuskan Radoy di-PHK-an saja.
"Hitung-hitungan Radoy kadang-kadang seperti Matematika saja, padahal ini sepakbola yang hasilnya serba memungkinkan," ujar Islah.
Radoy sendiri tidak hadir dalam jumpa pers itu. Hanya Raja Isa ditemani beberapa pengurus PSM. Menurut Asisten Manajer bidang Hukum, Faisal Abdullah, yang juga turut hadir menemani Raja Isa, konsekuensi hukum dengan Radoy yang terlanjut terikat kontrak dengan PSM tidak menjadi penghalang. Radoy di mata Faisal adalah sosok yang koperatif dan profesional.
"Secara lisan sudah oke, meskipun belum ada penandatanganan MoU," ujar dia.
Sementara itu, insiden 15 Agustus di Stadion Mandala boleh jadi pemicu hengkangnya Raja Isa dari Persipura. Saat bertanding melawan Persija Jepara, ketika skuad asuhannya dalam posisi tertinggal 0-1, Raja dipukuli oleh seorang ofisial timnya sendiri.
Oknum itu memukul Raja setelah sebelumnya sang pelatih dimarahi ketua umum Persipura yang juga walikota Jayapura, Drs. MR Kambu, Msi, tak lama setelah gawang tuan rumah kebobolan. Di penghujung pertandingan Persipura berhasil terhindar dari kekalahan --skor akhir 1-1. Para suporter marah dengan perlakukan terhadap Raja dan melempari kubu ofisial timnya sendiri.
Pelatih berusia 42 tahun ini tak perlu waktu yang lama untuk mempertimbangkan pinangan pengurus PSM. Setelah ditelepon oleh Islah Idrus hari Minggu kemarin, Raja bersedia menggantikan Radoy.
Melatih PSM menurut Raja adalah salah impiannya setelah hijrah dari Selangor, Malaysia. Raja juga berencanamemaksimalkan karakter pemain muda "Pasukan Ramang". Ia berharap teorinya bisa dipraktekkan dengan baik di lapangan oleh pemain. Raja pun sudah memutuskan memilih asisten pelatih yang baru yakni Hanafi dan Tony Wo.
"Tugas saya di PSM hanya memperbaiki sistem yang sudah ada," pungkas dia.
( mna / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti mendapat durian runtuh, pengelola PSM menyambut gembira keputusan pelatih asal negeri jiran Malaysia itu untuk melatih di tanah Anging Mammiri.
Manajer Islah Idrus merasa bersyukur di saat merindukan suasana baru di timnya. Pengurus PSM pun bersepakat memulangkan Radoy Minkovski ke kampung halamannya di Bulgaria. Salah satu pertimbangan Islah, yang diungkap dalam Jumpa Pers di Dunkin Donuts Makassar hari Senin (25/8/2008) petang, adalah budaya melatih Radoy yang sangat khas Eropa Timur dinilai terlalu keras dan cenderung memosisikan pemain seperti robot. Efeknya, menurut Islah, banyak pemain PSM merasa tidak nyaman dan tertekan selama diasuh Radoy.
Selain itu, lanjut Islah, hubungan antara pelatih dan pemain terlihat kurang harmonis. Akhirnya, setelah pengurus PSM mengumpulkan aspirasi pemain PSM, diputuskan Radoy di-PHK-an saja.
"Hitung-hitungan Radoy kadang-kadang seperti Matematika saja, padahal ini sepakbola yang hasilnya serba memungkinkan," ujar Islah.
Radoy sendiri tidak hadir dalam jumpa pers itu. Hanya Raja Isa ditemani beberapa pengurus PSM. Menurut Asisten Manajer bidang Hukum, Faisal Abdullah, yang juga turut hadir menemani Raja Isa, konsekuensi hukum dengan Radoy yang terlanjut terikat kontrak dengan PSM tidak menjadi penghalang. Radoy di mata Faisal adalah sosok yang koperatif dan profesional.
"Secara lisan sudah oke, meskipun belum ada penandatanganan MoU," ujar dia.
Sementara itu, insiden 15 Agustus di Stadion Mandala boleh jadi pemicu hengkangnya Raja Isa dari Persipura. Saat bertanding melawan Persija Jepara, ketika skuad asuhannya dalam posisi tertinggal 0-1, Raja dipukuli oleh seorang ofisial timnya sendiri.
Oknum itu memukul Raja setelah sebelumnya sang pelatih dimarahi ketua umum Persipura yang juga walikota Jayapura, Drs. MR Kambu, Msi, tak lama setelah gawang tuan rumah kebobolan. Di penghujung pertandingan Persipura berhasil terhindar dari kekalahan --skor akhir 1-1. Para suporter marah dengan perlakukan terhadap Raja dan melempari kubu ofisial timnya sendiri.
Pelatih berusia 42 tahun ini tak perlu waktu yang lama untuk mempertimbangkan pinangan pengurus PSM. Setelah ditelepon oleh Islah Idrus hari Minggu kemarin, Raja bersedia menggantikan Radoy.
Melatih PSM menurut Raja adalah salah impiannya setelah hijrah dari Selangor, Malaysia. Raja juga berencanamemaksimalkan karakter pemain muda "Pasukan Ramang". Ia berharap teorinya bisa dipraktekkan dengan baik di lapangan oleh pemain. Raja pun sudah memutuskan memilih asisten pelatih yang baru yakni Hanafi dan Tony Wo.
"Tugas saya di PSM hanya memperbaiki sistem yang sudah ada," pungkas dia.
( mna / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

