Catatan dari Sepang
Menjajal Sirkuit Kebanggaan Malaysia
Kamis, 25/09/2008 15:46 WIB

(Ardhi Suryadi/detikcom)
Sepang - Sirkuit Internasional Sepang merupakan salah satu sirkuit yang secara rutin masuk dalam kalender dua balapan paling bergengsi: Formula 1 dan MotoGP. Keberadaannya menjadi kebanggaan Malaysia.
Bagaimana rasanya menjajal lintasan yang mempunyai panjang 5,543 km ini? Belum lama ini penulis beruntung mendapatkan kesempatan menjajal mobil balap Porche milik Sepang International Drive & Race Academy, langsung di sirkuit tersebut.
Baru melaju di lintasan, aroma balapan seolah langsung menarik saya untuk menggeber mobil berkekuatan 300 tenaga kuda ini. Tak terasa, pedal gas pun langsung ditekan hingga hampir menembus kecepatan 100 km/jam selepas keluar dari pit untuk memasuki tikungan pertama.
Beruntung, meski berlabel 'mobil sekolah mengemudi', mobil ini sepertinya memang dipersiapkan khusus untuk adu balap. Hal itu terlihat dari mudahnya pengendalian kemudi dan sisttem pengereman walau jarum jam di speedometer sudah menyentuh angka di atas 200 km/jam. Akselerasi di jalur lurus atau tikungan pun dapat dilahap dengan nyaman.
Untuk ukuran sirkuit internasional, aspal di Sepang tak semulus yang dibayangkan, bahkan cenderung kasar. Di sejumlah titik lintasan kerap ditemui batu-batu kecil yang seakan melompat setelah tergilas oleh ban. Gangguan batu-batu ini bisa dirasakan dari dalam mobil.
Lebar lintasan cukup lebar di jalur lurus, namun di bagian tikungan terkesan menyempit, sehingga sungguh sulit rasanya untuk mobil sekelas F1 yang memiliki body yang lebih panjang untuk bisa menyalip lawannya di tikungan.
Dari dalam lintasan terlihat jajaran bangku penonton yang tertata rapi dan dihias dengan nuansa warna hijau dan putih. Bagian paddock juga terlihat dirawat kebersihannya. Tak salah rasanya jika Sepang disebut memiliki salah satu fasilitas pendukung terbaik sehingga menjadi salah satu rujukan untuk tempat penyelenggaraan event balap lainnya.
Ketika sedang libur event, Sepang masih ramai disambangi para pembalap profesional ataupun amatir untuk menjajal laju kuda pacunya. Terutama jika pagi hari, mudah sekali menemui para pembalap yang tengah menjajal sirkuit ini.
Sirkuit yang memiliki 15 tikungan ini didesain oleh Hermann Tilke. Rancangan sirkuit ini sedikit unik karena mempunyai hairpin yang memisahkan dua lintasan lurus panjang serta memiliki tower raksasa yang sampai sekarang menjadi simbol Sepang.
*) Penulis adalah reporter detikInet.
( ash / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bagaimana rasanya menjajal lintasan yang mempunyai panjang 5,543 km ini? Belum lama ini penulis beruntung mendapatkan kesempatan menjajal mobil balap Porche milik Sepang International Drive & Race Academy, langsung di sirkuit tersebut.
Baru melaju di lintasan, aroma balapan seolah langsung menarik saya untuk menggeber mobil berkekuatan 300 tenaga kuda ini. Tak terasa, pedal gas pun langsung ditekan hingga hampir menembus kecepatan 100 km/jam selepas keluar dari pit untuk memasuki tikungan pertama.
Beruntung, meski berlabel 'mobil sekolah mengemudi', mobil ini sepertinya memang dipersiapkan khusus untuk adu balap. Hal itu terlihat dari mudahnya pengendalian kemudi dan sisttem pengereman walau jarum jam di speedometer sudah menyentuh angka di atas 200 km/jam. Akselerasi di jalur lurus atau tikungan pun dapat dilahap dengan nyaman.
Untuk ukuran sirkuit internasional, aspal di Sepang tak semulus yang dibayangkan, bahkan cenderung kasar. Di sejumlah titik lintasan kerap ditemui batu-batu kecil yang seakan melompat setelah tergilas oleh ban. Gangguan batu-batu ini bisa dirasakan dari dalam mobil.
Lebar lintasan cukup lebar di jalur lurus, namun di bagian tikungan terkesan menyempit, sehingga sungguh sulit rasanya untuk mobil sekelas F1 yang memiliki body yang lebih panjang untuk bisa menyalip lawannya di tikungan.
Dari dalam lintasan terlihat jajaran bangku penonton yang tertata rapi dan dihias dengan nuansa warna hijau dan putih. Bagian paddock juga terlihat dirawat kebersihannya. Tak salah rasanya jika Sepang disebut memiliki salah satu fasilitas pendukung terbaik sehingga menjadi salah satu rujukan untuk tempat penyelenggaraan event balap lainnya.
Ketika sedang libur event, Sepang masih ramai disambangi para pembalap profesional ataupun amatir untuk menjajal laju kuda pacunya. Terutama jika pagi hari, mudah sekali menemui para pembalap yang tengah menjajal sirkuit ini.
Sirkuit yang memiliki 15 tikungan ini didesain oleh Hermann Tilke. Rancangan sirkuit ini sedikit unik karena mempunyai hairpin yang memisahkan dua lintasan lurus panjang serta memiliki tower raksasa yang sampai sekarang menjadi simbol Sepang.
*) Penulis adalah reporter detikInet.
( ash / a2s )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
629 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

