Rafa di Ambang Rekor Dua Legenda Anfield
Rabu, 26/11/2008 12:54 WIB

Rafael Benitez (Reuters)
Jakarta - Banyak figur legendaris di Liverpool, tapi belum ada yang menandingi kemasyuhran Sir Bill Shanky dan Bob Paisley di level manajer. Dan manajer saat ini, Rafael Benitez, akan mengalahkan rekor dua legenda Anfield tersebut.
Semua orang Liverpool tahu siapa Shankly dan Paisley. Mereka adalah dua manajer terbaik yang pernah membesut The Reds, yang juga masuk dalam daftar manajer tersukses dalam sejarah Liga Inggris.
Shankly menukangi Liverpool dari 1959 sampai 1974, dan Paisley melanjutkannya sampai 1983. Di era mereka-lah tim kota pelabuhan di Inggris ini mencapai masa keemasan. Dari piala domestik sampai trofi Eropa, pernah dimenangi Liverpool di bawah kendali dua orang tersebut.
Sementara Benitez, secara prestasi dia masih jauh untuk disandingkan dengan dua sosok legendaris tersebut. Sejak bekerja di Merseyside di tahun 2004, ia baru mempersembahkan sebuah Piala FA, Liga Champions (1), Piala Super Eropa (1), dan trofi Community Shield (1).
Meski begitu ia akan membuat sebuah catatan fantastis melebihi Shankly dan Paisley, terkait agenda pertandingan Liverpool di markas Marseille Kamnis (27/11/2008) dinihari WIB, di babak Grup D Liga Champions.
Saat kickoff nanti, maka Benitez sudah membawa Liverpool melakoni 66 pertandingan di kompetisi Eropa. Angka itu satu lebih banyak dibanding catatan milik Shankly. Kalau menang, Benitez akan menyamai rekor Paisley dalam hal kemenangan terbanyak di kompetisi Eropa, yakni 39 kali.
"Saya sangat senang berada di sini dan bangga sekali bisa meraih capaian sebesar ini. Saya pikir tidak pantas buat siapapun membandingkan saya dengan Shankly atau Pisley, terutama bagaimana hebatnya Shankly membangun klub ini, dan betapa banyak piala top yang telah dimenangi Paisley," tutur Benitez, seperti dikutip Dailymail.
"Saya hanya berharap tetap memimpin tim ini setelah pertandingan Eropa ke-66, karena itu berarti kami tetap menang. Itulah yang paling penting," sambung mantan pembesut Valencia itu.
Dalam filosofinya, Benitez mengatakan dirinya tak pernah puas dengan apa yang ia raih. Ia ingin terus mencapai tingkatan-tingkatan yang lebih baik dan lebih tinggi.
"Saya bukan orang yang tinggal duduk tenang setelah mencapai sesuatu dan mengatakan: 'Nah, saya sudah melakukannya sekarang. Sudah cukup'. Selalu saya ingin improve. Saya sangat senang dan bangga dengan keberadaan kami hari ini, tapi saya ingin melangkah lebih jauh dan terus menambahkan apa yang sudah kami punya."
"Waktu saya datang, tim ini punya masalah untuk lolos ke Liga Champions. Saya tahu ke mana harus melangkah. Itu sebuah tantangan, tapi itulah yang saya mau. Anda menciptakan sejarah dengan berbuat, bukan cuma membicarakannya. Bahwa kini kami lolos ke Liga Champions setiap musim adalah sebuah langkah maju yang penting," sambungnya.
( a2s / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Semua orang Liverpool tahu siapa Shankly dan Paisley. Mereka adalah dua manajer terbaik yang pernah membesut The Reds, yang juga masuk dalam daftar manajer tersukses dalam sejarah Liga Inggris.
Shankly menukangi Liverpool dari 1959 sampai 1974, dan Paisley melanjutkannya sampai 1983. Di era mereka-lah tim kota pelabuhan di Inggris ini mencapai masa keemasan. Dari piala domestik sampai trofi Eropa, pernah dimenangi Liverpool di bawah kendali dua orang tersebut.
Sementara Benitez, secara prestasi dia masih jauh untuk disandingkan dengan dua sosok legendaris tersebut. Sejak bekerja di Merseyside di tahun 2004, ia baru mempersembahkan sebuah Piala FA, Liga Champions (1), Piala Super Eropa (1), dan trofi Community Shield (1).
Meski begitu ia akan membuat sebuah catatan fantastis melebihi Shankly dan Paisley, terkait agenda pertandingan Liverpool di markas Marseille Kamnis (27/11/2008) dinihari WIB, di babak Grup D Liga Champions.
Saat kickoff nanti, maka Benitez sudah membawa Liverpool melakoni 66 pertandingan di kompetisi Eropa. Angka itu satu lebih banyak dibanding catatan milik Shankly. Kalau menang, Benitez akan menyamai rekor Paisley dalam hal kemenangan terbanyak di kompetisi Eropa, yakni 39 kali.
"Saya sangat senang berada di sini dan bangga sekali bisa meraih capaian sebesar ini. Saya pikir tidak pantas buat siapapun membandingkan saya dengan Shankly atau Pisley, terutama bagaimana hebatnya Shankly membangun klub ini, dan betapa banyak piala top yang telah dimenangi Paisley," tutur Benitez, seperti dikutip Dailymail.
"Saya hanya berharap tetap memimpin tim ini setelah pertandingan Eropa ke-66, karena itu berarti kami tetap menang. Itulah yang paling penting," sambung mantan pembesut Valencia itu.
Dalam filosofinya, Benitez mengatakan dirinya tak pernah puas dengan apa yang ia raih. Ia ingin terus mencapai tingkatan-tingkatan yang lebih baik dan lebih tinggi.
"Saya bukan orang yang tinggal duduk tenang setelah mencapai sesuatu dan mengatakan: 'Nah, saya sudah melakukannya sekarang. Sudah cukup'. Selalu saya ingin improve. Saya sangat senang dan bangga dengan keberadaan kami hari ini, tapi saya ingin melangkah lebih jauh dan terus menambahkan apa yang sudah kami punya."
"Waktu saya datang, tim ini punya masalah untuk lolos ke Liga Champions. Saya tahu ke mana harus melangkah. Itu sebuah tantangan, tapi itulah yang saya mau. Anda menciptakan sejarah dengan berbuat, bukan cuma membicarakannya. Bahwa kini kami lolos ke Liga Champions setiap musim adalah sebuah langkah maju yang penting," sambungnya.
( a2s / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 13:36 WIB
Villas-Boas Hanya Tertarik Kontrak Jangka Panjang
-
Kamis, 24/05/2012 11:38 WIB
Cuma Ditawari Kontrak Setahun, Di Matteo Diisukan Tak Mau
-
Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB
Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru
-
Kamis, 24/05/2012 09:51 WIB
'Perayaan Juara Sudah Usai, Saatnya City Tatap Musim Depan'
-
Kamis, 24/05/2012 04:23 WIB
Agen: Hulk Diminati Chelsea & Empat Klub Inggris Lain
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 10:21 WIB
Sixers-Celtics Harus Mainkan Game Ketujuh
- Kamis, 24/05/2012 11:58 WIB
Tiga kota bersaing jadi tuan rumah Olimpiade 2020
- Kamis, 24/05/2012 10:13 WIB
Joey Barton dilarang bertanding
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB
Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru
- Kamis, 24/05/2012 06:02 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
497 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
254 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
253 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
229 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

