Argentina Kalah, Maradona 'Ditusuk Enam Kali'
Kamis, 02/04/2009 05:52 WIB

Reuters
La Paz - Argentina secara mengejutkan dihantam oleh tuan rumah Bolivia 1-6. Bagi Diego Maradona, kekalahan ini membuat hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk.
Dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin yang dihelat di kota La Paz, Kamis (2/4/2009) dinihari WIB, 'Tim Tango' sudah tertinggal 1-3 di akhir babak pertama. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan tiga gol lagi di babak kedua.
Kekalahan ini jelas jadi pukulan telak buat Argentina yang saat ini tengah berupaya mengejar Paraguay di puncak klasemen. Meski dipermalukan dengan skor sangat telak, juara dunia dua kali itu untuk sementara masih duduk di posisi dua klasemen zona Amerika Latin dengan poin 19.
Bagi Maradona ini merupakan kekalahan perdananya sejak ditunjuk melatih Argentina pada bulan Oktober 2008. Yang menyesakkan, kekelahan perdananya ini terjadi dengan skor yang amat telak. Jadi wajarlah apabila ia sangat kecewa.
Pria yang mengantarkan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 ini menyebut, setiap Bolivia mencetak gol hatinya terasa seperti ditusuk. Singkat kata, hati Maradona ditusuk enam kali dalam laga ini.
"Saya bersedih bersama mereka (publik Argentina). Setiap gol yang dilesakkan Bolivia adalah sebuah tusukan untuk hati saya," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Jika kami bermimpi bahwa hal ini akan terjadi, maka kami akan berpikir bahwa itu adalah hal yang tak mungkin."
Ia juga sempat menyebut bahwa bermain di kota La Paz yang berketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut membuat para pemainnya sulit untuk berlari. Maradona sendiri dilaporkan tampak kehabisan nafas ketika menghadiri konferensi pers seusai pertandingan.
Toh demikian, ia tetap memberikan selamat kepada Bolivia. Ia menyebut, tim arahan Erwin Sanchez itu telah menyuguhkan permainan yang lebih baik dari timnya.
"Kita harus memberikan selamat kepada Bolivia yang jauh lebih baik dari kami di setiap sisi lapangan. Tak ada yang perlu dikatakan lagi. Mereka mengalahkan kami dengan sempurna dan kini kami harus memulai lagi segalanya dari awal."
"Bolivia bermain sangat bagus dan berhasil menyelesaikan setiap serangan. Mereka bermain bagus, mulai dari penjaga gawang hingga pemain pengganti yang paling akhir masuk lapangan," pungkasnya. ( roz / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin yang dihelat di kota La Paz, Kamis (2/4/2009) dinihari WIB, 'Tim Tango' sudah tertinggal 1-3 di akhir babak pertama. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan tiga gol lagi di babak kedua.
Kekalahan ini jelas jadi pukulan telak buat Argentina yang saat ini tengah berupaya mengejar Paraguay di puncak klasemen. Meski dipermalukan dengan skor sangat telak, juara dunia dua kali itu untuk sementara masih duduk di posisi dua klasemen zona Amerika Latin dengan poin 19.
Bagi Maradona ini merupakan kekalahan perdananya sejak ditunjuk melatih Argentina pada bulan Oktober 2008. Yang menyesakkan, kekelahan perdananya ini terjadi dengan skor yang amat telak. Jadi wajarlah apabila ia sangat kecewa.
Pria yang mengantarkan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 ini menyebut, setiap Bolivia mencetak gol hatinya terasa seperti ditusuk. Singkat kata, hati Maradona ditusuk enam kali dalam laga ini.
"Saya bersedih bersama mereka (publik Argentina). Setiap gol yang dilesakkan Bolivia adalah sebuah tusukan untuk hati saya," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Jika kami bermimpi bahwa hal ini akan terjadi, maka kami akan berpikir bahwa itu adalah hal yang tak mungkin."
Ia juga sempat menyebut bahwa bermain di kota La Paz yang berketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut membuat para pemainnya sulit untuk berlari. Maradona sendiri dilaporkan tampak kehabisan nafas ketika menghadiri konferensi pers seusai pertandingan.
Toh demikian, ia tetap memberikan selamat kepada Bolivia. Ia menyebut, tim arahan Erwin Sanchez itu telah menyuguhkan permainan yang lebih baik dari timnya.
"Kita harus memberikan selamat kepada Bolivia yang jauh lebih baik dari kami di setiap sisi lapangan. Tak ada yang perlu dikatakan lagi. Mereka mengalahkan kami dengan sempurna dan kini kami harus memulai lagi segalanya dari awal."
"Bolivia bermain sangat bagus dan berhasil menyelesaikan setiap serangan. Mereka bermain bagus, mulai dari penjaga gawang hingga pemain pengganti yang paling akhir masuk lapangan," pungkasnya. ( roz / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Senin, 21/05/2012 22:31 WIB
Mihajlovic Arsiteki Serbia
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 16:30 WIB
Lima Alasan Mengapa Final Copa del Rey Layak Ditonton
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 13:45 WIB
Jelang Final Copa del Rey
Nostalgia Bilbao-Guardiola
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
637 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

