'Aturan F1 Untungkan Tim Pintar'
Kamis, 23/04/2009 23:02 WIB

Reuters
London - Perubahan regulasi di Formula 1 tahun ini telah mengubah wajah balapan jet darat itu secara drastis. Tim-tim yang pintar sukses mengambil keuntungan dari perubahan ini.
Kemenangan Brawn GP di GP Australia dan Malaysia serta kejayaan Red Bull di GP China membuat berbeda balapan yang nyaris setiap tahun identik dengan Ferrari atau McLaren (dan kadang-kadang Renault).
Sukses Red Bull di China tidak bisa dilepaskan dari nama Adrian Newey. Dari tangan ahli desain jempolan inilah lahir mobil RB5 bermesin Renault yang mengantar Sebastian Vettel dan Mark Webber finis di posisi 1-2 di Shanghai.
"Bangun di hari Senin dengan kemenangan 1-2 selalu membuat Anda tersenyum. Hasil itu adalah suntikan percaya diri yang tinggi bagi semua orang di pabrik kami," ujar Newey yang mengaku menonton balapan dari rumahnya seperti dilansir Crash.
Dari tiga seri yang sudah dilalui, terlihat bahwa mereka yang bisa cepat beradaptasi dengan sejumlah perubahan aturan akan berhasil. Sementara mereka yang kurang bisa beradaptasi, meski punya sokongan sumber daya yang besar, akan tercecer.
"Kami mengerti tentang serangkaian perubahan aturan. Kami membuat mobil yang beradaptasi dengan baik sedari awal. Ini sangat memuaskan karena dengan aturan baru itu, kami bekerja sebagai satu tim selama sembilan bulan tanpa tahu bagaimana pekerjaan tim lain," ulasnya.
"Anda belum tahu bagaimana nilai produk Anda bila dibandingkan dengan tim lain karena semua titik-titik acuan serta garis dasarnya telah berubah," imbuh mantan arsitek mobil di Williams dan McLaren itu lagi.
"Dengan perubahan besar di regulasi, ini adalah sebuah peluang untuk tim dengan sumber daya yang lebih kecil, namun pintar dalam cara mereka berpikir tentang pengaruh perubahan aturan itu dan bagaimana menerapkannya. Mereka punya desain yang cerdas dan mobil yang bagus," ujar Newey.
Namun Newey berpendapat bahwa tim-tim kecil itu tidak bisa berjaya selamanya. Saat tim-tim besar sudah menyadari kesalahannya dan dengan kekuatan mereka sudah bisa beradaptasi, maka tim-tim raksasa itu akan bangkit.
"Saat regulasinya sudah stabil, maka tim dengan sumber daya yang lebih besar akan punya kemampuan lebih untuk mengevaluasi pilihan mereka dan mereka akan memiliki keunggulan," pungkasnya.
( arp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kemenangan Brawn GP di GP Australia dan Malaysia serta kejayaan Red Bull di GP China membuat berbeda balapan yang nyaris setiap tahun identik dengan Ferrari atau McLaren (dan kadang-kadang Renault).
Sukses Red Bull di China tidak bisa dilepaskan dari nama Adrian Newey. Dari tangan ahli desain jempolan inilah lahir mobil RB5 bermesin Renault yang mengantar Sebastian Vettel dan Mark Webber finis di posisi 1-2 di Shanghai.
"Bangun di hari Senin dengan kemenangan 1-2 selalu membuat Anda tersenyum. Hasil itu adalah suntikan percaya diri yang tinggi bagi semua orang di pabrik kami," ujar Newey yang mengaku menonton balapan dari rumahnya seperti dilansir Crash.
Dari tiga seri yang sudah dilalui, terlihat bahwa mereka yang bisa cepat beradaptasi dengan sejumlah perubahan aturan akan berhasil. Sementara mereka yang kurang bisa beradaptasi, meski punya sokongan sumber daya yang besar, akan tercecer.
"Kami mengerti tentang serangkaian perubahan aturan. Kami membuat mobil yang beradaptasi dengan baik sedari awal. Ini sangat memuaskan karena dengan aturan baru itu, kami bekerja sebagai satu tim selama sembilan bulan tanpa tahu bagaimana pekerjaan tim lain," ulasnya.
"Anda belum tahu bagaimana nilai produk Anda bila dibandingkan dengan tim lain karena semua titik-titik acuan serta garis dasarnya telah berubah," imbuh mantan arsitek mobil di Williams dan McLaren itu lagi.
"Dengan perubahan besar di regulasi, ini adalah sebuah peluang untuk tim dengan sumber daya yang lebih kecil, namun pintar dalam cara mereka berpikir tentang pengaruh perubahan aturan itu dan bagaimana menerapkannya. Mereka punya desain yang cerdas dan mobil yang bagus," ujar Newey.
Namun Newey berpendapat bahwa tim-tim kecil itu tidak bisa berjaya selamanya. Saat tim-tim besar sudah menyadari kesalahannya dan dengan kekuatan mereka sudah bisa beradaptasi, maka tim-tim raksasa itu akan bangkit.
"Saat regulasinya sudah stabil, maka tim dengan sumber daya yang lebih besar akan punya kemampuan lebih untuk mengevaluasi pilihan mereka dan mereka akan memiliki keunggulan," pungkasnya.
( arp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 15:30 WIB
Menunggu kebangkitan sepak bola Polandia
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
524 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

