Magic Mulai Menakutkan Buat Lakers
Kamis, 11/06/2009 10:27 WIB

(REUTERS)
Orlando - Kebangkitan Orlando Magic di game ketiga final NBA mulai diwaspadai kubu LA Lakers. Kobe Bryant misalnya, sampai menyebut tim asuhan Stan van Gundy itu bisa menjelma sebagai monster.
Magic memperbaiki permainan buruknya di dua game pertama dengan menundukkan Lakers 108-104 hari Rabu (10/6/2009) pagi WIB kemarin. Hasil itu membuat kedudukan berubah menjadi 2-1, masih untuk Lakers.
Statistik mencatat, Magic membuat hampir 63 persen dari shooting-nya di pertandingan ketiga itu. Persentase itu adalah sebuah rekor di final NBA, yang mengingatkan pelatih Lakers, Phil Jackson, saat masih menjadi pemain New York Knicks.
"Tim yang saya perkuat di tahun 1972, punya rekor babak pertama terbaik di game final dengan 71 persen. Waktu itu (Knicks) melawan Lakers," kenang pelatih hebat berusia 63 tahun itu, dikutip dari Reuters.
"Itulah game pertama pada final itu, dan satu-satunya kemenangan kami," sambung Jackson, merujuk pada fakta bahwa Knicks kalah 1-4 dari Lakers.
Permainan Magic yang gemilang di game ketiga juga mendapat pujian dari Bryant. Menurut bintang Lakers ini, pasukan Orlando tidak memunculkan performa yang hebat karena kebetulan.
"Mereka dalam posisi ini (masuk final) karena mereka melakukan tembakan dengan baik. Mereka panas bukan karena kebetulan atau untuk satu game saja,” tutur Bryant.
"Bisa bisa memanas dan terus begitu. Ketika itu terjadi, maka Anda berurusan dengan sesosok monster," sambungnya.
Game keempat masih akan diadakan di kandang Magic pada hari Jumat pagi WIB.
( a2s / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Magic memperbaiki permainan buruknya di dua game pertama dengan menundukkan Lakers 108-104 hari Rabu (10/6/2009) pagi WIB kemarin. Hasil itu membuat kedudukan berubah menjadi 2-1, masih untuk Lakers.
Statistik mencatat, Magic membuat hampir 63 persen dari shooting-nya di pertandingan ketiga itu. Persentase itu adalah sebuah rekor di final NBA, yang mengingatkan pelatih Lakers, Phil Jackson, saat masih menjadi pemain New York Knicks.
"Tim yang saya perkuat di tahun 1972, punya rekor babak pertama terbaik di game final dengan 71 persen. Waktu itu (Knicks) melawan Lakers," kenang pelatih hebat berusia 63 tahun itu, dikutip dari Reuters.
"Itulah game pertama pada final itu, dan satu-satunya kemenangan kami," sambung Jackson, merujuk pada fakta bahwa Knicks kalah 1-4 dari Lakers.
Permainan Magic yang gemilang di game ketiga juga mendapat pujian dari Bryant. Menurut bintang Lakers ini, pasukan Orlando tidak memunculkan performa yang hebat karena kebetulan.
"Mereka dalam posisi ini (masuk final) karena mereka melakukan tembakan dengan baik. Mereka panas bukan karena kebetulan atau untuk satu game saja,” tutur Bryant.
"Bisa bisa memanas dan terus begitu. Ketika itu terjadi, maka Anda berurusan dengan sesosok monster," sambungnya.
Game keempat masih akan diadakan di kandang Magic pada hari Jumat pagi WIB.
( a2s / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 11:16 WIB
James & Wade Bawa Heat Ungguli Pacers 3-2
-
Selasa, 22/05/2012 12:30 WIB
Sungkurkan Lakers, Thunder Tantang Spurs di Final Wilayah
-
Senin, 21/05/2012 12:29 WIB
Spurs Lolos, Heat-Pacers Sama Kuat
-
Minggu, 20/05/2012 13:14 WIB
Lakers Tertinggal 1-3
-
Minggu, 20/05/2012 10:49 WIB
Spurs Selangkah Lagi ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 15:30 WIB
Menunggu kebangkitan sepak bola Polandia
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
527 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

