Kobe Lepas dari Bayang-bayang Shaq
Senin, 15/06/2009 10:45 WIB

Reuters
Terkait
Orlando - Tiga cincin juara NBA didapat oleh Kobe Bryant saat ia bertandem dengan Shaquille O'Neal. Kini, titel keempat digenggam Kobe tanpa dihantui bayangan Shaq.
Gelar keempat Kobe datang setelah Los Angeles Lakers membekap Orlando Magic 99-86 di game kelima final NBA di Amway Arena, Orlando, Senin (15/6/2009) pagi WIB.
Sebelumnya, Kobe menjadi juara NBA bersama Lakers pada tahun 2000, 2001 dan 2002. Tandem Kobe dengan Shaq menjadi motor utama Lakers untuk tiga titel beruntun tersebut.
Di tiga kesempatan itu, Shaq-lah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Artinya, Shaq adalah bintang utama dan Kobe harus ikhlas menjadi sidekick alias pemeran pembantu.
Belakangan, keduanya terlibat konflik dan Shaq pindah ke Miami Heat pada tahun 2004. Tanpa Shaq, Kobe memang menjadi bintang utama Lakers. Tetapi tak ada satu pun gelar yang sanggup ia hadirkan.
Wajar bila publik mengatakan bahwa Kobe berada di bawah bayang-bayang gelap Shaq. Sampai kemudian saat itu datang, Kobe bisa menurunkan beban berat itu dari bahunya dan mengantar Lakers jadi juara lagi dalam tujuh tahun terakhir.
Kobe menjadi bintang kemenangan Lakers atas Magic sehingga ia pun dinobatkan sebagai MVP final. Inilah titel MVP final pertama guard berusia 30 tahun itu sepanjang karirnya.
Dengan gelar NBA tahun ini, yang disempurnakan dengan MVP final, maka Kobe sekarang sudah sah keluar dari bayang-bayang Shaq. Kobe mampu membuktikan bahwa tanpa Shaq pun ia sanggup menjejak puncak dunia.
Shaq pun mengucapkan selamat untuk mantan rekannya itu melalui Twitter-nya. "Selamat Kobe. Kamu layak mendapatkannya. Kamu bermain hebat. Nikmatilah, nikmatilah. Aku tahu kamu sekarang sedang bilang, 'Shaq, rasakan ini'."
( arp / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Gelar keempat Kobe datang setelah Los Angeles Lakers membekap Orlando Magic 99-86 di game kelima final NBA di Amway Arena, Orlando, Senin (15/6/2009) pagi WIB.
Sebelumnya, Kobe menjadi juara NBA bersama Lakers pada tahun 2000, 2001 dan 2002. Tandem Kobe dengan Shaq menjadi motor utama Lakers untuk tiga titel beruntun tersebut.
Di tiga kesempatan itu, Shaq-lah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Artinya, Shaq adalah bintang utama dan Kobe harus ikhlas menjadi sidekick alias pemeran pembantu.
Belakangan, keduanya terlibat konflik dan Shaq pindah ke Miami Heat pada tahun 2004. Tanpa Shaq, Kobe memang menjadi bintang utama Lakers. Tetapi tak ada satu pun gelar yang sanggup ia hadirkan.
Wajar bila publik mengatakan bahwa Kobe berada di bawah bayang-bayang gelap Shaq. Sampai kemudian saat itu datang, Kobe bisa menurunkan beban berat itu dari bahunya dan mengantar Lakers jadi juara lagi dalam tujuh tahun terakhir.
Kobe menjadi bintang kemenangan Lakers atas Magic sehingga ia pun dinobatkan sebagai MVP final. Inilah titel MVP final pertama guard berusia 30 tahun itu sepanjang karirnya.
Dengan gelar NBA tahun ini, yang disempurnakan dengan MVP final, maka Kobe sekarang sudah sah keluar dari bayang-bayang Shaq. Kobe mampu membuktikan bahwa tanpa Shaq pun ia sanggup menjejak puncak dunia.
Shaq pun mengucapkan selamat untuk mantan rekannya itu melalui Twitter-nya. "Selamat Kobe. Kamu layak mendapatkannya. Kamu bermain hebat. Nikmatilah, nikmatilah. Aku tahu kamu sekarang sedang bilang, 'Shaq, rasakan ini'."
( arp / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 11:16 WIB
James & Wade Bawa Heat Ungguli Pacers 3-2
-
Selasa, 22/05/2012 12:30 WIB
Sungkurkan Lakers, Thunder Tantang Spurs di Final Wilayah
-
Senin, 21/05/2012 12:29 WIB
Spurs Lolos, Heat-Pacers Sama Kuat
-
Minggu, 20/05/2012 13:14 WIB
Lakers Tertinggal 1-3
-
Minggu, 20/05/2012 10:49 WIB
Spurs Selangkah Lagi ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
527 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

