GP Inggris
Penyesalan Vettel yang Bukan Orang Inggris
Senin, 22/06/2009 06:15 WIB

AFP
Silverstone - Sebastian Vettel berhasil menjejak podium pertama untuk kali ketiga dalam karirnya usai berjaya di Silverstone. Dia jelas bahagia, meski juga terselip sedikit penyesalan.
Jelang balapan GP Inggris, Minggu (22/6/2009), ekspektasi publik lokal ditujukan kepada Jenson Button, pembalap Inggris yang musim ini tengah jaya-jayanya. Tapi aroma kegagalan Button mulai tercium sejak sesi kualifikasi. Adalah Vettel yang mulai menunjukkan taji di sesi ini.
Dengan meraih pole di Silverstone, pembalap Red Bull asal Jerman itu terus mendominasi balapan dari awal sampai akhir. Sukses menjaga posisi, Vettel yang akan genap 22 tahun pada 3 Juli mendatang itu melewati garis finis dari posisi pertama.
Kemenangan kedua Vettel musim ini tersebut --yang pertama di GP China-- menandainya sebagai satu-satunya pembalap yang bisa menyela kejayaan Button sejauh ini. Dari delapan seri, Button enam kali jadi kampiun sedangkan Vettel dua.
Selain itu, Vettel kini juga akan tercatat sebagai pembalap F1 terakhir yang jadi juara di Silverstone. Musim depan, gelaran F1 tak lagi dihelat di sirkuit sepanjang 5,141 km tersebut.
Lalu dengan manisnya kemenangan di Silverstone ini, apa pula yang masih disesali oleh Vettel? "Saya sedikit menyesal karena bukan orang Inggris, soalnya fans di sini luar biasa," tutur Vettel di Reuters.
Apresiasi sekitar 120 ribu penonton di Silverstone rupanya memang telah menyentuh hati Vettel. Meski bukan orang Inggris, dia merasa para fans tetap hangat menyambut kesusesannya.
"Di dua lap terakhir saja saya sudah bisa melihat orang-orang berdiri dan bersorak. Saat itu saya ingin melambai dan bilang terima kasih, tapi saya pikir tidak usah dululah. Ada kisah di masa lalu saat itu terlihat tak baik," tukasnya berseloroh.
Kalimat terakhir Vettel tadi sebenarnya merujuk kepada performa pembalap Inggris Nigel Mansell tahun 1991 di GP Kanada. Kala itu, mesin Mansell ngadat saat tengah melambai kepada fans ketika tengah melaju di lap terakhir menuju kemenangan. Akhirnya Mansell malah gagal menang dan cuma finis di posisi enam.
Kegagalan di Kanada itu sendiri kemudian dibayar lunas oleh Mansell dengan kemenangan luar biasa di Silverstone, yang mana bikin fans ikut menghambur dan kemudian dilanda Mansell-Mania.
"Saya ingin berterima kasih kepada Silverstone. Baru dua kali saya ke sini dan sudah sangat menikmatinya. Inilah yang saya idamkan ketika melihat GP pertama di Silverstone pada era Mansel dan seterusnya."
"Seperti tidak nyata kala saya sekarang ada di sini, saya sudah melakukannya dan memenangi seri ini," demikian Vettel. ( krs / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Jelang balapan GP Inggris, Minggu (22/6/2009), ekspektasi publik lokal ditujukan kepada Jenson Button, pembalap Inggris yang musim ini tengah jaya-jayanya. Tapi aroma kegagalan Button mulai tercium sejak sesi kualifikasi. Adalah Vettel yang mulai menunjukkan taji di sesi ini.
Dengan meraih pole di Silverstone, pembalap Red Bull asal Jerman itu terus mendominasi balapan dari awal sampai akhir. Sukses menjaga posisi, Vettel yang akan genap 22 tahun pada 3 Juli mendatang itu melewati garis finis dari posisi pertama.
Kemenangan kedua Vettel musim ini tersebut --yang pertama di GP China-- menandainya sebagai satu-satunya pembalap yang bisa menyela kejayaan Button sejauh ini. Dari delapan seri, Button enam kali jadi kampiun sedangkan Vettel dua.
Selain itu, Vettel kini juga akan tercatat sebagai pembalap F1 terakhir yang jadi juara di Silverstone. Musim depan, gelaran F1 tak lagi dihelat di sirkuit sepanjang 5,141 km tersebut.
Lalu dengan manisnya kemenangan di Silverstone ini, apa pula yang masih disesali oleh Vettel? "Saya sedikit menyesal karena bukan orang Inggris, soalnya fans di sini luar biasa," tutur Vettel di Reuters.
Apresiasi sekitar 120 ribu penonton di Silverstone rupanya memang telah menyentuh hati Vettel. Meski bukan orang Inggris, dia merasa para fans tetap hangat menyambut kesusesannya.
"Di dua lap terakhir saja saya sudah bisa melihat orang-orang berdiri dan bersorak. Saat itu saya ingin melambai dan bilang terima kasih, tapi saya pikir tidak usah dululah. Ada kisah di masa lalu saat itu terlihat tak baik," tukasnya berseloroh.
Kalimat terakhir Vettel tadi sebenarnya merujuk kepada performa pembalap Inggris Nigel Mansell tahun 1991 di GP Kanada. Kala itu, mesin Mansell ngadat saat tengah melambai kepada fans ketika tengah melaju di lap terakhir menuju kemenangan. Akhirnya Mansell malah gagal menang dan cuma finis di posisi enam.
Kegagalan di Kanada itu sendiri kemudian dibayar lunas oleh Mansell dengan kemenangan luar biasa di Silverstone, yang mana bikin fans ikut menghambur dan kemudian dilanda Mansell-Mania.
"Saya ingin berterima kasih kepada Silverstone. Baru dua kali saya ke sini dan sudah sangat menikmatinya. Inilah yang saya idamkan ketika melihat GP pertama di Silverstone pada era Mansel dan seterusnya."
"Seperti tidak nyata kala saya sekarang ada di sini, saya sudah melakukannya dan memenangi seri ini," demikian Vettel. ( krs / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
528 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message






.gif)

