Forehand Serena Sedang ke Hawaii
Jumat, 03/07/2009 03:22 WIB

AFP/Stefan Wermuth
London - Serena Williams harus melakoni pertandingan sepanjang nyaris tiga jam untuk bisa melaju ke final Wimbledon. Itu karena forehandnya masih di Hawaii. Untung ada servisnya yang maut.
Di center court Wimbledon, Kamis (2/7/2009), terjadi pertandingan seru antara Serena kontra Elena Dementieva. Menghabiskan waktu 2 jam 50 menit, Serena menang 6-7 (4-7), 7-5, 8-6.
Serena harus berterimakasih kepada servisnya yang keras saat pukulan-pukulan forehand-nya banyak yang tidak ampuh. Total 20 pukulan servis dari petenis unggulan dua itu berbuah ace.
"Saya benar-benar berutang kepada servis saya. Servis jadi kunci dan ketika saya harus menerima servis, saya bisa menahannya. Forehand saya tidak muncul kali ini, saya pikir dia sedang ke Hawaii," kata Serena dikutip Reuters.
"Tetapi situasi di mana salah satu pukulan Anda sedang berlibur itu bagus juga," sambung Serena lagi.
Pertarungan Serena melawan Dementieva memang istimewa. Pertandingan ini menghapus anggapan bahwa tenis putri mudah diprediksi hasilnya. Yang lain, durasi laga ini juga menjadi rekor terlama semifinal Wimbledon di era terbuka.
"Saya benar-benar harus bekerja keras karena saya menghadapi lawan yang tidak memberikan saya ruang sedikit pun serta berbuat sedikit salah dan bermain 100 persen. Ini adalah salah satu kemenangan terdramatis saya," kata Serena.
Di final, Serena akan menghadapi saudari tuanya, Venus Williams. Partai ini sekaligus menjadi ulangan final tahun lalu di mana Venus memenangi pertandingan tersebut.
( arp / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Di center court Wimbledon, Kamis (2/7/2009), terjadi pertandingan seru antara Serena kontra Elena Dementieva. Menghabiskan waktu 2 jam 50 menit, Serena menang 6-7 (4-7), 7-5, 8-6.
Serena harus berterimakasih kepada servisnya yang keras saat pukulan-pukulan forehand-nya banyak yang tidak ampuh. Total 20 pukulan servis dari petenis unggulan dua itu berbuah ace.
"Saya benar-benar berutang kepada servis saya. Servis jadi kunci dan ketika saya harus menerima servis, saya bisa menahannya. Forehand saya tidak muncul kali ini, saya pikir dia sedang ke Hawaii," kata Serena dikutip Reuters.
"Tetapi situasi di mana salah satu pukulan Anda sedang berlibur itu bagus juga," sambung Serena lagi.
Pertarungan Serena melawan Dementieva memang istimewa. Pertandingan ini menghapus anggapan bahwa tenis putri mudah diprediksi hasilnya. Yang lain, durasi laga ini juga menjadi rekor terlama semifinal Wimbledon di era terbuka.
"Saya benar-benar harus bekerja keras karena saya menghadapi lawan yang tidak memberikan saya ruang sedikit pun serta berbuat sedikit salah dan bermain 100 persen. Ini adalah salah satu kemenangan terdramatis saya," kata Serena.
Di final, Serena akan menghadapi saudari tuanya, Venus Williams. Partai ini sekaligus menjadi ulangan final tahun lalu di mana Venus memenangi pertandingan tersebut.
( arp / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
-
Jumat, 25/05/2012 08:24 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Prancis Terbuka Grand Slam terbesar
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 16:30 WIB
Lima Alasan Mengapa Final Copa del Rey Layak Ditonton
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
641 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

