Wimbledon
Sayang Adik atau Diri Sendiri, Venus?
Jumat, 03/07/2009 11:36 WIB

Venus Williams (AFP)
Wimbledon - Dilema dihadapi Venus Williams menjelang laga final Wimbledon yang mempertemukan dirinya dengan sang adik kandung, Serena. Di satu sisi, ia menyayangi Serena. Namun di sisi lain, ia juga sayang diri sendiri.
Venus memastikan tiket laga puncak Wimbledon usai mengkandaskan petenis nomor satu dunia, Dinara Safina. Di final, Venus akan menghadapi adiknya, Serena.
Venus begitu menyayangi saudari yang lebih muda dua tahun darinya itu. "Saya tidak ingin melihat Serena kecewa karena apa pun sebabnya. Saya gembira Serena di final, namun sayang sekali dia harus megnhadapi saya," ujar Venus seperti dilansir dari News.com.au.
Namun di sisi lain, Venus tak ingin melepaskan kesempatan mencetak hattrick juara di Wimbledon. "Saya tak ingin melihat Serena kalah, namun saya sangat ingin menang. Saya juga tidak ingin kecewa," ujar petenis berusia 29 tahun tersebut.
Namun Venus tidak ingin berlama-lama membiarkan dirinya dalam dilema. Ia mengakui bahwa bertemunya (kembali) keluarga Williams di final Wimbledon merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.
"Mimpi tak menjadi kenyataan ketika ia atau saya gagal melalui semifinal. Jadi, saya akan bermain optimal melawan Serena, karena mimpi kami berdua serta mimpi keluarga kami telah menjadi kenyataan," tutup petenis bernama lengkap Venus Ebony Starr Williams ini.
Laga Venus kontra Serena bakal menjadi final keempat sesama bersaudari Williams itu di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Tahun lalu, Venus sukses mengalahkan Serena di final.
( nar / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Venus memastikan tiket laga puncak Wimbledon usai mengkandaskan petenis nomor satu dunia, Dinara Safina. Di final, Venus akan menghadapi adiknya, Serena.
Venus begitu menyayangi saudari yang lebih muda dua tahun darinya itu. "Saya tidak ingin melihat Serena kecewa karena apa pun sebabnya. Saya gembira Serena di final, namun sayang sekali dia harus megnhadapi saya," ujar Venus seperti dilansir dari News.com.au.
Namun di sisi lain, Venus tak ingin melepaskan kesempatan mencetak hattrick juara di Wimbledon. "Saya tak ingin melihat Serena kalah, namun saya sangat ingin menang. Saya juga tidak ingin kecewa," ujar petenis berusia 29 tahun tersebut.
Namun Venus tidak ingin berlama-lama membiarkan dirinya dalam dilema. Ia mengakui bahwa bertemunya (kembali) keluarga Williams di final Wimbledon merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.
"Mimpi tak menjadi kenyataan ketika ia atau saya gagal melalui semifinal. Jadi, saya akan bermain optimal melawan Serena, karena mimpi kami berdua serta mimpi keluarga kami telah menjadi kenyataan," tutup petenis bernama lengkap Venus Ebony Starr Williams ini.
Laga Venus kontra Serena bakal menjadi final keempat sesama bersaudari Williams itu di All England Lawn Tennis and Croquet Club. Tahun lalu, Venus sukses mengalahkan Serena di final.
( nar / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
-
Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
-
Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
-
Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
-
Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
529 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
218 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

