Maaf Roddick untuk Sampras
Senin, 06/07/2009 03:40 WIB

AFP/Glyn Kirk
Terkait
London - Meski sudah memberikan perlawanan super ketat, Andy Roddick akhirnya harus takluk oleh Roger Federer di final Wimbledon. Kata maaf pun ditujukan Roddick untuk Pete Sampras.
Melalui sebuah pertandingan yang menegangkan selama 4 jam lebih, Minggu (5/7/2009), Federer berhak atas titel Wimbledon dengan menghantam Roddick 5-7, 7-6 (8-6), 7-6 (7-5), 3-6, 16-14.
Menyesal untuk dirinya sendiri sudah tentu. Tetapi Roddick dengan setengah berseloroh minta maaf kepada Sampras karena ia gagal menghadang Federer menggusur Sampras sebagai pengoleksi gelar Grand Slam terbanyak.
"Maaf Pete, saya sudah mencoba menghadang dia," komentar Roddick seusai pertandingan yang langsung disambut tawa para penonton di All England Lawn Tennis and Croquet Club seperti dikutip Reuters.
Kombinasi Wimbledon dan Federer memang bagai racun mematikan bagi Roddick. Empat kali mereka bertemu, sekali di semifinal 2003, dua kali di final 2004 dan 2005, Federer selalu menang.
"Roger adalah seorang juara sejati dan dia layak untuk semua yang telah ia dapatkan," ungkap petenis Amerika Serikat kelahiran 26 tahun silam tersebut kemudian.
"Saya berharap bisa kembali suatu hari dan mematrikan nama saya di papan daftar pemenang itu," tekad Roddick.
( arp / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Melalui sebuah pertandingan yang menegangkan selama 4 jam lebih, Minggu (5/7/2009), Federer berhak atas titel Wimbledon dengan menghantam Roddick 5-7, 7-6 (8-6), 7-6 (7-5), 3-6, 16-14.
Menyesal untuk dirinya sendiri sudah tentu. Tetapi Roddick dengan setengah berseloroh minta maaf kepada Sampras karena ia gagal menghadang Federer menggusur Sampras sebagai pengoleksi gelar Grand Slam terbanyak.
"Maaf Pete, saya sudah mencoba menghadang dia," komentar Roddick seusai pertandingan yang langsung disambut tawa para penonton di All England Lawn Tennis and Croquet Club seperti dikutip Reuters.
Kombinasi Wimbledon dan Federer memang bagai racun mematikan bagi Roddick. Empat kali mereka bertemu, sekali di semifinal 2003, dua kali di final 2004 dan 2005, Federer selalu menang.
"Roger adalah seorang juara sejati dan dia layak untuk semua yang telah ia dapatkan," ungkap petenis Amerika Serikat kelahiran 26 tahun silam tersebut kemudian.
"Saya berharap bisa kembali suatu hari dan mematrikan nama saya di papan daftar pemenang itu," tekad Roddick.
( arp / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
-
Jumat, 25/05/2012 08:24 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Prancis Terbuka Grand Slam terbesar
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 16:30 WIB
Lima Alasan Mengapa Final Copa del Rey Layak Ditonton
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
641 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

