Briatore-Piquet Perang Kata-kata
Rabu, 29/07/2009 02:35 WIB

Flavio Briatore dan Nelson Piquet Jr (Reuters)
Oxfordshire - Suhu panas melanda tim Renault. Bos tim Flavio Briatore dan pembalapnya sendiri, Nelson Piquet Jr. terlibat perang kata-kata. Apa pemicunya dan seperti apa perang kata-kata antara keduanya?
Sejak menjalani debutnya di F1 bersama Renault di tahun 2008, Piquet baru satu kali meraih podium yakni di GP Jerman 2008. Hingga saat ini poin total yang diraihnya adalah 19.
Untuk musim ini, pembalap yang baru saja merayakan ulang tahun ke-25 itu masih belum mendapatkan poin. Ia kini duduk di posisi ke-20 klasemen sementara pembalap.
Hasil ini membuat Briatore berang. "Saya selalu bersikap adil kepada pembalap saya. Saya berharap banyak dari Piquet, karena ini merupakan musim keduanya ia menjadi pembalap full-time ," ujar Briatore seperti dilansir dari Autosport.
"Ketika ada pembalap yang mengalami hasil buruk, ia pun membuka buku alasan dan mulai berkata: ini akibat faktor cuaca, pantulan cahaya dari kaca mata hitam penonton, selip di tikungan, ini, itu," ujar pria asal Inggris tersebut.
Briatore menegaskan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan antara mobil yang ditunggangi Piquet dengan mobil Fernando Alonso. Selanjutnya, bos Renault berusia 59 tahun itu pun membandingkan dengan kondisi tim Red Bull yang juga menggunakan mesin Renault.
"Piquet memang melakukan tes balap lebih sedikit dari Alonso, namun lihatlah di mana posisi Mark Webber saat ini. Webber juga menjalani tes lebih sedikit daripada Sebastian Vettel karena ia mengalami cedera kaki," ujarnya.
Piquet tak kalah keras membalas ucapan sang bos. Ia menuding Briatore sebagai seorang yang hanya mencari untung saja. "Flavio adalah pelaku bisnis, ia tak tahu apa-apa soal F1. Ia memang manajer saya, namun perannya sebagai bos tim tidak membuat saya menaruh rasa hormat," seru Piquet.
"Ia cuma berpikir soal uang, berapa banyak aba yang bisa ia kantongi di setiap kegiatan yang ia ikuti. Briatore adalah orang yang tak memiliki teman. Setiap hari, orang-orang selalu bertanya kepada saya: mengapa kamu diam saja?"
Soal perbandingan dengan Webber, Piquet punya alasan. "Webber sudah di F1 sejak tahun 2001, ia memulai di era yang berbeda dengan saya, di mana ketika itu sesi tes tidak dibatasi," serunya.
Pembalap yang biasa dipanggil Nelsinho ini juga menyoal kondisi tim yang mempengaruhi pencapaiannya sejauh ini. "Saya harus beraraung dengan Briatore dan juga Alonso, seorang pembalap yang fantastis. Ketika saya tak kompetitif di kualifikasi, saya merupakan orang pertama yang mengatakannya. Namun bila Briatore tak mengerti maksud saya, apa yang bisa saya lakukan?" tutupnya.
Dua pekan sebelum perang kata-kata ini terjadi, posisi Piquet di Renault diberitakan terancam usai Briatore menolak mengkonfirmasi siapa pembalap pendamping Alonso di GP Hongaria (26/7/2009). Pada akhirnya, Nelsinho tetap tampil dan finis ke-12. ( krs / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sejak menjalani debutnya di F1 bersama Renault di tahun 2008, Piquet baru satu kali meraih podium yakni di GP Jerman 2008. Hingga saat ini poin total yang diraihnya adalah 19.
Untuk musim ini, pembalap yang baru saja merayakan ulang tahun ke-25 itu masih belum mendapatkan poin. Ia kini duduk di posisi ke-20 klasemen sementara pembalap.
Hasil ini membuat Briatore berang. "Saya selalu bersikap adil kepada pembalap saya. Saya berharap banyak dari Piquet, karena ini merupakan musim keduanya ia menjadi pembalap full-time ," ujar Briatore seperti dilansir dari Autosport.
"Ketika ada pembalap yang mengalami hasil buruk, ia pun membuka buku alasan dan mulai berkata: ini akibat faktor cuaca, pantulan cahaya dari kaca mata hitam penonton, selip di tikungan, ini, itu," ujar pria asal Inggris tersebut.
Briatore menegaskan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan antara mobil yang ditunggangi Piquet dengan mobil Fernando Alonso. Selanjutnya, bos Renault berusia 59 tahun itu pun membandingkan dengan kondisi tim Red Bull yang juga menggunakan mesin Renault.
"Piquet memang melakukan tes balap lebih sedikit dari Alonso, namun lihatlah di mana posisi Mark Webber saat ini. Webber juga menjalani tes lebih sedikit daripada Sebastian Vettel karena ia mengalami cedera kaki," ujarnya.
Piquet tak kalah keras membalas ucapan sang bos. Ia menuding Briatore sebagai seorang yang hanya mencari untung saja. "Flavio adalah pelaku bisnis, ia tak tahu apa-apa soal F1. Ia memang manajer saya, namun perannya sebagai bos tim tidak membuat saya menaruh rasa hormat," seru Piquet.
"Ia cuma berpikir soal uang, berapa banyak aba yang bisa ia kantongi di setiap kegiatan yang ia ikuti. Briatore adalah orang yang tak memiliki teman. Setiap hari, orang-orang selalu bertanya kepada saya: mengapa kamu diam saja?"
Soal perbandingan dengan Webber, Piquet punya alasan. "Webber sudah di F1 sejak tahun 2001, ia memulai di era yang berbeda dengan saya, di mana ketika itu sesi tes tidak dibatasi," serunya.
Pembalap yang biasa dipanggil Nelsinho ini juga menyoal kondisi tim yang mempengaruhi pencapaiannya sejauh ini. "Saya harus beraraung dengan Briatore dan juga Alonso, seorang pembalap yang fantastis. Ketika saya tak kompetitif di kualifikasi, saya merupakan orang pertama yang mengatakannya. Namun bila Briatore tak mengerti maksud saya, apa yang bisa saya lakukan?" tutupnya.
Dua pekan sebelum perang kata-kata ini terjadi, posisi Piquet di Renault diberitakan terancam usai Briatore menolak mengkonfirmasi siapa pembalap pendamping Alonso di GP Hongaria (26/7/2009). Pada akhirnya, Nelsinho tetap tampil dan finis ke-12. ( krs / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
533 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






.gif)

