Jelang GP Indianapolis
Lawan Rossi, Lorenzo Tak Ubah Strategi
Jumat, 28/08/2009 19:06 WIB

Reuters
Jakarta - Perlawanan Jorge Lorenzo berulang kali terpatahkan oleh ketangguhan Valentino Rossi. Meski begitu rider asal Spanyol itu mengaku tidak akan mengubah strategi yang dipakainya selama ini.
Lorenzo merupakan penantang terberat Rossi di tahun 2009. Pembalap asal Spanyol itu berulangkali memberikan perlawanan sengit kepada rekan setimnya di Yamaha itu di sejumlah balapan yang telah dihelat musim ini.
Selain duel langsung di sirkuit, keduanya juga berpacu di klasemen sementara. Namun Lorenzo masih harus mengakui kematangan Rossi yang meraup poin terbanyak dengan 212 angka, unggul 50 angka darinya.
Selain sebanyak lima kali harus finis dengan kondisi terasapi Rossi, Lorenzo juga berulangkali terjatuh dan gagal finis. Meski begitu, pembalap kelahiran 4 Mei 1987 tersebut tidak mau mengubah strategi di balapan selanjutya termasuk di GP Indianapolis pada akhir pekan ini.
Menurut Lorenzo, saat ini dia telah berada di jalur yang tepat dan tinggal mematangkan sedikit kekurangan dari dirinya saja. Di sisi lain, ia memaklumi ketertinggalannya dari Rossi yang disebutnya sebagai pembalap tercepat yang pernah ada.
"Mungkin saya berduel dengan pembalap paling cepat yang pernah ada dan pastinya dia sangat sulit dikalahkan. Namun strategi saya tidak jelek-jelek amat. Saya hanya perlu mengembangkan pengereman dan mencoba untuk tidak terjatuh lagi," tukasnya di Motorcycle News.
"Ketika saya datang di kejuaraan dunia, Valentino Rossi merupakan raja MotoGP sementara saya berada di urutan 20 kelas 125 cc. Sekarang saya kurang lebih memiliki level yang sama dengan dirinya," pungkas pemuda Spanyol itu.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Lorenzo merupakan penantang terberat Rossi di tahun 2009. Pembalap asal Spanyol itu berulangkali memberikan perlawanan sengit kepada rekan setimnya di Yamaha itu di sejumlah balapan yang telah dihelat musim ini.
Selain duel langsung di sirkuit, keduanya juga berpacu di klasemen sementara. Namun Lorenzo masih harus mengakui kematangan Rossi yang meraup poin terbanyak dengan 212 angka, unggul 50 angka darinya.
Selain sebanyak lima kali harus finis dengan kondisi terasapi Rossi, Lorenzo juga berulangkali terjatuh dan gagal finis. Meski begitu, pembalap kelahiran 4 Mei 1987 tersebut tidak mau mengubah strategi di balapan selanjutya termasuk di GP Indianapolis pada akhir pekan ini.
Menurut Lorenzo, saat ini dia telah berada di jalur yang tepat dan tinggal mematangkan sedikit kekurangan dari dirinya saja. Di sisi lain, ia memaklumi ketertinggalannya dari Rossi yang disebutnya sebagai pembalap tercepat yang pernah ada.
"Mungkin saya berduel dengan pembalap paling cepat yang pernah ada dan pastinya dia sangat sulit dikalahkan. Namun strategi saya tidak jelek-jelek amat. Saya hanya perlu mengembangkan pengereman dan mencoba untuk tidak terjatuh lagi," tukasnya di Motorcycle News.
"Ketika saya datang di kejuaraan dunia, Valentino Rossi merupakan raja MotoGP sementara saya berada di urutan 20 kelas 125 cc. Sekarang saya kurang lebih memiliki level yang sama dengan dirinya," pungkas pemuda Spanyol itu.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 06:21 WIB
Lorenzo Sempat Takut & Benci 'Basah-basahan'
-
Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
-
Senin, 21/05/2012 02:36 WIB
Kemenangan Manis Lorenzo di Le Mans
-
Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
-
Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
535 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






_4.gif)

