Skandal Renault
'Pengaturan Lebih Buruk dari Curang'
Jumat, 11/09/2009 22:25 WIB

Reuters
Monza - Max Mosley harus menghadapi masalah berat di penghujung masa kerjanya sebagai Presiden FIA dengan mencuatnya kasus Renault. Menurut Mosley, pengaturan hasil lebih buruk dari curang.
Di GP Singapura 2008, Renault diduga melakukan skenario mencelakakan Nelson Piquet Jr untuk memuluskan jalan Fernando Alonso jadi juara. Akibatnya, Renault pun akan disidang FIA akhir bulan ini di Paris.
Mosley mengatakan bahwa FIA tak punya pilihan lain kecuali menyikapi masalah itu dengan ultra serius setelah Piquet menyebut dirinya diperintahkan menabrakkan diri ke tembok.
"Jika Anda melihat ke olahraga lain, bila seseorang mengatur hasil pasti akan disikapi serius. Pengaturan hasil satu tingkat lebih buruk dari kecurangan," kata Mosley di Monza seperti dikutip Autosport.
Renault telah membantah laporan dari Piquet dan berkilah bahwa justru pembalap Brasil itulah yang mengusulkan dirinya terlibat kecelakaan untuk membuat safety car masuk ke trek.
"Bila Anda seorang pembalap sepeda dan memakai doping, itu curang. Jika Anda menyuap pembalap lain atau menyuruh mereka jatuh di tengah rombongan agar pemegang kaos kuning jatuh, itu lebih serius," papar Mosley.
"Lalu jika itu membahayakan nyawa orang, apakah itu penonton, petugas atau pembalap, itu lebih serius lagi. Saat kita bicara tentangnya, kami mengisyaratkan kalau mereka (Renault) bersalah, tapi kita tak tahu. Hingga mereka membela diri, pra duga kita mereka tak bersalah."
Akibat tuduhan kecurangan itu, Renault terancam didepak dari F1. Sebuah skenario terburuk untuk olahraga jet darat yang reputasinya tengah menurun akibat sejumlah konflik internal.
"Well, jika dan hanya jika, mereka terbukti bersalah, jelas itu sangat serius. Tapi kita baru mendengar satu pihak saja dan tengah mencoba menyelidikinya sebaik mungkin," tegas Mosley yang Oktober depan akan mundur sebagai Presiden FIA.
( arp / mrp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Di GP Singapura 2008, Renault diduga melakukan skenario mencelakakan Nelson Piquet Jr untuk memuluskan jalan Fernando Alonso jadi juara. Akibatnya, Renault pun akan disidang FIA akhir bulan ini di Paris.
Mosley mengatakan bahwa FIA tak punya pilihan lain kecuali menyikapi masalah itu dengan ultra serius setelah Piquet menyebut dirinya diperintahkan menabrakkan diri ke tembok.
"Jika Anda melihat ke olahraga lain, bila seseorang mengatur hasil pasti akan disikapi serius. Pengaturan hasil satu tingkat lebih buruk dari kecurangan," kata Mosley di Monza seperti dikutip Autosport.
Renault telah membantah laporan dari Piquet dan berkilah bahwa justru pembalap Brasil itulah yang mengusulkan dirinya terlibat kecelakaan untuk membuat safety car masuk ke trek.
"Bila Anda seorang pembalap sepeda dan memakai doping, itu curang. Jika Anda menyuap pembalap lain atau menyuruh mereka jatuh di tengah rombongan agar pemegang kaos kuning jatuh, itu lebih serius," papar Mosley.
"Lalu jika itu membahayakan nyawa orang, apakah itu penonton, petugas atau pembalap, itu lebih serius lagi. Saat kita bicara tentangnya, kami mengisyaratkan kalau mereka (Renault) bersalah, tapi kita tak tahu. Hingga mereka membela diri, pra duga kita mereka tak bersalah."
Akibat tuduhan kecurangan itu, Renault terancam didepak dari F1. Sebuah skenario terburuk untuk olahraga jet darat yang reputasinya tengah menurun akibat sejumlah konflik internal.
"Well, jika dan hanya jika, mereka terbukti bersalah, jelas itu sangat serius. Tapi kita baru mendengar satu pihak saja dan tengah mencoba menyelidikinya sebaik mungkin," tegas Mosley yang Oktober depan akan mundur sebagai Presiden FIA.
( arp / mrp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
535 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






.gif)

