Renault Selanjutnya Bagaimana?
Kamis, 17/09/2009 09:06 WIB

AFP
Jakarta - Dua petinggi Renault memutuskan mundur setelah tim tersebut tak menyangkal tuduhan pengaturan balapan GP Singapura 2008. Renault kini cuma bisa menunggu nasib mereka diputuskan FIA.
Max Moesley sebelumnya sempat berucap kalau pelanggaran yang dilakukan Renault di GP Singapura tahun lalu bisa berakibat jatuhnya sanksi yang sangat berat buat tim tersebut. Tak lagi sekedar denda, Renault sangat mungkin didepak dari gelaran F1.
Dalam pernyataannya kemudian, Presiden FIA itu bahkan menyebut kalau apa yang dilakukan Renault berpotensi lebih serius dari kasus McLaren beberapa waktu lalu. Dianggap memiliki data Ferrari secara ilegal, Silver Arrows saat itu didenda US$ 100 juta dan dicoret poinnya dari klasemen 2007.
"Keluar. Total. Keluar selamanya, hilang, finis. Itu hal terburuk yang bisa terjadi," ungkap Mosley pekan lalu saat ditanya soal kemungkinan sanksi terberat yang akan diterima Renault jika mereka dinyatakan bersalah.
Ancaman tersebut bisa jadi bukan sekadar gertak sambal. Diberitakan Reuters, pada tahun 1995 otoritas otomotif dunia itu mencoret Toyota selama satu tahun dari keikutsertaannya di WRC karena menggunakan turbocharger ilegal.
Pihak Renault mungkin kini berharap kalau sanksi yang nantinya akan dijatuhkan pada mereka tak seperti yang disebutkan Mosley di atas. Setidaknya dua aktor utama di balik kejadian tersebut, Pat Symonds dan Flavio Briatore, sudah memutuskan meletakkan jabatannya.
Tapi tim asal Prancis itu mungkin juga tak akan mendapat sanksi terberat karena mereka telah jujur mengakui kesalahan yang dilakukan, hal mana tidak dilakukan McLaren dalam kasus yang melibatkan Ferrari. Permintaan maaf secara terbuka juga mungkin akan meringankan sanksi buat tim tersebut.
Nasib 600 sampai 700 karyawan Renault yang terancam kehilangan pekerjaan jika tim tersebut dipecat dari F1 diyakini akan jadi pertimbangan FIA untuk tidak menjatuhkan sanksi maksimal. FIA juga mengambil keputusan yang sama saat menetapkan sanksi buat McLaren.
"Jika kami melarang keikutsertaan McLaren untuk tahun 2007 dan 2008, maka bisnisnya akan selesai. Dimatikan, 1.400 orang kehilangan pekerjaan. Tak mungkin mereka bisa selamat melaluinya. Jadi sejujurnya, sanksi 100 juta sangatlah ringan," sambung Mosley.
Hal yang dianggap ikut memberatkan Renault adalah tertutupnya kans Felipe Massa menjadi juara dunia tahun lalu. Massa, yang di klasemen akhir kalah satu poin atas Lewis Hamilton, sedang dalam posisi memimpin saat Nelson Piquet Jr sengaja menabrakkan mobilnya. Pembalap Ferrari itu akhirnya tetap gagal finis setelah keluar pit stop sambil membawa selang bahan bakar.
Terlepas dari semua hal yang memberatkan atau meringankan, dan kedekatan hubungan antara Mosley dengan Briatore, sanksi pada Renault dipastikan tetap akan ada. Namun seberat apa hukuman tersebut, semuanya akan terjawab pada 21 September mendatang, saat FIA melakukan hearing dengan tim Renault.
"Jika kami katakan kami akan mengacuhkannya, maka seluruh dunia akan melihat dan mengatakan kalau F1 bukanlah olahraga, tapi merupakan bisnis."
"(Orang akan berkata) 'Karena ini merupakan tim besar FIA tak akan melakukan apapun'. Karena Bernie (Ecclestone) adalah teman dekat Flavio dan mereka punya klub sepakbola bersama maka FIA tak akan melakukan apapun'. Dunia akan melihat kami sebagai sesuatu yang korup," pungkas Mosley.
( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Max Moesley sebelumnya sempat berucap kalau pelanggaran yang dilakukan Renault di GP Singapura tahun lalu bisa berakibat jatuhnya sanksi yang sangat berat buat tim tersebut. Tak lagi sekedar denda, Renault sangat mungkin didepak dari gelaran F1.
Dalam pernyataannya kemudian, Presiden FIA itu bahkan menyebut kalau apa yang dilakukan Renault berpotensi lebih serius dari kasus McLaren beberapa waktu lalu. Dianggap memiliki data Ferrari secara ilegal, Silver Arrows saat itu didenda US$ 100 juta dan dicoret poinnya dari klasemen 2007.
"Keluar. Total. Keluar selamanya, hilang, finis. Itu hal terburuk yang bisa terjadi," ungkap Mosley pekan lalu saat ditanya soal kemungkinan sanksi terberat yang akan diterima Renault jika mereka dinyatakan bersalah.
Ancaman tersebut bisa jadi bukan sekadar gertak sambal. Diberitakan Reuters, pada tahun 1995 otoritas otomotif dunia itu mencoret Toyota selama satu tahun dari keikutsertaannya di WRC karena menggunakan turbocharger ilegal.
Pihak Renault mungkin kini berharap kalau sanksi yang nantinya akan dijatuhkan pada mereka tak seperti yang disebutkan Mosley di atas. Setidaknya dua aktor utama di balik kejadian tersebut, Pat Symonds dan Flavio Briatore, sudah memutuskan meletakkan jabatannya.
Tapi tim asal Prancis itu mungkin juga tak akan mendapat sanksi terberat karena mereka telah jujur mengakui kesalahan yang dilakukan, hal mana tidak dilakukan McLaren dalam kasus yang melibatkan Ferrari. Permintaan maaf secara terbuka juga mungkin akan meringankan sanksi buat tim tersebut.
Nasib 600 sampai 700 karyawan Renault yang terancam kehilangan pekerjaan jika tim tersebut dipecat dari F1 diyakini akan jadi pertimbangan FIA untuk tidak menjatuhkan sanksi maksimal. FIA juga mengambil keputusan yang sama saat menetapkan sanksi buat McLaren.
"Jika kami melarang keikutsertaan McLaren untuk tahun 2007 dan 2008, maka bisnisnya akan selesai. Dimatikan, 1.400 orang kehilangan pekerjaan. Tak mungkin mereka bisa selamat melaluinya. Jadi sejujurnya, sanksi 100 juta sangatlah ringan," sambung Mosley.
Hal yang dianggap ikut memberatkan Renault adalah tertutupnya kans Felipe Massa menjadi juara dunia tahun lalu. Massa, yang di klasemen akhir kalah satu poin atas Lewis Hamilton, sedang dalam posisi memimpin saat Nelson Piquet Jr sengaja menabrakkan mobilnya. Pembalap Ferrari itu akhirnya tetap gagal finis setelah keluar pit stop sambil membawa selang bahan bakar.
Terlepas dari semua hal yang memberatkan atau meringankan, dan kedekatan hubungan antara Mosley dengan Briatore, sanksi pada Renault dipastikan tetap akan ada. Namun seberat apa hukuman tersebut, semuanya akan terjawab pada 21 September mendatang, saat FIA melakukan hearing dengan tim Renault.
"Jika kami katakan kami akan mengacuhkannya, maka seluruh dunia akan melihat dan mengatakan kalau F1 bukanlah olahraga, tapi merupakan bisnis."
"(Orang akan berkata) 'Karena ini merupakan tim besar FIA tak akan melakukan apapun'. Karena Bernie (Ecclestone) adalah teman dekat Flavio dan mereka punya klub sepakbola bersama maka FIA tak akan melakukan apapun'. Dunia akan melihat kami sebagai sesuatu yang korup," pungkas Mosley.
( din / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
535 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

