'Renault Harus Dihukum Berat!'
Kamis, 17/09/2009 16:48 WIB

Tabrakan Piquet (Reuters)
Wina - Niki Lauda mengecam keras kasus pengaturan hasil yang dilakukan Renault di GP Singapura. Kasus ini lebih parah dari yang pernah terjadi, jadi ia meminta Renault dihukum berat.
Seperti sudah ramai diberitakan sebelumnya, Renault diduga menyuruh pembalapnya, Nelson Piquet Jr, menabrakkan diri demi memuluskan strategi untuk memenangkan Fernando Alonso.
FIA sudah meminta Renault menghadiri sidang di World Motor Sport Council (WMSC) akhir bulan ini. Dalam perkembangannya, Renault menyatakan tidak akan menyangkan tuduhan itu dan prinsipal Flavio Briatore serta Direktur Engineering Pat Symonds sudah mundur.
"Saat saya mendengar tuduhan bahwa Renault menyuruh Nelson Piquet untuk sengaja menabrakkan diri, pertanyaannya adalah, benarkah itu?" kata Lauda ke Daily Mail. "Jika benar, itu adalah yang terburuk yang menimpa F1."
Lauda, juara dunia F1 tiga kali pada tahun 1975, 1977 dan 1984, membandingkan kasus Renault dengan kasus-kasus lain sebelumnya, dan menemukan kasus Renault adalah yang terburuk.
"Cuma satu insiden yang mendekati, itu adalah saat Michael Schumacher memarkir Ferrarinya di racing line Monako 2006 untuk menghalangi lap terakhir kualifikasi Fernando Alonso," kata Lauda. "Tapi itu tak sebanding."
"Ya, kasus spygate McLaren dua tahun lalu memang sangat serius, tetapi para mekanik biasanya memang saling mendiskusikan data teknis di antara mereka," tukas pria Austria itu.
"Ini hal yang baru. Kerusakan terbesar yang pernah ada. FIA sekarang harus menghukum Renault dengan berat untuk mengembalikan kredibilitas Formula 1," pungkasnya.
( arp / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti sudah ramai diberitakan sebelumnya, Renault diduga menyuruh pembalapnya, Nelson Piquet Jr, menabrakkan diri demi memuluskan strategi untuk memenangkan Fernando Alonso.
FIA sudah meminta Renault menghadiri sidang di World Motor Sport Council (WMSC) akhir bulan ini. Dalam perkembangannya, Renault menyatakan tidak akan menyangkan tuduhan itu dan prinsipal Flavio Briatore serta Direktur Engineering Pat Symonds sudah mundur.
"Saat saya mendengar tuduhan bahwa Renault menyuruh Nelson Piquet untuk sengaja menabrakkan diri, pertanyaannya adalah, benarkah itu?" kata Lauda ke Daily Mail. "Jika benar, itu adalah yang terburuk yang menimpa F1."
Lauda, juara dunia F1 tiga kali pada tahun 1975, 1977 dan 1984, membandingkan kasus Renault dengan kasus-kasus lain sebelumnya, dan menemukan kasus Renault adalah yang terburuk.
"Cuma satu insiden yang mendekati, itu adalah saat Michael Schumacher memarkir Ferrarinya di racing line Monako 2006 untuk menghalangi lap terakhir kualifikasi Fernando Alonso," kata Lauda. "Tapi itu tak sebanding."
"Ya, kasus spygate McLaren dua tahun lalu memang sangat serius, tetapi para mekanik biasanya memang saling mendiskusikan data teknis di antara mereka," tukas pria Austria itu.
"Ini hal yang baru. Kerusakan terbesar yang pernah ada. FIA sekarang harus menghukum Renault dengan berat untuk mengembalikan kredibilitas Formula 1," pungkasnya.
( arp / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
538 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






.gif)

