Piquet Sesali Keterlibatan Dirinya
Selasa, 22/09/2009 06:39 WIB

AFP
Paris - Nelson Piquet Jr tak mendapatkan hukuman atas skandal tim Renault di GP Singapura 2008. Namun pembalap Brasil ini mengaku menyesali aksinya tersebut.
Piquet telah mendapat kekebalan sebelum sidang Dewan Motor Sport menjatuhkan hukuman kepada Renault. Dia memang menjadi korban karena mendapatkan instruksi untuk menabrakkan mobilnya ke dinding saat GP Singapura tahun lalu.
Hal itu dilakukan oleh Renault untuk melapangkan jalan Fernando Alonso menjadi juara. Meski Piquet hanya menjalankan perintah timnya namun dia mengaku menyesal telah melakukan hal itu.
"Saya menyesali tindakan saya untuk mengikuti perintah yang diberikan kepada saya. Saya berharap setiap hari bahwa saya tidak melakukan hal itu," ungkap Piquet seperti dilansir F1 Live.
Pembalap kelahiran Jerman 25 Juli 1985 mengungkaplan bahwa selama 18 bulan dengan Renault di bawah Flavio Briatore harusnya menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Namun hal itu berubah menjadi sebuah mimpi buruk.
"Setelah memimpikan menjadi pembalap F1 dan setelah bekerja keras untuk ke sana, saya mendapatkan belas kasih Mr Briatore. Dia punya masa depan saya tapi dia tidak peduli dengan hal itu," keluh Piquet.
"Sekarang saya telah keluar dari situasi itu saya tidak percaya bahwa saya setuju dengan rencananya. Namun ketika itu diberikan kepada saya, saya merasa tidak berada di posisi untuk menolaknya," ujarnya.
Piquet mengakui bahwa dia sekarang harus mencoba lagi karirnya dari nol. Namun dia mengaku senang masalah tersebut bisa terungkap dan bisa diselesaikan dengan baik oleh FIA.
"Saya tidak berharap dimaafkan atau dilupakan tetapi paling tidak sedikitnya sekarang orang bisa menarik kesimpulan mereka berdasarkan atas apa yang benar-benar terjadi," tukasnya.
( key / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Piquet telah mendapat kekebalan sebelum sidang Dewan Motor Sport menjatuhkan hukuman kepada Renault. Dia memang menjadi korban karena mendapatkan instruksi untuk menabrakkan mobilnya ke dinding saat GP Singapura tahun lalu.
Hal itu dilakukan oleh Renault untuk melapangkan jalan Fernando Alonso menjadi juara. Meski Piquet hanya menjalankan perintah timnya namun dia mengaku menyesal telah melakukan hal itu.
"Saya menyesali tindakan saya untuk mengikuti perintah yang diberikan kepada saya. Saya berharap setiap hari bahwa saya tidak melakukan hal itu," ungkap Piquet seperti dilansir F1 Live.
Pembalap kelahiran Jerman 25 Juli 1985 mengungkaplan bahwa selama 18 bulan dengan Renault di bawah Flavio Briatore harusnya menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Namun hal itu berubah menjadi sebuah mimpi buruk.
"Setelah memimpikan menjadi pembalap F1 dan setelah bekerja keras untuk ke sana, saya mendapatkan belas kasih Mr Briatore. Dia punya masa depan saya tapi dia tidak peduli dengan hal itu," keluh Piquet.
"Sekarang saya telah keluar dari situasi itu saya tidak percaya bahwa saya setuju dengan rencananya. Namun ketika itu diberikan kepada saya, saya merasa tidak berada di posisi untuk menolaknya," ujarnya.
Piquet mengakui bahwa dia sekarang harus mencoba lagi karirnya dari nol. Namun dia mengaku senang masalah tersebut bisa terungkap dan bisa diselesaikan dengan baik oleh FIA.
"Saya tidak berharap dimaafkan atau dilupakan tetapi paling tidak sedikitnya sekarang orang bisa menarik kesimpulan mereka berdasarkan atas apa yang benar-benar terjadi," tukasnya.
( key / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
538 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






.gif)

