Bernie: Sanksi Briatore Terlalu Berat
Kamis, 24/09/2009 18:35 WIB

AFP
Singapura - Entah karena punya hubungan sebagai teman dan rekan bisnis atau karena sebab lain, Bernie Ecclestone menyebut sanksi untuk Flavio Briatore terlalu keras. F1 disebutnya akan merindukan pria flamboyan itu.
"Dalam pandangan saya, itu terlalu keras untuk Flavio. Saya tidak berpikir kalau (sanksi seumur hidup) itu perlu, tapi saya juga merupakan bagian dari komisis FIA jadi mungkin saya juga ikut bersalah (menjatuhkan hukuman tersebut)," ungkap Bernie diberitakan Reuters.
Briatore dijatuhi sanksi larangan terjun ke dunia F1 setelah dinyatakan bersalah dan menjadi otak dibalik pengaturan balapan GP Singapura tahun lalu. Dia merencanakan tabrakan yang disengaja pada Nelson Piquet Jr demi memuluskan jalan Fernando Alonso jadi juara.
Saat isu pengaturan balapan pertama muncul ke permukaan, Bernie sempat memastikan kalau dia akan tetap berlaku adil pada Briatore. Kedua orang tersebut memang diketahui bersahabat dekat dan menjalin beberapa kerjasama bisnis, termasuk dalam kepemilikan klub sepakbola Queens Park Rangers.
Lebih jauh, Ecclestone merasa kalau F1 akan kehilangan tokoh seperti Briatore menyusul dijatuhkannya sanksi pencekalan seumur hidup. Supremo F1 itu juga menyarankan Briatore mengajukan banding dan bukannya membawa kasus tersebut ke meja hijau.
"Pastinya... Kami butuh orang seperti dia. Itu jelas sekali...Dia seharusnsya berusaha lebih keras supaya lebih didengar oleh pengadilan banding. Dia seharusnya banding ke FIA."
"Jika dia pergi ke pengadilan publik...FIA harus melindungi seseorang dan akan ada seseorang yang menyatakan kalau dia (Briatore) telah menyuruh seorang pemuda pada sesuatu yang bisa menjadi akhir dari ajalnya. Itu akan sia-sia," pungkas Ecclestone.
( din / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Dalam pandangan saya, itu terlalu keras untuk Flavio. Saya tidak berpikir kalau (sanksi seumur hidup) itu perlu, tapi saya juga merupakan bagian dari komisis FIA jadi mungkin saya juga ikut bersalah (menjatuhkan hukuman tersebut)," ungkap Bernie diberitakan Reuters.
Briatore dijatuhi sanksi larangan terjun ke dunia F1 setelah dinyatakan bersalah dan menjadi otak dibalik pengaturan balapan GP Singapura tahun lalu. Dia merencanakan tabrakan yang disengaja pada Nelson Piquet Jr demi memuluskan jalan Fernando Alonso jadi juara.
Saat isu pengaturan balapan pertama muncul ke permukaan, Bernie sempat memastikan kalau dia akan tetap berlaku adil pada Briatore. Kedua orang tersebut memang diketahui bersahabat dekat dan menjalin beberapa kerjasama bisnis, termasuk dalam kepemilikan klub sepakbola Queens Park Rangers.
Lebih jauh, Ecclestone merasa kalau F1 akan kehilangan tokoh seperti Briatore menyusul dijatuhkannya sanksi pencekalan seumur hidup. Supremo F1 itu juga menyarankan Briatore mengajukan banding dan bukannya membawa kasus tersebut ke meja hijau.
"Pastinya... Kami butuh orang seperti dia. Itu jelas sekali...Dia seharusnsya berusaha lebih keras supaya lebih didengar oleh pengadilan banding. Dia seharusnya banding ke FIA."
"Jika dia pergi ke pengadilan publik...FIA harus melindungi seseorang dan akan ada seseorang yang menyatakan kalau dia (Briatore) telah menyuruh seorang pemuda pada sesuatu yang bisa menjadi akhir dari ajalnya. Itu akan sia-sia," pungkas Ecclestone.
( din / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
-
Rabu, 23/05/2012 15:43 WIB
Jelang GP Monako
Vettel Antusias Sambut Balapan 'Spesial' di Monako
-
Rabu, 23/05/2012 11:58 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Pakai Helm 'Emas' di Monako
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Kamis, 24/05/2012 16:09 WIB
Susi Susanti: Regenerasi Perlu Perencanaan yang Jelas
- Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 15:01 WIB
Derby Manchester Disebut Sepanas El Clasico
- Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Kamis, 24/05/2012 15:05 WIB
Gagal Total di Thomas-Uber, Emas di London 2012 Wajib
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
538 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
470 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
307 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
231 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
219 Komentar








Sending your message






.gif)

