Adu Otak + Otot = Tinju Catur
Sabtu, 26/09/2009 13:22 WIB

(ist)
Berlin - Petinju hanya mengandalkan otot semata? Tidak juga. Tengok Berlin, di mana sudah berkembang olahraga yang bikin petinju juga diharuskan memeras otak dengan cara bertarung di atas papan catur usai baku hantam di ring.
Tinju catur, demikian olahraga gado-gado itu disebut, sebagaimana didapati di wilayah Mitte, Berlin. Sesuai namanya, ini adalah kombinasi dari tinju dan catur sehingga menggabungkan aspek otot dan otak dari dua olahraga yang dapat disebut cukup kontras itu.
"Ini semua mengenai disiplin dan kendali dari tubuh dan pikiran," ucap Iepe Rubingh, kreator olahraga itu, di Reuters.
Dapat diduga bahwa Rubingh yang asal Belanda ini sendiri mendalami dua olahraga tersebut. Faktanya, dia memang pernah menekuni tinju saat usianya masih 20-an, sebelum kemudian bermain catur.
Di masa bertinjunya itu pula kali pertama Rubingh membaca novel 'Froid Equateur' buah karya Enki Bilal. Di sanalah dia menemukan wacana tinju catur yang lantas dia kembangkan.
"Aku berlatih tinju sedikit terlambat. Aku memikirkan soal olahraga itu dan bilang, 'Tak mungkin bisa. Anda tak bisa main catur setelah bertinju. Anda hanya takkan mampu, tubuh Anda tak bakal kuat'," ucap pria pertama yang mendirikan klub tinju catur di Berlin tersebut.
Ditilik dari sisi ilmiah, olahraga ini memang tidak mudah. Saat bertinju, adrenalin akan terpompa dan bikin oksigen lebih banyak berada di otot ketimbang ke otak. Dengan kondisi ini jelas tak gampang jika harus lanjut memeras otak.
"Adrenalinnya luar biasa, membuat berpikir dengan tepat jadi sulit dan itu juga bikin Anda jadi tak kenal takut, padahal hal inilah yang bisa membuat Anda melakukan kesalahan terbesar di papan catur. Anda harus berlatih keras untuk perubahan situasi itu," terang Rubingh.
Olahraga ini rupanya juga cukup banyak diminati. Selain di Jerman, tinju catur juga sudah mulai tumbuh-kembang di Rusia, Amerika Serikat dan Australia.
Faktor besarnya tantangan tampaknya jadi salah satu hal yang bikin olahraga itu mulai digemari. Pasalnya untuk bisa mendalami atau jadi piawai di olahraga ini bukan perkara mudah.
Orang yang menggeluti olahraga ini jelas harus dalam kondisi fisik prima dan punya IQ mencukupi. Otot liat, otak juga jempolan. Selain itu, penggiat tinju catur juga biasanya memiliki peringkat ELO resmi yang digunakan oleh Federasi Catur Dunia (FIDE).
Nah!
( krs / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tinju catur, demikian olahraga gado-gado itu disebut, sebagaimana didapati di wilayah Mitte, Berlin. Sesuai namanya, ini adalah kombinasi dari tinju dan catur sehingga menggabungkan aspek otot dan otak dari dua olahraga yang dapat disebut cukup kontras itu.
"Ini semua mengenai disiplin dan kendali dari tubuh dan pikiran," ucap Iepe Rubingh, kreator olahraga itu, di Reuters.
Dapat diduga bahwa Rubingh yang asal Belanda ini sendiri mendalami dua olahraga tersebut. Faktanya, dia memang pernah menekuni tinju saat usianya masih 20-an, sebelum kemudian bermain catur.
Di masa bertinjunya itu pula kali pertama Rubingh membaca novel 'Froid Equateur' buah karya Enki Bilal. Di sanalah dia menemukan wacana tinju catur yang lantas dia kembangkan.
"Aku berlatih tinju sedikit terlambat. Aku memikirkan soal olahraga itu dan bilang, 'Tak mungkin bisa. Anda tak bisa main catur setelah bertinju. Anda hanya takkan mampu, tubuh Anda tak bakal kuat'," ucap pria pertama yang mendirikan klub tinju catur di Berlin tersebut.
Ditilik dari sisi ilmiah, olahraga ini memang tidak mudah. Saat bertinju, adrenalin akan terpompa dan bikin oksigen lebih banyak berada di otot ketimbang ke otak. Dengan kondisi ini jelas tak gampang jika harus lanjut memeras otak.
"Adrenalinnya luar biasa, membuat berpikir dengan tepat jadi sulit dan itu juga bikin Anda jadi tak kenal takut, padahal hal inilah yang bisa membuat Anda melakukan kesalahan terbesar di papan catur. Anda harus berlatih keras untuk perubahan situasi itu," terang Rubingh.
Olahraga ini rupanya juga cukup banyak diminati. Selain di Jerman, tinju catur juga sudah mulai tumbuh-kembang di Rusia, Amerika Serikat dan Australia.
Faktor besarnya tantangan tampaknya jadi salah satu hal yang bikin olahraga itu mulai digemari. Pasalnya untuk bisa mendalami atau jadi piawai di olahraga ini bukan perkara mudah.
Orang yang menggeluti olahraga ini jelas harus dalam kondisi fisik prima dan punya IQ mencukupi. Otot liat, otak juga jempolan. Selain itu, penggiat tinju catur juga biasanya memiliki peringkat ELO resmi yang digunakan oleh Federasi Catur Dunia (FIDE).
Nah!
( krs / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Prancis Terbuka Grand Slam terbesar
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 18:22 WIB
Messi Akan Pakai Sepatu Khusus di Final Copa del Rey
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
647 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

