Syamsul Anwar Dikeroyok Petinju
KONI Siap Rekomendasikan Sanksi
Selasa, 20/10/2009 14:42 WIB

Jakarta - Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengaku prihatin atas aksi pengeroyokan pada Direktur Pelatnas Tinju Sea Games, Syamsul Anwar. KONI pun siap merekomendasikan sanksi kepada beberapa petinju yang menjadi tersangka dari aksi itu.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Syamsul melaporkan tindakan penganiyaan yang dialaminya, ke Polres Jakarta Pusat, Senin (19/10/09). Dalam laporannya, ia menuturkan dikeroyok secara membabi buta oleh tiga petinju yang merasa kecewa karena tidak diberangkatkan ke Sea Games Laos, Desember mendatang.
Syamsul sendiri saat itu sedang memeriksa kesiapan proses seleksi di Hotel Century, Senayan, Jakarta, pada Minggu 18 Oktober 2009 sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengaku mendapat sejumlah pukulan dan perusakan pada mobilnya oleh atletnya sendiri.
Menanggapi aksi ini, Ketua KONI, Rita Subowo menuturkan bahwa pihaknya telah mengirimkan Komandan Pelatnas SEA Games, Djoko Pramono untuk turun tangan. Lebih jauh Rita menyampaikan bahwa KONI juga siap membuat rekomendasi kepada sejumlah tersangka tersebut jika terbukti bersalah.
Dijelaskan Rita bahwa yang berwenang untuk memberikan sanksi kepada lima petinju tersebut adalah Komisi Tinju Indonesia (KTI). Ada pun KONI hanya bisa memberikan rekomendasi.
"Karena soal sanksi kepada mereka itu bukan wewenang kami, maka kami hanya bisa membuat rekomendasi dan kami siap melakukannya," tuturnya ketika dihubungi detiksport.
Sedangkan mengenai adanya sejumlah pencoretan nama-nama atlet untuk Sea Games mendatang, Rita membenarkan bahwa hal itu memang biasa saja dilakukan.
"Ya hal pencoretan itu bisa saja dilakukan. Kalau tentang itu saya sudah mendengar beberapa kali," tandasnya. ( din / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Syamsul melaporkan tindakan penganiyaan yang dialaminya, ke Polres Jakarta Pusat, Senin (19/10/09). Dalam laporannya, ia menuturkan dikeroyok secara membabi buta oleh tiga petinju yang merasa kecewa karena tidak diberangkatkan ke Sea Games Laos, Desember mendatang.
Syamsul sendiri saat itu sedang memeriksa kesiapan proses seleksi di Hotel Century, Senayan, Jakarta, pada Minggu 18 Oktober 2009 sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengaku mendapat sejumlah pukulan dan perusakan pada mobilnya oleh atletnya sendiri.
Menanggapi aksi ini, Ketua KONI, Rita Subowo menuturkan bahwa pihaknya telah mengirimkan Komandan Pelatnas SEA Games, Djoko Pramono untuk turun tangan. Lebih jauh Rita menyampaikan bahwa KONI juga siap membuat rekomendasi kepada sejumlah tersangka tersebut jika terbukti bersalah.
Dijelaskan Rita bahwa yang berwenang untuk memberikan sanksi kepada lima petinju tersebut adalah Komisi Tinju Indonesia (KTI). Ada pun KONI hanya bisa memberikan rekomendasi.
"Karena soal sanksi kepada mereka itu bukan wewenang kami, maka kami hanya bisa membuat rekomendasi dan kami siap melakukannya," tuturnya ketika dihubungi detiksport.
Sedangkan mengenai adanya sejumlah pencoretan nama-nama atlet untuk Sea Games mendatang, Rita membenarkan bahwa hal itu memang biasa saja dilakukan.
"Ya hal pencoretan itu bisa saja dilakukan. Kalau tentang itu saya sudah mendengar beberapa kali," tandasnya. ( din / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 01:39 WIB
PBSI: Persiapan Sudah Optimal tapi Lawan Lebih Bagus
- Kamis, 24/05/2012 14:04 WIB
Tim Thomas-Uber Gagal, KONI Ikut Bertanggung Jawab
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
524 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

