Kobayashi Belum Akan Balik ke Warung Sushi
Selasa, 03/11/2009 07:09 WIB

AFP
Jakarta - Roda nasib tak ada yang tahu. Kalau beberapa bulan lalu Kamui Kobayashi kembali menatap warung sushi, kini dia malah sudah mencuri atensi di lintasan F1.
Nama Kobayashi mungkin belum tenar-tenar amat di ajang F1. Namun, orang niscaya mulai ngeh setelah melihat kiprahnya dalam seri penutup musim ini di GP Abu Dhabi.
Pembalap Toyota asal Jepang yang baru menjalani balapan 'Jet Darat' sejak menggantikan Timo Glock di GP Brasil bulan lalu tersebut tampil memikat dan bahkan mendulang angka di balapan keduanya.
Setelah sebelumnya finis di posisi sembilan di Brasil, pemuda yang baru berusia 23 tahun itu finis di zona angka di Yas Marina. Kobayashi melintasi garis finis di posisi enam, lebih baik dari rekan satu timnya yang pembalap veteran, Jarno Trulli.
Capaian Kobayashi itu pun tak ayal bikin namanya langsung mencuri perhatian. Dengan sejumlah pergantian susunan pembalap F1 yang terjadi musim depan, dia niscaya jadi salah satu incaran.
Hal ini lantas membuat Toyota gerak cepat. Lewat Direktur Motorsport John Howett tim itu pun langsung memberi sinyal kuat bahwa Kobayashi akan dipertahankan untuk musim depan.
Si pembalap bersangkutan jelas senang. Apalagi kalau mengingat karirnya di dunia membalap sudah ada di ujung tanduk. Masalahnya, jika dia tak diberi peluang membalap oleh Toyota di dua seri musim ini, bisa jadi Kobayashi sudah pulang kampung dan beraksi di dapur.
Sebelum ditarik Toyota, Kobayashi sempat jadi juara GP2 Asia musim 2008-09. Namun, dia lantas malah melempem di seri GP2 sehingga membuat kelanjutan karir membalapnya terancam.
"Aku tak punya dana, tak ada dana. Jadi aku tak bisa membalap lagi di GP2 tahun depan. Aku mungkin akan kembali ke Jepang untuk kembali bekerja di restoran sushi ayahku (jika tak lagi bisa membalap)," curhat Kobayashi di Reuters.
Perkara meracik sushi ternyata memang bukan hal asing untuknya. "Benar lho, seperti itu dua bulan lalu. Saat aku masih 16 tahun pun aku bekerja di sana bikin sushi."
Meski begitu, dapur sushi kini tampaknya masih harus menunggu. Dengan adanya minat besar terhadap dirinya, Kobayashi bertekad terus berusaha meraih prestasi besar di lintasan balap.
"Aku masih harus membenahi banyak hal. Aku harus meningkatkan penampilan di kualifikasi dan aku masih butuh waktu. Tapi dua pekan terakhir sudah bagus sekali buatku," lugasnya.
( krs / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Nama Kobayashi mungkin belum tenar-tenar amat di ajang F1. Namun, orang niscaya mulai ngeh setelah melihat kiprahnya dalam seri penutup musim ini di GP Abu Dhabi.
Pembalap Toyota asal Jepang yang baru menjalani balapan 'Jet Darat' sejak menggantikan Timo Glock di GP Brasil bulan lalu tersebut tampil memikat dan bahkan mendulang angka di balapan keduanya.
Setelah sebelumnya finis di posisi sembilan di Brasil, pemuda yang baru berusia 23 tahun itu finis di zona angka di Yas Marina. Kobayashi melintasi garis finis di posisi enam, lebih baik dari rekan satu timnya yang pembalap veteran, Jarno Trulli.
Capaian Kobayashi itu pun tak ayal bikin namanya langsung mencuri perhatian. Dengan sejumlah pergantian susunan pembalap F1 yang terjadi musim depan, dia niscaya jadi salah satu incaran.
Hal ini lantas membuat Toyota gerak cepat. Lewat Direktur Motorsport John Howett tim itu pun langsung memberi sinyal kuat bahwa Kobayashi akan dipertahankan untuk musim depan.
Si pembalap bersangkutan jelas senang. Apalagi kalau mengingat karirnya di dunia membalap sudah ada di ujung tanduk. Masalahnya, jika dia tak diberi peluang membalap oleh Toyota di dua seri musim ini, bisa jadi Kobayashi sudah pulang kampung dan beraksi di dapur.
Sebelum ditarik Toyota, Kobayashi sempat jadi juara GP2 Asia musim 2008-09. Namun, dia lantas malah melempem di seri GP2 sehingga membuat kelanjutan karir membalapnya terancam.
"Aku tak punya dana, tak ada dana. Jadi aku tak bisa membalap lagi di GP2 tahun depan. Aku mungkin akan kembali ke Jepang untuk kembali bekerja di restoran sushi ayahku (jika tak lagi bisa membalap)," curhat Kobayashi di Reuters.
Perkara meracik sushi ternyata memang bukan hal asing untuknya. "Benar lho, seperti itu dua bulan lalu. Saat aku masih 16 tahun pun aku bekerja di sana bikin sushi."
Meski begitu, dapur sushi kini tampaknya masih harus menunggu. Dengan adanya minat besar terhadap dirinya, Kobayashi bertekad terus berusaha meraih prestasi besar di lintasan balap.
"Aku masih harus membenahi banyak hal. Aku harus meningkatkan penampilan di kualifikasi dan aku masih butuh waktu. Tapi dua pekan terakhir sudah bagus sekali buatku," lugasnya.
( krs / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 01:39 WIB
PBSI: Persiapan Sudah Optimal tapi Lawan Lebih Bagus
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
524 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

